Canggihnya Pesawat Tempur Baru Milik Indonesia Ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
maxresdefault-1-825x510[1]
Daftar Topik

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mengumumkan secara resmi bahwa Indonesia telah menandatangani kontrak pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 sebanyak 11 unit dari Rusia. Pesawat tempur ini diperkirakan akan sampai di tanah air pada bulan Oktober 2018 yang mana di dalamnya sudah memiliki persenjataan yang lengkap. Rencananya, pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini akan digunakan sebagai pengganti pesawat tempur F-5 Tiger milik TNI-AU

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle yang diproduksi oleh McDonnell Douglass yang berasal dari Amerika Serikat dan pesawat F-16 Fighting Falcon yang diproduksi oleh General Dynamics yang berasal dari Amerika Serikat juga. Pesawat ini dimasukkan ke dalam kategori generasi 4++ karena dianggap sebagai lawan yang sama kuatnya dengan pesawat tempur generasi kelima buatan Lockheed Martin yang berasal dari Amerika Serikat yaitu F-22 Raptor.

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini dijadikan oleh Rusia sebagai tulang punggung hingga nanti pesawat tempur siluman atau stealth generasi berikutnya yaitu PAK-FA, resmi diperkenalkan dan dioperasikan.

Kecanggihan Pesawat Tempur Baru Indonesia

Pesawat ini sudah tidak memiliki peralatan navigasi tradisional yang dilengkapi panah penunjuk. Maka sebagai gantinya, terdapat dua penampil Kristal cair atau Liquid Crystal Display (LCD) yang akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan oleh pilot dalam format Picture in Picture.

Keberadaan actuator hidrodinamik dari sistem tenaga SU-35 yang diganti dengan yang bertenaga listrik tidak hanya mengurangi area dan beban, tetapi juga membantu memperkenalkan sistem panduan jarak jauh yang parallel dari mesin.

Secara praktiknya, berarti peran seorang pilot akan semakin ringan. Karena komputerlah yang akan menentukan segala sesuatunya, mulai dari pada kecepatan berapa dan apa mesin akan menemukan targetnya dan sebagainya.

Selain itu, pesawat ini juga bisa melakukan sebagian maneuver yang rumit sendiri seperti terbang di ketinggian yang rendah, seperti yang dikatakan Vadim Kozyulin yang merupakan seorang professor di Akademi Ilmu Militer Moskow, Rusia.

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini juga memiliki sistem radar yang sudah sangat canggih dengan digunakannya Irbis, antenna phased array yang memiliki kemampuan yang unik dalam mendeteksi target pada jarak yang sangat jauh.

Radar ini mirip dengan radar yang digunakan pada pesawat tempur F-22 Raptor. Irbis ini dapat mendeteksi target yang mendekat dari jarak 350 hingga 400 kilometer. Dari jarak sejauh itu, Sukhoi SU-35 juga dapat melihat kapal induk. Pada jarak antara 150 hingga 200 kilometer, Sukhoi SU-35 dapat melihat jembatan kereta api dan di jarak 100 hingga 120 kilometer dapat melihat perahu motor. Hebatnya, radar ini mampu memantau dan mengikuti 30 target udara secara simultan dan juga bisa mengunci dan menebak delapan sasaran sekaligus dengan misil udara yang aktif atau dua target dengan misil udara semi aktif.

Kemampuan lain yang dimiliki oleh pesawat tempur Sukhoi SU-35, seperti generasi sebelumnya adalah IRST atau Infra-Red Sighting and Tracking. IRST pada Sukhoi SU-35 berfungsi untuk mendeteksi target secara pasif melalui suhu panas yang dipancarkan target tersebut. Selain itu, IRST pada pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini juga mampu memonitor dan mengikuti empat target udara yang berbeda dan mengarahkan misil berpemandu laser ke arah target sasaran.

Dalam persenjataan, Sukhoi SU-35 menggunakan rudal pelacak udara ke udara dan udara ke permukaan dengan tipe yang baru termasuk tipe jarak jauh. Beban persenjataan maksimum Sukhoi SU-35 ini adalah 8.000 kilogram yang ditempatkan pada 12 kantung.

Karakteristik:

  • Kru: 1 Panjang: 21,9 m
  • Lebar sayap: 15,3 m
  • Tinggi: 5,90 m
  • Luas sayap: 62,0 m²
  • Berat kosong: 18.400 kg
  • Berat terisi: 25.300 kg
  • Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg
  • Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
  • Dorongan kering: 8.800 kgf masing-masing
  • Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing

Kinerja:

  • Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
  • Kecepatan maksimum: Mach 2,25 (2.390 km/h) pada ketinggian
  • Batas tertinggi terbang: 18.000 m
  • Laju panjat: >280 m/s
  • Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
  • Beban sayap: 408 kg/m²
  • Dorongan/berat: 1,1

Persenjataan:

  • 1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 peluru
  • 2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 “Archer”) atau pada ECM
  • 12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom.
  • Bom terpandu laser KAB-500
  • Bom terpandu laser KAB-1500
  • Bom terpandu laser LGB-250
  • 250 kg bom tak-terpandu FAB-250
  • 500 kg bom tak-terpandu FAB-500
  • Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250
  • Poda roket tak-terpandu S-8
  • Poda roket tak-terpandu S-13

Avionik:

  • Irbis-E PESA

Demikian pembahasan mengenai kecanggihan pesawat tempur baru milik Indonesia buatan Rusia ini. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP