Cerpen Putu Wijaya yang Terkenal

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Daftar Cerpen Putu Wijaya yang Terkenal
Daftar Topik

Siapa di antara Anda semua yang suka membaca? Nah, bacaan apa yang paling Anda favoritkan dan siapakah penulis yang paling Anda idolakan? Jika Anda pecinta cerpen, pasti sudah tak asing lagi dengan salah satu penulis cerpen Putu Wijaya yang terkenal sebagai seniman yang serba bisa. Nah, kali ini kami akan membawa Anda mengenal lebih jauh Putu Wijaya dan karya-karyanya yang luar biasa.

Siapakah Putu Wijaya?

Putu Wijaya yang memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya dilahirkan pada 11 April 1944 yang lalu tepatnya di Puri Anom Tabanan, Tabanan, Bali. Ia adalah seorang sastrawan yang dikenal dengan keahliannya yang serba bisa. Ia merupakan seorang pelukis, penulis cerpen, drama, sinetron, novel, film dan juga esai. Putu Wijaya adalah anak terakhir dari lima bersaudara seayah dan merupakan terakhir dari tiga bersaudara seibu.

Sejak kecil Putu Wijaya sudah mempunyai kebiasaan membaca. Ayahnya yaitu I Gusti Ngurah Raka adalah seorang pensiunan punggawa yang  dalam mendidik anak-anaknya dilakukan cukup keras. Sedangkan ibunya bernama Mekel Ermawati.

Mulanya ayah Putu Wijaya sangat menginginkan anaknya agar menjadi dokter. Akan tetapi butuh cahaya termasuk lemah dalam ilmu pasti namun sangat akrab dengan dunia bahasa, sejarah serta ilmu bumi. Bahkan Putu Wijaya sudah menulis sejak ia duduk di bangku SMP. Tulisan pertama ia adalah sebuah cerita pendek yang berjudul “Etsa”. Kemudian tulisan tersebut dimuat dalam harian seluruh Indonesia, Bali.

Putu Wijaya pertama kali bermain drama saat ia duduk di bangku SMA dan drama tersebut merupakan drama karyanya sendiri dan menyutradarai bersama dengan kelompok yang didirikannyanya di Jogjakarta. Patung Wijaya sudah bergabung dengan Bengkel Teater sekitar tahun 1967 sampai 1969. Kemudian ia juga bergabung dengan teater kecil di kota Jakarta dan bahkan sempat bermain 1 kali dalam pementasan teater populer. Selanjutnya ia bergabung bersama teater mandiri yang memiliki konsep “bertolak dari yang ada” yang didirikan tahun 1971.

Tulisan yang sudah dibuat oleh Putu Wijaya kurang lebih sebanyak 30 novel, sekitar 1000 cerpen, 40 naskah drama, artikel lepas, ratusan esai dan juga kritik drama. Bahkan saya juga sudah pernah menulis skenario sinetron dan film. Sebagai seorang dramawan, sejak tahun 1971 ia sudah memimpin Teater Mandiri.

Putu Wijaya juga sudah mementaskan puluhan baik itu di dalam negeri ataupun di luar negeri. Bahkan bersama Teater Mandiri dengan pertunjukan Yelnya, ia telah sukses membawanya berkeliling Amerika tepatnya pada tahun 1991. Bahkan sampai saat ini ia sudah mendapatkan banyak penghargaan karena atas raihannya atas skenario sinetron dan karya sastranya.

Cerita pendek yang sudah di karang oleh Putu Wijaya sering mengisi kolom pada sinar harapan dan harian Kompas. Selain itu, karya novel Putu Wijaya juga kerap muncul dalam majalah horison, Femina dan Kartini. Putu Wijaya juga pernah meraih piala Citra pada festival film Indonesia (FFI) sebagai penulis skenario yaitu itu dalam sinetron Perawan Desa tahun 1980 serta kembang kertas tahun 1985.

Karena Putu Wijaya merupakan seorang penulis fiksi yang sangat produktif, maka ia sudah membuat banyak buku seperti yang banyak diperbincangkan yaitu itu tiba-tiba malam, telegram, bila malam bertambah malam, nyali, sobat, keok dan pabrik. bahkan beberapa karya milik Putu Wijaya juga sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa seperti Rusia, Belanda, Thailand, Prancis, Inggris, Arab dan Jepang.

Cerpen Karya Putu Wijaya

Berikut ini adalah beberapa cerpen Putu Wijaya yang terkenal yang sudah ia buat:

  • Kumpulan cerpen bom pada tahun 1978
  • Cerpen es campur pada tahun 1980
  • Cerpen gres tahun 1982
  • Cerpen klop
  • Cerpen bor
  • Cerpen protes tahun 1994
  • Cerpen darah tahun 1995
  • Cerpen yel tahun 1995
  • Cerpen blok tahun 1994
  • Cerpen zigzag tahun 1996
  • Cerpen tidak tahun 1999
  • Cerpen peradilan rakyat tahun 2006
  • Cerpen keadilan tahun 2012

Penghargaan yang Didapat Putu Wijaya

Sebagai seorang sastrawan yang serba bisa membuat Putu Wijaya banyak memenangkan penghargaan seperti berikut ini:

  • Pemenang dalam penulisan lakon Depsos di Yogyakarta
  • Pemenang dalam penulisan puisi suluh Indonesia Bali
  • Pemenang dalam penulisan novel IKAPI
  • Pemenang dalam penulisan drama BPTNI
  • Pemenang dalam penulisan drama safari
  • Pemenang dalam penulisan cerita film Deppen tahun 1977
  • Mendapatkan 3 piala Citra Untuk penulisan skenario tahun 1980, 1985 dan 1992
  • Menang 3 kali dalam sayembara penulisan novel DKJ
  • Menang 3 kali dalam sayembara penulisan lakon DKJ
  • Pemenang dalam penulisan esai DKJ
  • Menang dua kali dalam penulisan novel Femina
  • Menang 2 kali dalam penulisan cerpen Femina
  • Pemenang dalam penulisan cerpen Kartini
  • Yel mendapat hadiah sebagai buku terbaik Depdikbud
  • Pemenang dalam sinetron komedi FSI tahun 1995
  • SEA Write Award di Bangkok Thailand tahun 1980
  • Pemenang dalam penulisan esai Kompas
  • Mendapatkan anugerah seni dari menteri P&K, Dr Fuad Hasan tahun 1991
  • Menjadi penerima professional fellowship pada tahun 1991-1992 dari The Japan Foundation Kyoto Jepang
  • Mendapat anugerah seni tahun 1993 dari gubernur Bali
  • Mendapat tanda kehormatan satyalancana kebudayaan presiden RI tahun 2004
  • Mendapat penghargaan Achmad Bakrie tahun 2007
  • Mendapat penghargaan Akademi Jakarta tahun 2009

Ternyata salah satu penulis yang serba bisa yakni Putu Wijaya sudah banyak sekali karya dan penghargaan yang didapatnya. Apakah Anda sudah membaca salah satu cerpen Putu Wijaya yang terkenal seperti di atas? Jika belum, maka cobalah cari dan baca.

wiyana
wiyana
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP