Bolehkah Ibu Hamil Tidur Terlentang? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daftar Topik

Ibu yang sedang hamil memang harus mempelajari banyak hal untuk menjaga masa kehamilannya. Bahkan, ibu hamil yang perlu mengubah kebiasaan hidupnya agar kehamilan bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya risiko kesehatan baik bagi sang ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Salah satu hal yang juga sangat perlu untuk diperhatikan adalah posisi tidur untuk ibu hamil. Terlebih ketika perutnya semakin membesar dari waktu ke waktu, yaitu ketika usia kehamilan memasuki usia kehamilan trimester 2 dan 3.

Ibu hamil memang sering kali merasa sulit untuk menemukan posisi tidur yang nyaman. Hal ini terjadi karena pada saat hamil, ibu hamil juga sering kali mengalami insomnia. Salah satu rumor yang beredar mengenai hal tersebut adalah bahwa posisi tidur terlentang yang tidak baik bagi ibu hamil. Benarkah demikian? Berikut ini merupakan penjelasannya.

Bolehkah Ibu Hamil Tidur Terlentang? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Bahaya Ibu Hamil Tidur Terlentang bagi Janin

Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester memang sudah pernah dilakukan di berbagai negara. Salah satu negara yang melakukan penelitian tersebut adalah Amerika Serikat. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidur terlentang selama masa kehamilan ternyata bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi janin yang ada di dalam kandungan. Hal ini terjadi karena ibu yang tidur dalam posisi terlentang bisa memberikan tekanan pada rahim, sehingga memungkinkan sirkulasi darah ke jantung menjadi terhambat. Hal tersebut dapat mengurangi asupan nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin, termasuk menghalangi kelancaran sirkulasi ke seluruh bagian tubuh ibu yang lainnya. Hal ini juga diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Auckland.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidur dengan posisi terlentang pada usia kehamilan yang memasuki usia trimester 3 dapat meningkatkan risiko stress yang terjadi pada janin. Hal ini disebabkan karena sirkulasi darah pada tubuh ibu hamil yang tidak lancar, sehingga nutrisi dan oksigen untuk janin tidak bisa ditransferkan secara maksimal. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi irama detak jantung pada janin. Bahkan, bahaya yang bisa ditimbulkan dari keadaan ini adalah janin yang meninggal dalam kandungan.

Akan tetapi meskipun begitu, faktor kematian dini yang terjadi pada janin di dalam kandungan juga tidak hanya disebabkan oleh posisi tidur ibu hamil yang salah seperti tidur terlentang. Meskipun posisi tidur juga mempengaruhi kondisi ibu dan janin, tetapi beberapa kondisi kesehatan ibu yang lebih bisa meningkatkan risiko kematian dini pada janin yang ada di dalam kandungan, seperti ibu yang mengalami preeklampsia.

Oleh karena itu, jika kamu bertanya mengenai bolehkah ibu hamil tidur dengan posisi terlentang, maka para ahli akan berkata bahwa tidur terlentang memang bisa saja meningkatkan risiko kematian pada janin di dalam kandungan, atau mengganggu sirkulasi nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Akan tetapi, hal ini belum bisa dipastikan secara mutlak mengenai seberapa besar risiko yang akan diterima karena hal tersebut. Maka dari itu, para ibu yang memiliki risiko atau pun masalah kesehatan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka sebaiknya ibu menghindari tidur dengan posisi terlentang ketika hamil agar keamanan lebih terjamin. Sementara itu, bagi ibu yang tidak memiliki masalah, bisa menghindari tidur terlentang agar janin bisa mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang cukup dari tubuh ibu selama masa kehamilan.

Bahaya Ibu Hamil Tidur Terlentang Bagi Ibu

Selain bahaya yang menghantui janin yang ada di dalam kandungan, ternyata posisi tidur terlentang juga bisa memberikan risiko kesehatan untuk ibu yang sedang hamil. Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai risiko apa saja yang akan diterima oleh ibu hamil yang tidur terlentang.

Nyeri punggung

Posisi tidur terlentang pada saat masa kehamilan akan memberikan tekanan yang berlebih pada fisik ibu yang sedang hamil. Hal ini akan mengakibatkan bagian punggung mendapatkan tekanan yang berlebih dari beban yang ada di atasnya. Hal inilah yang bisa meningkatkan risiko nyeri punggung pada ibu hamil yang sudah memasuki usia kehamilan trimester 2 dan 3.

Sulit bernafas

Tidur terlentang pada ibu hamil juga bisa menyebabkan sulitnya bernapas bagi sang ibu. Kondisi ini sering kali menyebabkan ibu hamil tidur mendengkur ketika tidur. Hal ini disebabkan karena saluran pernapasan tidak terbuka lebar pada saat tidur dalam posisi terlentang.

Sleep Apnea

Selain beberapa risiko yang sebelumnya telah disebutkan, ternyata tidur dalam posisi terlentang bagi ibu hamil juga bisa meningkatkan risiko gangguan tidur, sehingga ibu lebih sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas selama masa kehamilan.

Itulah penjelasan mengenai bahaya yang disebabkan akibat tidur terlentang, baik bagi ibu yang sedang mengandung maupun janin yang ada di dalam kandungannya. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARTIKEL LAINNYA