5 Fakta Bunga Matahari yang Jarang Diketahui

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
bunga matahari - cover
Daftar Topik

Bunga matahari selalu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Warnanya yang kuning cerah dengan kelopak besar membuatnya bersinar seperti matahari. Namun tahukah kamu, jika bunga ini tidak hanya berwarna kuning, tetapi ada juga yang berwarna merah, ungu, oranye, dan bahkan hitam? 

Fakta Bunga Matahari

Nah, ternyata masih banyak lho fakta menarik tentang bunga matahari yang jarang diketahui oleh banyak orang. Penasaran? Yuk, disimak.

1. Ribuan bunga kecil menjadi satu bunga matahari

sunflower

Bunga ini bukan hanya satu bunga seperti yang terlihat. Bunga ini sebenarnya mengandung 1.000 hingga 2.000 bunga yang lebih kecil. Setiap kelopak kepala adalah apa yang disebut ahli botani sebagai bunga ray. “Mata” bagian dalam terdiri dari atas kuntum cakram, yang disusun dalam pola spiral yang saling berhubungan. 

Hanya kuntum cakram yang berkembang menjadi biji dan dapat melakukan penyerbukan sendiri atau penyerbukan silang dengan bunga lain menggunakan bantuan angin atau lebah, kupu-kupu, dan penyerbuk lainnya.

2. Sangat membutuhkan sinar matahari

Nama bunga matahari bukan suatu kebetulan. Bunga ini benar-benar membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Penampilannya yang cerah juga layaknya matahari membuatnya memperoleh nama tersebut. Bunga ini membutuhkan setidaknya enam sampai delapan jam sinar matahari dalam sehari. 

Ditambah, kelopak bunga juga menampilkan perilaku unik yang disebut heliotropisme, yakni secara bertahap kelopak bunga ini bergerak mengikuti posisi matahari di langit saat bergerak sepanjang hari dari timur ke barat. Setelah kuncup terbuka menjadi bunga, batangnya menjadi kaku dan tetap di tempatnya dengan bunga menghadap ke timur sepanjang hari. 

Baca Juga: Manfaat Daun Bidara bagi Kesehatan, Yuk Kepoin!

3. Berasal dari Amerika Utara

bunga matahari Berasal dari Amerika Utara

Mekar ceria yang dihasilkan oleh tanaman tahunan (Helianthus annuus) yang berasal dari Amerika Utara. Sejak 3000 Sebelum Masehi, penduduk asli Amerika menanamnya untuk obat, minyak, juga makanan. 

Mereka mulai membiakkan tanaman ini untuk menghasilkan satu kepala bunga besar. Pada 1500-an, penjelajah Spanyol membawa bunga ini ke Eropa dan segera menjadi populer karena keindahan serta kegunaan yang dimilikinya.  Pada abad ke-19, Rusia sendiri menanam dua juta hektare bunga ini setiap tahun dan masih menjadi salah satu negara teratas dalam hal produksi komersial. 

4. Bijinya sangat kaya akan gizi

Berbeda dengan bunga lainnya, bunga ini memiliki biji yang bisa dikonsumsi layaknya kacang. Biji bunga matahari ini memiliki rasanya yang cukup enak dan kerap menjadi salah satu camilan favorit. 

Bijinya dapat menjadi alternatif untuk mereka yang alergi kacang. Selain itu, menjadi topping tambahan untuk roti dan makanan panggang lainnya atau dapat ditaburkan di atas salad.  Tidak hanya enak, bijinya juga tinggi gizi. Biji bunga ini kaya protein, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, dan vitamin E. Jadi, jika mencari camilan sehat, bijinya bisa menjadi pilihan.  

5. Menjadi ikon seni, budaya, dan musik

Seri bunga matahari karya pelukis pasca-impresionis Belanda, Vincent Van Gogh, adalah salah satu karyanya yang paling terkenal. Lukisan minyak yang hidup adalah titik terang di antara beberapa karya Van Gogh yang lebih gelap dan telah menginspirasi banyak seniman lain di seluruh dunia. Baru-baru ini, bunga ini dinobatkan sebagai salah satu dari tiga bunga teratas oleh Minecraft, video game terlaris sepanjang masa.  

Bunga ini juga pernah dijadikan sebuah lagu berjudul  “Sunflower” atau “Bunga Matahari” yang dirilis pada Oktober 2018 dan tetap berada di 10 besar di Billboard Hot 100 selama 33 minggu.

septirm
septirm
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP