Biografi Imam Syafi’i dan Pemikirannya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
23320-imam syafii karya
Daftar Topik

Imam Syafi’i merupakan salah satu ulama dari empat imam madzab yang ada di dunia. Tentu saja nama beliau tidak terlalu asing di telinga kita sebagai orang Indonesia. Karena sebagian besar masyarakat menggunakan madzab dari Imam Syafi’i. Mungkin  kita hanya sekedar tahu nama beliau namun tidak tahu bagaimana biografi Imam Syafi’i. Berikut ini penjelasan singkat mengenai biografi Imam Syafi’i.

Nasab Imam Syafi’i


 Imam Syafi’i mempunyai nama lengkap Muhammad bin Idris bin ‘Abbas bin ‘Usman bin Syaafi’ bin Saaib bin ‘Ubaid bin ‘Abdu Yazid bin Haasyim bin ‘Abdul Mutthalib bin ‘Abdul Manaf. Imam Syafi’i merupkan satu-satunya imam madzab yang mempunyai garis keturunan Quraisy yang nasabnya bersambung dengan Rasulullah SAW.

Lahir dan Wafatnya Imam Syafi’i 


Ada beberapa pendapat yang mengatakan tentang lahirnya Imam Syafi’i. Imam Nawawi pernah mengatakan bahwa ulama sepakat Imam Syafi’i lahir pada tahun ke 150 Hijriyah. Yang mana tahun itu adalah tahun wafatnya Abu Hanifah.

Mengenai tempat lahirnnya Imam Syafi’i, ada tiga pendapat yang bereda. Pendapat yang pertama, menerangkan bahwa Imam Syafi’i mengatakan beliau lahir di Gaza pada tahun 150 H. Kemudian pada saat umur 3 tahun pindah ke Mekah.

Pendapat yang kedua menerangkan bahwa Imam Syafi’i mengatakan beliau lahir di ‘Asqalan. Yang mana jarak antara ‘Asqalan dengan Gaza adalah sekitar 3 Fasakh. Kedua daerah tersebut masih dalam lingkup Palestina.

Kemudian, untuk pendapat yang ketiga menerangkan bahwa Imam Syafi’i pernah berkata bahwa beliau lahir di Kota Yaman. Karena ditakutkan terlantar, sang ibu membawanya ke Mekah. Pendapat yang ketiga ini disebut sebagai pendapat yang paling lemah.

Pendidikan, Pengembaraan dan Karir Imam Syafi’i


Imam Syafi’i dibesarkan oleh ibunya dalam keadaan yatim. Yang mana kala itu mereka  hidup di dalam kesempitan dan juga kekurangan. Namun keadaan tersebut tidak menjadikan Imam Syafi’i menjadi pudar semangat belajar ilmu.

Imam Syafi’i telah mengembara untuk belajar suatu ilmu. Dari pengembaraan ilmu tersebut, Imam Syafi’i dapat memahami berbagai macam ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ulama’ sebelumnya.

Karena merasa harus mermperdalam keilmuannya lagi, Iman Syafi’i memutuskan untuk pergi ke Irak. Kepada para murid dari Abu Hanifah, Imam Syafi’i memantapkan ilmunya terutama pada ilmu fikih.

Aktivitas Imam Syafi’i pada bidang pendidikan beliau mulai mengajar dengan menjadi seorang asisten dari  dari Imam Malik. Imam Syafi’i diberi gelar Nasir As Sunnah. Gelar ini memiliki arti sebagai pembela sunnah atau hadist.

Karya-karya Imam Syafi’i


Banyak karya ilmiah yang telah ditulis oleh Imam Syafi’i. Sebagai seorang ilmuwan yang tidak hanya berpaku pada satu disiplin ilmu, setidaknya ada sekitar 113 kitab yang ditulis oleh Imam Syafi’i mulai dari kitab tafsir, kesusastraan arab, fikih dan yang lainnya. Beberapa karya tulis dari Imam Syafi’i antara lain :

1. Kitab Ar Risalatul Jadiidah

Merupakan sebuah kitab yang dicetak dan di teliti oleh Syaikh Ahmad Syakir. Kitab  Ar Risalatul Jadidah berbentuk kitab besar dengan satu jilid saja. Kitab ini berisikan tentang Al Qur’an dan penjelasannya yang ditulis sendiri oleh Imam Syafi’i. Yang juga membahas mengenai Sunnah berikut kedudukannya dari Al Qur’an.

Dalam kitab tersebut, Imam Syafi’i mengemukakan bahwa untuk berhujjah atau beragumentasi harus berdasar dengan As Sunnah. Di dalamnya juga dijelaskan mengenai masalah Mansikh dan juga Nasikh yang terdapat dalam Al Qur’an dan juga As Sunnah. Begitu juga tentang bahasan ‘ilal (i’lal / cacat) yang dapat ditemukan pada berbagai macam hadist. Selain itu juga dilengkapi dengan alasan mengapa  hadist ahad harus diambil sebagai hujjah atau dasar hukum. Juga di tuliskan mengenai hal-hal yang boleh atau tidak untuk diperselisihkan dari dalam.

2. Kitab Al Umm

Kitab Al Umm merupakan sebuah kitab tebal yang mempunyai empat jilid (volume) yang di dalamnya terdapat setidaknya 128 masalah.  Di mulai dari pembahasan awal seputar At Thoharoh (masalah bersuci), selanjutnya pembahasan mengenai kitab as-shalah (masalah sholat) dan seterusnya. Setiap bab yang disusun oleh beliau dalam kitab ini berdasar dengan bab-bab fikih.

Tidak jauh dengan kitab Al Umm, kemudian ada beberapa kitab yang juga ikut di cetak, seperti :

Bersama dengan kitab Al Umm, dicetak pula kitab-kitab yang lainnya. Diantaranya yaitu :

  1. Kitab Jimaa’ul Ilmi, dalam kitab ini berisikan pembelaan terhadap as Sunnah dan pengalamannya.
  2. Kitab Ibthaalul Istihsan, isinya menjelaskan tentang sanggahan terhadap para fuqaha (ahli fiqih) yang berasal dari madzab Hanafi.
  3. Kitab yang menerangkan tentang perbedaan antara Imam Malik dan juga Imam Asy- Syafi’i.

Kitab Ar Radd ‘alaa Muhammad al Hasan. Dalam kitab ini berisikan bantahan yang ditujukan pada Muhammad bin Al Hasan.

  1. Kitab Al Musnad

Kitab Al Musnad yang ditulis oleh Imam Syafi’i berisikan hadist hadist yang juga ada dalam kitab AL Umm. Dalam AL Musnad Imam Syafi’i juga mencantumkan sanadnya.

4. Kitab ‘Ikhtilaf Malik Wa Syafi’i’

Sesuai dengan judulnya, dalam kitab ini di tulis masalah mengenai ikhtilaf yang terjadi antara Ibnu Mas’ud dengan Ali juga mengenai ikhtilaf antara Abu Hanifah dengan Imam Syafi’i.

Dengan mengetahui biografi dari salah satu ulama fikih yaitu Imam Syafi’i, tentunya ada hal-hal yang dapat kita tiru. Misalnya saja semangat Imam Syafi’i yang senantiasa berkobar meskipun dalam keadaan yang sempit. Karena ilmu adalah sesuatu yang tidak akan pernah habis sekalipun kita menghabiskan waktu setiap saat  untuk belajar ilmu.

BACA JUGA!

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA