5 Penyebab Kematian di Indonesia yang Harus Kamu Tahu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
jantung-penyebab-kematian-tertinggi-di-indonesia1627161973.ilustrasialatdetakjantung[1]
Daftar Topik

Mati merupakan salah satu kejadian yang tidak bisa diprediksi kapan dan bagaimana hal tersebut akan terjadi. Hal ini seharusnya membuat kita sadar bertapa berharganya waktu yang kita habiskan di dunia ini sebelum ajal menjemput. Namun dari banyaknya kematian yang terjadi, ada sejumlah penyebab kematian terbanyak yang terjadi di Indonesia. Kebanyakan dari penyebab kematian tersebut bisa dicegah dengan cara yang tepat. Inilah sejumlah penyebab kematian di Indonesia yang harus kamu tahu!

Penyebab Kematian di Indonesia yang Harus Kamu Tahu

Penyakit Kardiovaskuler

Mungkin sebagian dari kamu sudah bisa menebak. Ya, penyebab kematian terbanyak masyarakat Indonesia adalah penyakit kardiiovaskuler. Penyakit yang satu ini merupakan golongan dari sejumlah penyakit yang berkaitan dengan gangguan fungsi jantung dan juga pembuluh darah. Misalnya saja, gagal jantung, jantung koroner (PJK), hipertensi sampai stroke.

Hal ini bisa dibuktikan dengan data Riskesdas pada tahun 2013 dari Kementerian Kesehatan, yang menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler sebanyak 7,4 juta atau sekitar 42,3 persen. Dari jumlah tersebut, PJK sebanyak 6,7 juta atau sekitar 38,3 persen dan sisanya diisi oleh stroke. Khasus penyakit jantung koroner (PJK), stroke dan juga gagal ginjal banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit tersebut rata-rata ditemukan pada wanita dengan kelompok umur, 45 sampai 54 tahun, 55 sampai 64 tahun dan 65 sampai 74 tahun.

Meski begitu, penaykit kardiovaskuler dapat menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Penyakit yang satu ini tak dapat disembuhkan. Namun penyakit ini bisa dicegah dengan cara melindungi kesehatan jantung. Caranya adalah dengan mengendalikan tekanan darah maupun kolesterol agar tetap dalam batas normal.

Diabetes

Diabetes (kencing manis) adalah salah satu penyakit kronis yang wajib kamu diwaspadai. Biasanya ditandai dengan adanya kelainan metabolik yang diakibatkan dari prankreas yang kurang dalam memproduksi insulin. Kondisi ini pun bisa terjadi akibat dari kurangnya respon tubuh pada insulin. Atau mungkin juga terjadi karena pengaruh hormone lain yang mengakibatkan kinerja insulin menjadi terhambat.

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dan dapat berpengaruh buruk pada organ tubuh yang lainnya, seperti kegagalan fungsi mata, saraf, ginjal, pembuluh darah dan jantung. Diabetes sering juga disebut “silent killer”, sebab kebanyakan dari penderita tidak sadar akan gejalanya.

Jumlah orang Indonesia yang mengidap diabetes dari rentang usia 15 tahun ke atas sampai tahun 2013 sebanyak 12 juta jiwa. Data tersebut berdasarkan Riskesdes paling anyar. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 2 kali lipat dibandingkan data pada 2007.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Sebanyak 80 persen kematian di Indonesia yang disebabkan oleh PPOK berkaitan erat dengan kebiasaan merokok. Risiko yang satu ini tentu dapat dicegah dengan menghentikan kebiasaan merokok, menghindari asap rokok, asap bahan kimia, sampai polusi udara dan debu. Dengan pencegahan tersebut maka penyakit ini dapat dihindari karena kita terus mengaja kesehatan paru-paru.

TBC

TBC atau tuberkolosis adalah penyakit infeksi yang dapat menular dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernafasan. Penularan TBC ini dapat terjadi lewat udara yang sudah terkontaminasi saat penderta TBC terbatuk atau pun meludah atau mungkin membuang dahak sembarangan. Penyakit ini paling sering menyerang area paru-paru. Namun penyakit ini pun dapat menyebar ke organ tubuh yang lain.

TBC sendiri merupakan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Hal ini membuat TBC harus segera ditangani dnegan serius. Jika dilihat dari data World Health Organization (WHO) tahun 2014, menunjukkan bahwa kasus TBC di Indonesia mencapai 1 juta kasus, dan jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan sekitar 100ribu tiap tahunnya. TBC sendiri sebenarnya bisa disembukan secara total, asalkan mengikuti semua petunjuk dokter dan mengkonsumsi obat yang dianjurkan sampai tuntas.

Kecelakaan

Pada tahun 2013 mencatat bahwa angka kasus cedera secara menyeluruh yang terjadi di Indonesia adalah 8,2 persen. Hal tersebut berdasarkan data dari Riskesdes. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan data tahun 2007 yang hanya sekitar 7,5 persen. Wilayah Indonesia dengan kasus cedera terbanyak terjadi di Sulawesi Selatan sebanyak 12,8 persen, dan terendam terjadi di daerah Jambi sebesar 4,5 persen. Jenis ceder yang paling banyak dialami ada tiga jenis, yaitu luka lecet/memar, terlikir, sampai luka robek. Penyebab cedera sendiri yang terbanyak adalah akibat dari terjatuh sebanyak 49,9 persen. Lalu disusul dengan kecelakaan sepeda motor sebanyak 40,6 persen.

Kecelakaan ini memang bersifat tidak disengaja. Namun harusnya kejadian ini bisa dihindari dengan cara lebih berhati-hati dan mematuhi segala peraturan lalu lintas yang berlaku saat berkendara. Saat menggunakan mobil, jangan lupa untuk menggunakan sabuk pengaman. Saat menggunakan motor, jangan lupa menggunakan helm dan jaket.

Itulah sejumlah penyebab kecelakaan tertinggi di Indonesia. Semoga dengan data di atas, kita jadi lebih peduli lagi pada keselamatan diri kita sendiri dan orang lain. (elevenia)

Putri
Putri
SEO Content "Wherever life plants you, bloom with grace."
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

ARTIKEL LAINNYA

PEMESANAN:

Beras Organik RICE ME UP