Adab Menuntut Ilmu dalam Islam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
30320-dakwah
Daftar Topik

Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim tanpa terkecuali. Banyak sekali ilmu yang bisa kita dapatkan, baik itu di sekolah atau di dalam kehidupan sehari-hari. Dari sekian banyak ilmu, agama yang paling dianjurkan untuk dipelajari. Dalam hal ini bukan berarti ilmu lainnya tidak dibutuhkan. Apapun ilmu yang sedang dicari, ada adab yang harus diterapkan karena dalam Islam sudah diatur dengan baik. Nah, apakah Anda masih belum mengetahui adab ketika mencari ilmu? Tak perlu khawatir, berikut ini adab menuntut ilmu dalam Islam yang harus diketahui.

Niat Karena Allah


Membenarkan niat menjadi hal pertama yang paling penting untuk menuntut ilmu. Niat mencari ilmu haruslah yang baik yaitu karena Allah bukan karena yang lain. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam hadits Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i karena  Allah dengan ikhlas. Namun, jika mencari ilmu untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau menyombongkan diri, maka tidak akan mendapat harumnya surga.” (HR. Ahmad)

Selalu Berdoa


Apapun yang sedang kita lakukan, seharusnya diawali dan diakhiri dengan berdoa, tak terkecuali dalam mencari ilmu. Tujuan berdoa sebelum mencari ilmu yaitu agar kita mendapatkan kemudahan dalam menyerap ilmu, bahkan ketika kita mengamalkannya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

عِلْمًا زِدْنِي رَبِّ وَقُلْ

Dan katakanlah :”Ya Tuhanku, berikan aku ilmu pengetahuan”.

Berdoalah sebelum menuntut ilmu agar mendapatkan manfaat dari apa yang sedang dipelajari. Selain itu berharap semoga di mudahkan dalam memahami ilmu yang diberikan.

Selalu Bersungguh-sungguh


Setelah niat dengan baik dan berdoa dengan benar, adab menuntut ilmu selanjutnya yaitu hendaknya kita bersungguh-sungguh dan selalu antusias untuk mendapatkan ilmu yang diberikan oleh guru. Dalam menuntut ilmu kita boleh untuk selalu merasa kurang. Karena hendaknya kita selalu berkeinginan untuk menambah ilmu yang belum kita miliki.

Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam barsabda bahwa “ Ada orang rakus di dunia ini yang tidak pernah kenyang. Orang yang rakus terhdap ilmu. Tetapi tidak pernah kenyang dengan ilmu. Orang yang rakus terhadap dunia dan tetapi tidak pernah kenyang dengan dunia.” (HR. Al-Baihaqi)

Menjauhi Maksiat


Jauhkan diri dari hal-hal yang maksiat agar ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan berkah. Karena jika diri di isi dengan hal-hal yang maksiat, maka otak akan menjadi sulit berkonsentrasi dan ilmu yang didapatkan sulit untuk dimengerti. Sebagai orang muslim yang sudah baligh pastinya kita sudah mengetahui mana yang benar dan mana salah. Yang benar harus dipertahankan atau bahkan di tambah dan yang salah harus dihindari.

Selalu Rendah Hati


Meskipun kita sudah memiliki banyak ilmu, diharapkan untuk selalu rendah hati. Hal ini dikarenakan saat ini banyak sekali orang sombong karena merasa sudah memiliki banyak ilmu dibandingkan orang lainnya.  Sebanyak apapun ilmu yang dimiliki, jika sombong dan tidak rendah hati, maka ilmu yang didapatkan tidak akan bermanfaat.

Memperhatikan Penjelasan


Hargai siapapun orang yang memberikan ilmu dengan cara memperhatikan penjelasan yang diberikan. Agar lebih mudah dalam menerima ilmu yang diberikan, maka berkonsentrasilah. Karena apapun yang diberikan atau disampaikan oleh guru pastilah benar. Sebagai murid, haruslah rendah hati kepada guru.

Bahkan, adab diam ketika guru atau ustadz menjelaskan saat ini banyak dilupakan. Agar ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan berkah, jangan membuat gaduh. Dengan kata lain jangan berbicara sesuatu yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang disampaikan.

Menghafal dan Mengamalkan


Agar tidak mudah lupa setelah memahami ilmu yang didapatkan, hendaknya menghafalkan ilmu  tersebut. Menghafal merupakan salah satu cara termudah untuk mengingat ulang pelajaran yang sudah didapatkan.

Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Semoga Allah selalu memberikan cahaya kepada orang yang mendengar perkataanku. Setelah itu ia memahami, menghafalkan, dan menyampaikan apa yang sudah didapatkan.” (HR. At-Tirmidzi).

Setelah menghafalkan ilmu yang didapatkan, haruslah diamalkan agar lebih bermanfaat. Karena ilmu yang tidak diamalkan akan sangat sia-sia. Mengingat ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal yang tidak akan pernah putus, bahkan setelah kita meninggal.

Mendakwahkan


Adab menuntut ilmu yang terakhir yaitu mendakwahkan. Maksudnya ilmu yang didapatkan harus disebarkan kepada mereka yang belum mengetahuinya dan niatkan hal tersebut untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Jangan sampai karena memiliki ilmu yang tinggi sehingga sombong dan meremehkan orang lain. Sebanyak apapun yang kita miliki, akan tetap ada yang lebih tinggi.

Menuntut ilmu diwajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Maka dari itu, agar ilmu yang didapatkan bisa lebih bermanfaat dan berkah, ada adab-adab yang harus dilakukan dalam mencari ilmu. Yang terpenting dalam adab mencari ilmu yaitu menghargai dan memperhatikan guru yang menyampaikan.

BACA JUGA!

Inilah Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA