Cara Mengembalikan Registry Seperti Semula

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
restore-registry-backup-windows-10_hero
Daftar Topik

Cara mengembalikan registry seperti semula. Sebelum membahas lebih jauh mengenai Registry, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu sebenarnya apa sih Registry itu. Kamu akan mengenal istilah Registry setelah menggunakan Windows cukup lama. Ketika kamu sering melakukan pencarian tutorial Windows di internet lewat Google misalnya, kamu akan diminta untuk mengakses Registry untuk menyelesaikannya. Proses tersebut dikenal dengan Registry Tweaks atau Registry Hack. 

Sebuah basis data yang menyimpan berbagai pengaturan serta konfigurasi yang terdapat di Windows disebut dengan Registry. Pengaturan yang akan mengatur semua sistem di Windows disimpan di dalam Registry. Begitu pula dengan aplikasi pihak ketiga seperti Adobe Photoshop menyimpan pengaturan nya di Registry. Bukan sebuah kewajiban atau keharusan untuk menyimpan pengaturan di dalam Registry, pihak ketiga berhak dan bebas menyimpannya di luar Registry. Ketika kamu sudah mengakses Registry, itu tandanya kamu bisa mengubah hampir semua pengaturan yang tersedia. Saat ini Windows juga menyediakan aplikasi yang dapat mengubah Registry yakni Registry Editor. 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Registry Windows adalah pengatur semuanya. Registrasi banyak menyimpan informasi serta pengaturan terkait dengan perangkat lunak, preferensi pengguna, perangkat keras, dan konfigurasi sistem operasi. Seperti saat setelah program baru terinstall, segala sesuatu seperti rangkaian instruksi dapat ditambahkan kendala Registry. Data yang akan tersimpan di Registry seperti informasi letak file serta opsi apa yang akan digunakan di program tersebut. Bisa saja kita sebut Registry semacam jenis DNA untuk Windows. 

Windows masing-masing jenis tidak selalu memanfaatkan Registry. Terdapat beberapa program yang memilih untuk menyimpan konfigurasi di dalam file XML. Berbeda dengan software portabel yang menyimpan seluruh data di dalam file yang mudah untuk dieksekusi serta tidak terintegrasi dengan sistem Windows itu sendiri. 

Registry sendiri bukan sesuatu hal yang dapat kamu mainkan atau edit begitu saja. Perlu pemahaman lebih jauh jika ingin mengubah Registry di Windows. Terdapat langkah-langkah khusus.untuk dapat mengedit atau bahkan mengembalikan Registry ke keadaan semula. Karena ketika kamu salah langkah dalam mengedit, Windows kamu akan menjadi error dan bermasalah. Saat kamu mengotak atik Registry, semua resiko yang akan muncul adalah tanggungan kamu sendiri.
restore-registry-windows-10-without-backup-886x590

Sebelum mencoba melakukan perubahan pada Registry, sebaiknya kamu mengetahui cara  backup Registry sebagai cadangan. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi, setelah melakukan perubahan Registry. Berikut cara backup Registry sebelum mengakses Registry Editor pada Laptop atau PC kamu. 

  • Langkah pertama adalah membuka Start pada Laptop atau PC. 
  • Ketik “regedit” dan tekan enter untuk membuka Registry Editor. 
  • Lakukan backup Registry dan pastikan kamu klik “Computer” di sebelah kiri jendela. 
  • Registry Editor kamu > klik File lewat Menu Bar > Export. Kemudian pilih dimana kamu akan menyimpan salinan Registry Windows yang telah dibackup. 

Terdapat dua cara apabila kamu ingin mengembalikan Registry menjadi keadaan semula. Pertama, cara yang bisa kamu gunakan adalah Windows Explorer. Kedua, menggunakan Registry Editor. Kemudian, untuk mengembalikan Registry seperti keadaan semula kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Cara mengembalikan Registry menggunakan Windows Explorer

restore-registry-backup-windows-10_hero

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjalankan Windows Explorer. Kamu harus membuka folder tempat file Registry berada, eksistensi yang dimiliki Registry biasa nya .REG. Perhatikan baik-baik file yang kamu pilih. 
  2. Bukalah file Registry tersebut dengan double click pada file atau bisa klik kanan file tersebut dan pilih Merge. 
  3. Akan muncul halaman konfirmasi apakah kamu benar-benar akan mengimpor data Registrasi pada file tersebut. Kamu bisa pilih Yes, dan dapat melanjutkan proses update untuk pengembalian nilai Registry. 
  4. Tunggulah beberapa saat, ketika selesai kamu akan diberikan dialog konfirmasi bahwa proses yang kamu lakukan telah selesai. 
  • Menggunakan Registry Editor

Regstry_Editor

Seperti yang telah disebutkan, ketika kamu tidak bisa mengembalikan Registry menggunakan Windows Explorer kamu bisa mencoba dengan menggunakan Registry Editor. Berikut tahapan yang harus kamu lakukan secara berurutan:

  1. Langkah pertama tentunya membuka Registry Editor. Kamu bisa membuka Registry Editor melalui menu dengan cara klik start lalu ketik pada kotak pencarian atau search/run REGEDIT dan tekan enter. 
  2. Tunggulah beberapa saat sampai dialog Registry Editor muncul dan kamu bisa klik menu file lalu pilih import. 
  3. Pastikan kamu telah memiliki file Registry hasil.backup untuk bisa melakukan langkah ini. Buka folder dan file Registry yang telah kamu backup sebelumnya dan klik tombol Open. 
  4. Laptop atau PC yang kamu gunakan akan memproses nya dengan mengimport data pada file Registry. Ketika proses selesai, kamu akan diberikan konfirmasi key dan value yang ada di dalam file yang telah ditambahkan ke dalam Registry Windows. 

Itu dia beberapa cara mengembalikan registry seperti semula yang bisa kamu coba di laptop atau PC. Pastikan kamu mencoba cara pertama terlebih dahulu, apabila memang tidak memungkinkan kamu bisa mencoba cara kedua. Selain itu, kami memiliki beberapa tips mengembalikan Registry Windows, antara lain:

  • Restore menggunakan kedua cara yang telah disebutkan di atas merupakan cara dasar untuk memulihkan Registry Windows yang error. Untuk cara yang ampuh untuk melakukan pengembalian pada Registry yakni dengan melakukan System Restore. Cara tersebut juga cukup aman untuk laptop atau PC kamu. 
  • Apabila setelah melakukan restore terdapat program aplikasi yang tidak berjalan, itu tandanya konfigurasi pada Registry tertimpa oleh restore Registry yang sebelumnya dilakukan. Untuk menjalankan kembali, kamu bisa instal ulang aplikasi tersebut. 
  • Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Registry Windows bisa menjadi error, antara lain:
  1. Registry kamu memang sudah error sebelum melakukan backup file Registry. 
  2. Terdapat virus yang menyerang laptop atau PC kamu. 
  3. File system sudah error sebelumnya, melakukan perbaikan pada Registry tidak cukup membantu windows kembali normal. 
  4. Sudah terlalu banyak yang terjadi pada Registry laptop kamu. 

Baca juga:

Cara Mengatasi Wifi Lemot di Laptop Dengan Mudah

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP