7 Dampak dari Pemanasan Global

0

Keadaan bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja, hal ini karena ada pemanasan global yang terjadi di dalamnya. Arti dari pemanasan global sendiri adalah, peningkatan suhu yang terjadi pada permukaan bumi sehingga membuat lapisan ozon di atmosfer menjadi berlubang. Adapun Dampak Dari Pemanasan Global tersebut sangat banyak, dan tentunya bisa membuat manusia dan makhluk hidup lainnya seperti hewan maupun tumbuhan menjadi terancam.

Fenomena pemanasan global bisa terjadi disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia seperti menggunakan listrik maupun kegiatan sehari-hari seperti mencuci pakaian dengan deterjen dan juga memakai kendaraan bermotor. Semua kegiatan tersebut bisa menjadi sebab pemanasan global, karena di dalamnya terdapat banyak gas karbon yang dilepaskan di udara sehingga membuat kerusakan di lubang ozon dan membuat frekuensi radiasi dari sinar matahari menjadi bertambah.

Agar wawasan mengenai Dampak Dari Pemanasan Global semakin luas, cermati dengan seksama ulasan di bawah ini.

Membuat Iklim Menjadi Tidak Stabil

Dampak pertama yang dibawa oleh pemanasan global adalah, iklim yang ada di bumi menjadi tidak stabil. Hal ini bisa terjadi karena adanya pelelehan es di kutub utara bumi yang disebabkan oleh peningkatan suhu di udara.  Saat terjadi pemanasan global, lubang ozon yang ada di kutub utara lebih besar daripada yang ada di kutub selatan sehingga menyebabkan penguapan air berkepanjangan dan membuat beberapa wilayah mengalami kekeringan dan musim hujan tidak menentu.

Membuat Permukaan Air Laut Menjadi Naik

Dampak selanjutnya yang bisa terjadi akibat pemanasan global adalah naiknya permukaan air laut. Bumi yang menjadi semakin panas akibat kenaikan suhu, membuat air laut mengalami peningkatan volume pada permukaannya sehingga membawa dampak buruk bagi biota-biota laut dan juga tumbuhan yang ada di dekatnya.

Adapun dampak buruk dari kenaikan permukaan air laut adalah:

  • Lahan Pertanian Menjadi Rusak

Apabila permukaan air laut mengalami kenaikan volume maka akan mengakibatkan beberapa dampak, salah satunya adalah lahan pertanian yang ada di dataran rendah menjadi kurang subur alias rusak. Hal tersebut bisa terjadi karena daerah dataran rendah bisa berpotensi terkena banjir saat air laut mengalami pasang surut, sehingga air garam yang masuk ke daerah tersebut akan bercampur dengan  tanah di sekitarnya.

  • Memicu Terjadinya Abrasi

Dampak selanjutnya yang bisa terjadi akibat peningkatan volume permukaan air laut adalah abrasi, pengertian dari abrasi sendiri yaitu pengikisan garis pantai akibat gelombang air laut. Abrasi atau erosi pantai bisa menyebabkan garis pantai menjadi hilang secara perlahan-lahan, menyebabkan ekosistem makhluk hidup yang ada disekitarnya tidak seimbang.

  • Hutan Mangrove Menjadi Rusak

Kenaikan volume permukaan air laut juga bisa mengakibatkan hutan mangrove yang ada di dekat pantai menjadi rusak, hal ini karena akar-akar tumbuhan mangrove akan terbawa arus gelombang laut saat pasang surut terjadi sehingga bakal tumbuhan baru akan hilang atau bahkan mati.

Jika ekosistem mangrove berkurang, maka akan sangat merugikan bagi manusia karena tumbuhan mangrove bisa dijadikan sebagai pencegah abrasi dan merupakan tempat bertahan hidup bagi satwa tertentu.

Lapisan Ozon Semakin Menipis

Salah satu dampak paling berbahaya dari pemanasan global adalah, lubang ozon yang ada di atmosfer akan semakin menipis. Lapisan ozon sendiri sangat penting peranannya bagi kelangsungan makhluk hidup yang ada di bumi, karena berfungsi sebagai penyaring sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

Sehingga apabila lapisan tersebut mengalami penipisan, maka sinar ultraviolet yang masuk ke dalam bumi akan semakin banyak dan bisa membawa dampak buruk seperti kerusakan ekosistem dan beberapa masalah lainnya.

Gletser di Kedua Kutub Bumi Akan Mencair

Pemanasan global akan membuat gletser atau es yang ada di kutub bagian utara dan selatan bumi mengalami pencairan secara perlahan-lahan. Hal bisa terjadi sebagai akibat dari suhu permukaan bumi yang semakin mengalami peningkatan. Apabila gletser di kedua bagian kutub tersebut mencair, maka akan menimbulkan beberapa dampak bagi manusia dan makhluk lainnya. Salah satunya adalah, penguapan air yang ada di udara akan semakin banyak sehingga membuat iklim menjadi tidak stabil dan beberapa satwa seperti penguin akan kehilangan habitat aslinya.

Ekosistem Alam Menjadi Tidak Seimbang

Saat terjadi pemanasan global, maka akan membuat ekosistem alam menjadi kurang seimbang. Hal ini karena, beberapa hewan maupun tumbuhan akan bermigrasi menuju tempat yang sesuai dengan habitat asli mereka. Sehingga beberapa daerah yang mempunyai suhu lebih dingin akan diisi oleh berbagai hewan. Suhu bumi yang semakin panas akan membuat beberapa hewan dan tumbuhan akan mati, sehingga membuat rantai makanan antar populasi hewan dan tumbuhan menjadi tidak stabil.

Mendatangkan Penyakit

Hal lain yang bisa timbul akibat pemanasan global adalah, timbulnya penyakit kulit dan  gangguan kardiovaskular. Kedua penyakit tersebut bisa menyerang manusia karena sinar matahari akan memantulkan radiasinya lebih banyak ke permukaan bumi, karena lubang ozon mengalami kebocoran.

Membuat Pergantian Musim Semakin Tidak Teratur

Akibat pemanasan global yang terjadi pada bumi, maka akan menyebabkan pergantian musim menjadi semakin tidak teratur dan sulit  untuk diprediksi. ketidakstabilan musim tersebut terjadi karena iklim antar benua di dalam bumi tidak menentu kondisinya, sehingga beberapa musim akan mengalami masa yang lebih panjang dari semestinya.

Masih ada beberapa lainnya yang bisa timbul akibat Dampak Dari Pemanasan Global tersebut, yang bisa dilakukan agar pemanasan global sedikit berkurang adalah dengan cara melestarikan alam seperti menggalakkan reboisasi, menggunakan bahan bakar ramah lingkungan serta menggunakan listrik dengan hemat dan cermat.

BACA JUGA!

Pengertian dan Ciri Makhluk Hidup