Fakta Unik Emo, Genre Inti When We Were Young Festival

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
sleeping-with-sirens
Daftar Topik

Genre Musik Emo – Genre musik emo populer di berbagai belahan dunia pada awal 2000-an. Di Indonesia, genre musik satu ini juga ditandai dengan hits-nya potongan rambut poni lempat pada kala itu. Adanya genre musik emo juga sedikit banyak mempengaruhi musik lokal Indonesia, nih.

Kira-kira bagaimana sejarah perkembangan sub-genre punk-rock ini? Apa ya yang membedakan aliran musik ini dengan sub-genre rock lainnya? Temukan ragam fakta unik emo di artikel khas Blog elevenia yang satu ini. Simak sampai habis ya.

Ragam Fakta Unik Genre Musik Emo

Sejarah Kemunculan Emo

sejarah-genre-musik-emo

Kemunculan emo sendiri berawal dari adanya genre post-hardcore yang muncul di tahun 70 dan 80-an. Aliran musik ini merupakan salah satu cabang dari punk-rock. Soal lirik dan nada, lagu emo dinilai punya suara yang melodis dan juga lirik yang menyentuh. Salah satu band emo yang terkenal di tahun 80-an ialah Jawbreaker. Di tahun 90-an, genre musik emo baru menunjukkan warnanya.

Di tahun 2000-an, genre ini pertama kali dipopulerkan kembali oleh Jimmy Eat World. Dari sana lah, muncul banyak band emo lainnya. Bahkan muncul juga satu sub-genre lainnya, yaitu emo-pop. Urusan tema lagu, musik emo banyak membahas mengenai beragam masalah pribadi. Mulai dari depresi, percintaan, hingga lingkungan pertemanan yang toxic. Beberapa lagu emo bertema cinta punya lirik yang romantis dan menyentuh.

Menariknya, kebanyakan band emo menggunakan tema yang dark dan terkesan misterius pada beberapa musik videonya. Selain itu, masing-masing vokalis band emo juga punya karakter vokal yang unik. Contohnya Kellin Quinn, vokalis Sleeping with Sirens. Kellin sendiri punya karakter suara tinggi yang smooth saat menyanyikan lagu slow, namun tetap asik untuk lagu berat dan penuh dengan scream.

Beberapa band emo yang kepopulerannya meningkat di tahun 2000-an ialah My Chemical Romance, Paramore, Sleepping with Sirens, Black Veil Bride, Mayday Parade, Pierce The Veil, hingga Panic! At The Disco. Salah satu album emo yang paling populer ialah Black Parade yang dipopulerkan oleh My Chemical Romance. Saking populernya, salah satu lagu di album tersebut, Wellcome To The Black Parade, hingga kini dikenal sebagai emo anthem atau lagu besar genre emo. Unik banget, ya.

Perkembangan dan Fakta Unik

perkembangan-dan-fakta-unik-emo

Perkembangan emo sebagai genre lagu ternyata telah merambah ke beberapa cabang kebudayaan. Seperti fashion dan beragam sub-kultur lainnya. Bahkan di tahun 2000-an, emo sudah membentuk sub-kultur tersendiri. Penyebaran emo juga dipengaruhi oleh media sosial yang marak pada saat itu. Seperti Friendster, Myspace hingga Facebook.

Di sana lah bermunculan beragam tren. Mulai dari model rambut poni lempar, celana botol, baju berwarna gelap, aseseoris tengkorak hingga beragam quotes bertema dark. Selain musik, emo juga mempengaruhi seni rupa. Terbukti dari banyaknya fanart dan karya seni digital bertema emo dengan kesan dark yang muncul pada saat itu. Ada juga beberapa warna yang sering digunakan. Seperti hitam, putih, merah hingga ungu tua.

Kemunculan genre emo ternyata membawa banyak pengaruh pada genre musik masa kini, loh. Temanya yang dark dan sedih membuat genre musik kekinian juga semakin sedih. Selain itu, masalah kesehatan mental juga mulai diangkat dalam beragam karya musik kekinian. Khususnya tentang depresi dan juga berbagai permasalahan hidup.

Karakter musik emo yang emosional dan personal juga membawa pengaruh pada pelantun musik kekinian. Seperti Post Malone hingga Adele yang lazim membawakan lagu sedih. Hal ini membuat genre musik ini tak lekang oleh waktu dan juga tetap eksis hingga kini.

Genre yang Diusung dalam When We Where Young Fest

when-we-were-young-fest

Untuk kamu pecinta genre musik emo, ada kabar bahagia nih. Pasalnya, genre musik ini akan diusung dalam Festival When We Where Young yang akan digelar tahun ini. Tepatnya mulai tanggal 22, 23 dan 29 Oktober 2022 di Las Vegas Festival Grounds.

Festival Emo ini akan menampilkan banyak penyanyi dan band dari sub-genre emo-pop-punk. Mulai dari Bring Me The Horizon, Avril Lavigne, My Chemical Romace, Paramore, Pierce The Veil, Sleeping With Sirens, hingga Saosin. Pasalnya, festival ini akan berlangsung selama kurang lebih 13 jam non-stop dengan performance yang dibagi menjadi beberapa stage. Sudah siap bernostalgia?

risti.habibie
risti.habibie
Hobi nulis, rebahan, mengkhayal dan coret-coret. Pokoknya apa aja deh yang bisa ngilangin gabut~
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP