Dari Bom Makassar Sampai Ledakan Kilang Minyak Indramayu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Daftar Topik

Dalam beberapa hari kemarin Indonesia diguncang oleh beberapa musibah. Mulai dari peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di sebuah gereja katedral di Makassar sampai meledaknya kilang minyak pertamina di Indramayu pada dini hari lalu. Peristiwa yang terjadi dalam dua hari berturut-turut lantas memicu perhatian warga Indonesia yang terkejut akan kejadian ini.

Ledakan Kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat misalnya, terjadi pada senin (29/03/2021) pada dini hari atau kira-kira pada pukul 12.45 WIB. Dimana ledakan kilang minyak ini menyebabkan kobaran api yang sangat besar serta asap tebal yang membumbung tinggi pada malam hari. Peristiwa ledakan kilang minyak ini sampai saat tulisan ini dibuat sudah memakan sekitar 20 korban dimana 5 diantaranya mengalami luka berat. Namun sampai saat ini, peristiwa ledakan ini belum dilaporkan menelan korban jiwa. Tidak hanya itu, sekitar 912 warga disekitar wilayah kejadian juga sudah diungsikan untuk menghindari terjadinya kemungkinan terjadinya ledakan susulan.

“Saat ini pengungsi berada di tiga tempat yaitu 220 jiwa berada di Gor Kompleks Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu,”

Ungkap Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Salah satu warga yang tinggal di sekitar area kejadian bernama Yati (40 tahun), mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa ledakan terjadi dirinya sempat mencium bau bensin yang menyengat pada malam hari. Menurutnya bau tersebut telah tercium disekitar area kilang minyak mulai pukul 23.00 WIB atau pukul 11 malam.

“Karena saya setiap hari di sana, jadi tahu betul bau ini bukan yang seperti biasa. Baunya seperti bensin,”

kata Yati seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3/2021). Sejauh ini, peristiwa ledakan ini masih dalam penyilidikan lebih lanjut untuk dapat menemukan penyebab pasti terjadinya ledakan kilang minyak ini.

Sementara di hari sebelumnya, peristiwa ledakan juga mengguncangkan Indonesia khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Dimana ledakan yang terjadi merupakan akibat Tindakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh 2 orang yang belum diketahui identitasnya. Peristiwa bom bunuh dirinya tepatnya terjadi di lingkungan Gereja Katedral Makassar pada hari minggu (28/03/2021) pada pukul 10.30 WITa. Peristiwa bom bunuh diri ini terjadi saat dua orang yang tidak dikenal berboncengan mengendarai sebuah motor bernomor polisi DD 5984 MD dan berusaha memasuki halaman gereja melalui pintu gerbang. Pada saat itu petugas keamanan gereja menghalau mereka, namun tidak lama kemudian bom meledak.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Selata Kombes Pol E Zulpan, pelaku teror bom bunuh diri ini terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Kedua pelaku ini tewas seketika akibat ledakan bom.

“Yang satu itu yang laki-laki masih menempel di motornya, yang lebih parah lagi kondisinya ini yang perempuan,”

Disinyalir kedua pelaku bom bunuh diri merupakan bagian dari jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel yang beberapa anggotanya telah ditangkap pada bulan Januari lalu. Selain tewasnya dua pelaku bom bunuh diri ini, ada juga 20 korban lain yang mengalami luka. Korban luka menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Makassar, Rumah Sakit Stella Maris, dan Rumah Sakit Bhayangkara. Kapolri juga menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan untuk para korban luka akibat bom ini akan ditanggung oleh negara.

Hamba Online
Hamba Online
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA