Babies /Kids

Tips dan Cara Menasehati Anak yang Keras Kepala

Jangan Lupa Share ya

Mendidik anak merupakan salah satu tugas wajib yang harus dilakukan oleh orang tua. Pendidikan pertama seorang anak memang berasal dari lingkungan keluarga. Orang tua akan menjadi contoh untuk anaknya, jadi setiap tindakan yang dilakukan orang tua bisa ditiru oleh seorang anak. Pada usia sekitar 2-5 tahun biasanya anak berada dalam tahap imitasi, atau meniru kebiasaan orang dewasa, terutama kebiasaan orang terdekatnya.

Usahakan orang tua untuk selalu memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Namun, yang perlu diperhatikan juga, karena pengaruh lingkungan atau yang lainnya anak terkadang memiliki sifat keras kepala. Hal ini tentu saja banyak dialami oleh anak-anak, mau menang sendiri, tidak mau berbagi, dan yang lainnya merupakan contoh keras kepala yang sering dialami oleh anak-anak. Orang tua tentu saja dalam hal ini hari memberikan mengambil peran untuk mengatasi hal tersebut.

Salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan cara menasehatinya. Menasehati anak tentu saja ada caranya tersendiri. Nah apabila kami akan menunjukkan kepada Anda tips dan cara menasehati anak yang keras kepala.

Cara Menasehati Anak yang Keras Kepala

Terkadang anak-anak memiliki sifat keras kepala. Hal ini bisa terjadi karena faktor lingkungan atau yang lainnya. Terkadang orang tua akan dipusingkan dengan keras kepalanya si anak. Menghadapi anak kecil tentu saja harus berbeda dengan ketika menghadapi orang dewasa, karena apabila salah mengambil sikap efeknya dikemudian hari akan sangat fatal. Termasuk juga cara menasehati anak, ada cara tersendiri untuk menasehati anak-anak. Berikut beberapa tips dan cara menasehati anak yang keras kepala.

  1. Pilih waktu yang tepat untuk menasehati

Cara yang pertama, yaitu dengan memilih waktu yang tepat. Ketika Anda menasehati anak, pastikan Anda untuk memilih waktu yang tepat, misalkan ketika di rumah dalam suasana yang enak untuk berbicara. Di rumah anak tentu saja akan lebih nyaman dan mudah untuk diajak bicara, sehingga pesan atau nasehat yang ingin Anda ungkapkan dapat tersampaikan maksud dan tujuannya.

  1. Jangan lakukan di depan umum

Nah, pasti Anda sudah pernah mendengar bahwa, menasehati seseorang di depan umum itu akan membuat seseorang malu, terkadang menasehati seseorang di depan umum itu, seperti kita sedang melakukan pembunuhan karakter kepadanya. Termasuk juga kepada anak-anak, pastikan untuk tidak menasehati anak di depan orang banyak, karena biasanya anak akan merasa malu. Hal itu akan sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak, karena setelah kejadian itu biasanya anak akan takut untuk mengeluarkan pendapatnya. Terutama akan sangat berpengaruh terhadap daya kreatifitas anak.

  1. Sampaikan dengan pelan-pelan

Sampaikan nasehat Anda sepelan mungkin, agar anak tidak merasa takut. Jangan teriak-teriak, karena teriakan akan membuat anak merasa tidak nyaman, terkadang bahkan menyebabkan anak menyimpan dendam terhadap orang tuanya sendiri. Bagaimana pun seorang anak itu bukan boneka, mereka juga memiliki perasaan seperti juga orang dewasa, bahkan terkadang perasaan mereka lebih sensitif ketimbang orang dewasa sekalipun.

Jadi jangan perlakukan seolah-olah mereka memang boneka yang bisa diatur semaunya tanpa memiliki perasaan. Bukan mereka yang seharusnya mengerti orang tuanya tetapi, orang tualah yang harus belajar untuk mengerti anaknya, termasuk juga ketika berbicara. Jika berbicara pelan saja bisa, tentu tidak perlu untuk teriak atau mengeluarkan suara yang keras.

  1. Gunakan bahasa yang halus dan mudah dipahami

Jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata kasar kepada anak kecil. Bahkan kata kasar dari orang tuanya itulah yang terkadang menjadi penyebab anak menjadi bebal dan keras kepala. Jadi ketika menasehati anak yang keras kepala sebaiknya Anda memilih kata-kata yang halus dan pastikan anak mengerti dengan maksud yang Anda sampaikan. Gunakan bahasa yang sederhana, namun mudah dipahami oleh anak-anak.

  1. Sampaikan dengan tenang

Jangan memperlihatkan emosi kepada anak, sampaikan nasehat Anda secara tenang. Apabila Anda sedang emosi, sebaiknya Anda menunda terlebih dahulu untuk menasehati anak, karena anak yang keras kepala tidak dapat diatasi dengan keras kepala juga. Mereka harus dihadapi dengan dikap yang tenang. Sehingga ketika menyampaikan nasehat, pastikan Anda dalam keadaan yang tenang.

Nah, itu dia beberapa tips dan cara menasehati anak yang keras kepala yang dapat Anda lakukan. Anak-anak tentu saja harus mendapatkan perlakuan yang berbeda, karena mereka lebih sensitif. Apabila salah mengambil langkah akan berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak itu sendiri. (elevenia)

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply