7 Candi Hindu Buddha yang Terkenal di Indonesia, Ini Dia Ciri Lengkapnya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Candi-Peninggalan-Hindu-di-Indonesia-Terbesar[1]
Daftar Topik

7 Candi Hindu Buddha yang Terkenal di Indonesia – Agama Hindu di negara Indonesia merupakan agama yang dibawa dari Tiongkok dan India oleh para musafir. Dari beberapa musafir yang membawa agama Hindu yang terkenal yaitu Maha Resi Agastya. Dia terkenal sebagai musafir dari India dan dikenal dengan sebutan Batara Guru atau juga Dwipayana. Agama Hindu tersebar mulai abad ke-4, dibuktikan dengan berdirinya kerajaan Tarumanegara serta kerajaan Mataram.

Selain agama Hindu, ada juga agama lain yang dibawa oleh para musafir asal India ke Indonesia. Salah satunya ialah agama Buddha. Menurut sejarah, agama ini pertama kali muncul pada abad ke-6 Masehi. Kemudian agama ini semakin berkembang berkat berdirinya kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Mirip dengan agama Hindu, konon, agama ini juga disebarkan lewat jalur laut.

Seiring dengan berkembangnya agama Hindu  dan Buddha, berdirilah candi-candi yang digunakan sebagai tempat ibadah. Selain itu, bangunan ini juga memiliki fungsi untuk upacara ritual serta pemujaan kepada dewa, loh.

Kali ini, Blog elevenia akan membahas candi Hindu Buddha yang terkenal di Indonesia secara singkat dan padat. Yuk, simak info selengkapnya!

Ciri-Ciri Candi Hindu Buddha di Indonesia

Sebelum membahas lebih lanjut tentang candi Hindu Buddha yang terkenal di Indonesia, akan lebih baik kalau kita membahas perbedaan cirinya. Hal ini karena keduanya punya ciri khusus yang unik. Apa saja ya? Ini dia daftarnya.

  1. Puncak candi Hindu terdapat bentuk ratna, sedangkan puncak candi Buddha terdapat stupa.
  2. Candi Hindu digunakan untuk tempat pemakaman raja sampai pemujaan dewa. Sedangkan candi Buddha hanya digunakan sebagai tempat pemujaan.
  3. Keduanya sama-sama memiliki 3 struktur bangunan, namun namanya berbeda. Pada candi Hindu, struktur bangunannya bernama Bhurloka, Bhuvarloka, dan Svarloka. Sedangkan pada candi Buddha, struktur bangunannya bernama kamadatu, rupadatu dan arupadatu.
  4. Candi Hindu memiliki bangunan yang lebih ramping, sedangkan candi Buddha memiliki bangunan yang lebih berisi.
  5. Candi Hindu memiliki arca Dewa Trimurti, sedangkan candi Buddha terdapat patung Buddha.
  6. Candi Hindu terdiri dari kelompok candi. Candi utama dan candi lainnya berada di belakang candi perwara. Sedangkan candi Buddha memiliki candi utama yang dikelilingi candi lainnya.
  7. Pada pintu masuk candi Hindu terdapat kepala kala dengan rahang bawah. Sedangkan pada candi Buddha kepala kala di pintu masuknya tidak memiliki rahang bawah. Selain itu terdapat juga makara ganda di masing-masing pintunya.
  8. Candi Hindu tidak memiliki relief. Sedangkan candi Buddha memiliki relief yang mengisahkan cerita tertentu.

7 Candi Hindu Buddha yang Terkenal di Indonesia

Setelah mengulas ciri khasnya, yuk kenali ragam candi Hindu Buddha yang terkenal di Indonesia.

1. Candi Prambanan

candi-hindu-buddha-yang-terkenal-di-indonesia-candi-prambanan

Candi peninggalan Hindu di Indonesia terbesar yaitu candi Prambanan yang ada di Sleman, Yogyakarta. Candi Prambanan juga terkenal dengan sebutan candi Roro Jonggrang. Hal ini karena adanya legenda tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Menurut arkeolog, candi ini dibangun pada masa kerajaan Mataram, tepatnya sekitar abad ke-9. Candi Prambanan dibangun guna menghormati Dewa Siwa. Hal ini diperkuat dengan tulisan yang ada di prasasti Siwagraha. Tulisan itu ditulis dengan bahasa Sansekerta dan berarti Rumah Siwa. Di dalam candi Prambanan juga ada 1 patung, yaitu patung Dewa Siwa dengan tinggi 3 m. Patung tersebut juga diyakini sebagai patung Roro Jonggrang.

2. Candi Arca Gupolo

candi-arca-gupolo

Candi peninggalan Hindu di Indonesia yang berikutnya adalah candi Arca Gupolo. Letaknya berada di kelurahan Sambirejo, Yogyakarta dengan mempunyai 7 arca. Seperti Arca Agastya yang ukurannya bisa sampai 2 meter. Arca tersebut sangat identik dengan trisula yakni simbol dari Dewa Siwa.

Candi Arca Gupolo memiliki ciri khas tersendiri yaitu sumur abadi yang ada di dalam kompleksnya. Sumur abadi tersebut banyak dimanfaatkan oleh para penduduk pada saat masuk musim kemarau panjang. Mereka memanfaatkan sumur tersebut karena tidak pernah kering.

Konon, Candi Arca Gupolo masih punya hubungan yang erat dengan Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Gupolo sendiri merupakan nama dari Patih Raja dan Ratu Boko, yang mempunyai Candi Ratu Boko. Sedangkan Ratu Boko tersebut merupakan nama dari ayah Roro Jonggrang. Hal ini lah yang menjadikan ketiganya berhubungan yang erat.

3. Candi Ceto

candi-hindu-buddha-yang-terkenal-di-indonesia-candi-ceto

Selanjutnya Candi Ceto yang ada di Jawa tengah. Candi Hindu ini dibangun sekitar abad ke-15, tepatnya pada masa kerajaan Majapahit akhir. Candi Ceto ini ditemukan oleh pemerintah Hindia Belanda yang telah terkubur di dalam tanah reruntuhan.

Untuk kamu yang mengunjunginya, candi ini terletak di Karangayar, Jawa Tengah. Candi Cetho memiliki sembilan tingkatan berundak. Saat masuk ke kompleks candi ini, kamu bisa mendapati dua pasang arca penjaga. Menariknya, candi ini juga memiliki beberapa tulisan dan simbol pada dindingnya. Bentuknya yang cantik juga cocok untuk dijadikan latar foto.

Baca Juga: 6 Kelenteng Terunik di Indonesia, Indah dan Bersejarah!

4. Candi Sewu

candi-sewu

Candi Buddha yang satu ini dibangun pada abad ke-8 Masehi. Tepatnya pada masa dinasti Syailendra. Walaupun memiliki nama sewu yang berarti seribu dalam bahasa Jawa, jumlah candi di dalam kompleksnya tidak sampai seribu, loh. Tepatnya hanya ada 249 candi saja.

Sama seperti Candi Prambanan, nama candi ini juga melejit karena adanya legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Konon, candi ini merupakan candi yang dibangun Bandung Bondowoso sebagai syarat untuk menikahi Roro Jonggrang. Karenanya, letaknya pun tidak terlalu jauh dari candi Prambanan. Yaitu masih di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Jumlah candi yang banyak menjadikannya memiliki ukuran yang cukup luas. Candi Sewu memiliki panjang 185 meter dan lebar 165 meter.

5. Candi Borobudur

candi-hindu-buddha-yang-terkenal-di-indonesia-candi-borobudur

Siapa sih yang gak kenal dengan candi yang satu ini? Candi Borobudur semakin dikenal karena masuk dalam 7 keajaiban dunia versi UNESCO. Candi ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi ini memiliki umur yang sama dengan Candi Sewu. Keduanya sama-sama dibangun pada abad ke-8 di masa dinasti Syailendra.

Hal yang membuatnya unik ialah banyaknya jumlah stupa yang ada di dalamnya. Uniknya, diantara stupa-stupa tersebut, terdapat salah satu stupa yang terbuka. Di dalam Candi Borobudur, terdapat 504 arca Buddha dan 2.672 relief yang menghiasi dindingnya. Bangunannya yang indah dan megah masih menjadikannya sebagai primadona di masa kini.

6. Candi Kalasan

candi-kalasan

Satu lagi nih candi yang ada wilayah Sleman, Yogyakarta. Uniknya, candi Kalasan juga punya julukan lain, loh. Yaitu candi Kalibening. Menurut prasasti Kalasan, candi ini dibangun untuk menghormati Bodhisatwa wanita dan Tarabhawana. Selain itu, candi ini dibangun sebagai wihara untuk para pendeta.

Konon, candi ini dibangun pada sekitar tahun 778 Masehi. Menariknya, terdapat 52 stupa yang indah di kompleks candi Kalasan. Selain itu, terdapat juga beberapa hiasan cantik yang ada di candi ini. Seperti hiasan Bajralepa dan motif purnakalasa yang ada di relief dindingnya. Oh iya, keindahan candi ini akan semakin terlihat jika kamu menikmatinya dari bagian selatannya.

7. Candi Mendut

candi-mendut

Soal lokasi, candi Buddha yang satu ini terletak tak jauh dari Candi Borobudur. Yaitu masih di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Menurut sejarah, candi Mendut dibangun pada 824 Masehi oleh raja pertama dinasti Syailendra, yaitu Raja Indra. Buktinya diperkuat oleh tulisan yang ada di dalam prasasti Karangtengah yang juga ditulis di tahun yang sama.

Berbeda dari candi lainnya, candi Mendut punya hiasan yang berselang-seling. Banyak ukirannya yang menggambarkan beberapa makhluk kahyangan seperti dewa, gandarwa dan bidadari. Terdapat juga relief yang memiliki gambar dua ekor kera serta seekor garuda. Kedua tangga candi Mendut juga memiliki relief yang memiliki cerita khusus, yaitu Pancacatra dan Jataka.

Itu dia informasi seputar candi Hindu Buddha yang terkenal di Indonesia. Semua unik dan menarik, bukan? Moga dengan adanya artikel ini, membuat kita makin bangga dengan peninggalan sejarah bangsa kita, ya.

Jihan Ariya
Jihan Ariya
Honestly gak gitu lincah dalam menulis sih, tapi tak apa, yang penting heppy :D
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP