Sports /Hobi /Otomotif

Tertarik Memelihara Burung Decu? Simak Tips Berikut

Jangan Lupa Share ya

Dengan bulunya yang berwarna hitam dan sedikit warna putih pada bagian tertentu, Burung Decu terlihat sangat indah. Namun, burung ini termasuk salah satu burung kicauan yang sangat pKamui dengan lengkingan-lengkingan kristalnya dan dengan mudah bisa meniru suara burung-burung lainnya, serta sebagai burung petarung.

Namun, kehadiran Burung Decu bisa disebut musiman. Ketika populasinya lagi banyak maka burung ini sangat mudah dijumpai. Tetapi jika tidak ada maka burung ini sama sakali susah dijumpai. Dari situlah, Burung Decu dibilang sebagai burung langka, biarpun biaya seekor Burung Decu sangat murah karena populasinya masih cukup banyak di berbagai daerah kita.

Habitat Burung Decu


Decu atau Pied Bushchat merupakan jenis burung pengicau kecil dari keluarga besar Muscicapidae. Burung ini termasuk kedalam genus Saziola. Tidak heran, jika burung ini termasuk pengicau kecil karena ukuran tubuhnya yang mungil. Ukuran tubuh Decu kurang lebih 15 sampai dengan 16 cm. Decu jantan memiliki warnabulu yang hitam legam mengkilat, semakin turun ke perut berwarna putih, kaki berwarna hitam, dan paruh hitam. Sementara itu, Decu betina berwarna coklat polos.

Decu tersebar di wilayah Asia, meliputi Asia Barat, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Di wilayah Jawa, Decu berasal dari genus Saxicola Caprata Ssp Fruticola. Si hitam ini sangat menyukai area ladang terbuka dan di pepohonan yang tidak terlalu tinggi. seperti halnya jenis Sikatan (Flycatcher).

Decu mempunyai kebiasaan memakan seranggga ketika sedang terbang. Decu mempunyai suara nyanyian yang sangat keras dan melodi harmonis. Apabila sedang bernyanyi, burung hitam ini akan memainkan ekornya naik turun.

Di pertengahan tahun 1990-an dan awal tahun 200-an, Decu menjadi burung kicau primadona dikalangan pecinta burung. Bahkan, diselenggarakan kelas khusus untuk melombakan suara kicauan burung hitam ini. Akan tetapi, ternyata terjadi efek yang sangat buruk bagi kelangsungan hidup burung ini di alam. Efek buruk ini terjadi, karena adanya penangkapan Decu secara membabi buta, tanpa disertai dengan konservasi.

Hasil dari penangkapan liar tersebut bisa terlihat sekarang. Saat ini, tentu Kamu jarang sekali atau bahkan tidak bisa mendengarkan lantunan kicauan indah suara Decu di alam. Hal ini juga berdampak pada perlombaan Decu, lomba burung kelas Decu kini ditiadakan, karena populasinya yang semakin hari semakin menurun. Meski populasinya menurun, Kamu masih bisa menemukan Decu di jual di pasaran burung. Namun, jumlah Decu yang dijual memang tidak sebanyak masa kejayaannya dulu.

Suara Burung Decu

Seperti yang dijelaskan di atas, Decu termasuk salah satu burung yang pKamui menirukan burung lainnya. burung ini memiliki sifat tempura tau bertarung yang tiak kalah hebatnya dengan Burung Tledekan, Murai, ataupun Kacer. Saat bertemu lawan kicaunya, Decu akan berkicau sambil bergoyang membuka sayap dan ekor. Hal ini juga biasa dilakukan oleh burung lainnya, seperti Burung Kacer atau Poci.

Harus diakui, Decu memiliki variasi lagu yang patut untuk diperhatikan. Dari sisi suara, burung ini mampu membawakan berbagai jenis lagu, bergantung dengan latihan yang dilakukan pemiliknya. Suara Decu juga memiliki ciri khas, yaitu lengkingan-lengkingan kristalnya.

Tidak bisa dipungkiri, menurunnya populasi Decu membuat burung ini tidak sepopuler Burung Sulingan atau Tledekan. Walau sudah tidak sepopuler dulu, Decu merupakan salah satu burung berkicau atau burung ocehan yang tidak kalah dengan burung lainnya. Mungkin saat ini,hanya penggemar Decu yang masih tertarik untuk memelihara burung ini karena seninya.

Makanan Burung Decu

Pada umumnya, pakan burung berkicau atau burung ocehan seharu-hari bisa dibagi menjadi dua kategori. Dua kategori yang dimaksud adalah makanan utama dan makanan penunjang. Makanan utama yang cocok untuk burung kicauan adalah voer.

Memang pada umumnya burung kicauan, termasuk Decu cocok bila diberi pakan berupa voer. Hal ini dikarenakan, voer merupakan jenis makanan yang dibuat manusia melalui proses penelitian secara baik. oleh karena itulah, kandungan pada makanan jenis voer mengandung banyak vitamin, mineral, dan beberapa protein yang sangat dibutuhkan burung kicauan.

Pada dasarnya, semua jenis voer memang baik utnuk burung. Asalkan voer tersebut dalam keadaan baik belum kadaluarsa dan tidak terkontaminasi oleh zat-zat yang membahayakan burung. Selain itu, sebaiknya juga hindari pemberian voer yang terlalu tinggi kadar lemaknya.

Kamu bisa melihat kandungan voer tersebut pada masing-masing merk voer. Begitu juga halnya dengan makanan biji-bijian, berupa millet, biji kenari, biji sawi, biji hemps, dan beras merah halus.

Pada dasarnya, segala macam merk voer untuk Decu cocok. Apabila Kamu ingin lebih mengetahui jelas voer tersebut cocok atau tidak, perhatikan bentuk kotoran burung setelah makan. Jika bentuk kotorannya padat dan kering dipastikan voer tersebut cocok bagi Decu. Sebaliknya, jika kotoran burung tersebut sangat encer atau lembek, bisa dilkatakan voer tidak cocok bagi Decu.

Meskipun begitu, kotoran yang lembek atau encer bukan berarti pakan voer, melainkan juga karena burung mengalami gangguan sistem pencernaan yang kurang baik.

Disamping makanan utama, Decu juga memerlukan makanan tambahan. Makanan tambahan itu dikenal juga dengan istilah extra fooding. Makanan penunjang yang bisa Kamu berikan untuk Decu, yaitu cacing, jangkrik, kroto, ulat hongkong, belalang, kelabang, buah-buahan, sayur, dan ulat pisang.

Pada dasarnya, makanan tambahan memang perlu Kamu berikan kepada burung peliharaan. Makanan tambahan tersebut diberikan, supaya burung tidak bosan dan monoten hanya makan voer dan minum. Burung juga sama seperti manusia, perlu makanan 4 sehat 5 sempurna.

Kamu juga harus bisa memerhatikan makanan tambahan dengan baik. hal ini dikarenakan, makanan tambahan sebenarnya tidak wajib dalam hal pemberian pakan. Apabila makanan tambahan Kamu berikan secara rutin, akan berdampak kurang baik untuk perawatan, perkembanga, dan pelatihan burung tersebut.

Untuk memberikan makanan tambahan, sebaiknya Kamu cari tahu dulu makanan kesukaannya. Setiap burung mempunyai makanan kesukaan yang berbeda. Untuk itu, harus pintar dalam memilih makanan yang cocok bagi burung kesayangan Kamu.

Burung decu memang dikenal sebagai burung pemakan serangga. Tidak heran, jika banyak pecinta burung kicauan yang tertarik memelihara burung ini. Bahkan, Decu bisa dikatakan sebagai salah satu burung kicau yang mudah untuk ditangkarkan.

Mandi dan Penjemuran

Sama seperti manusia, Decu juga perlu mandi untuk membuat tubuhnya semakin segar dan lincah. Selain itu, mandi juga menjadi salah satu sarana bagi Decu untuk melemaskan otot-ototnya.

Coba Kamu perhatikan pergerakan Decu saat dimandikan. Seluruh anggora tubuhnya mulai dari kepala, sayap, kaki, sampai dengan ekor akan bergerak bersaman dan sistematis.

Perawatan dengan cara memandikan juga berfungi untuk menhaga kesehatan dan kebersihan bulu Decu. Tidak heran, jika dimadikan secara rutin maka bulunya semakin terlihat indah. Meskipun begitu, Kamu harus mengetahui secara pasti waktu mandi yang benar.

Pada umumnya waktu memandikan yang benar adalah saat pagi hari sekitar jam 7 sampai dengan 10. Dengan demiakian, Kamu harus meluangkan waktu di pagi hari untuk memandikan Decu.

Apabila sudah dimandikan, sebaiknya Decu melakukan penjemuran. Penjemuran merupakan perawatan lain yang tidak kalah penting dengan proses pemandian. Dengan berjemur, Decu akan mudah menyerap vitamin D dari sinar matahari. Dengan demikian, metabolisme burung akan biusa berjalan dengan seimbang

Burung yang kurang dijemur, akan terlihat lesu dan gemuk, sehingga malas untuk berkicau. Sama halnya seperti mandi, penjemuran juga berdungsi untuk menjaga kesehatan dan keindahan bulunya. perhatikanlah waktu yang tepat untuk penjemuran Penjemuran sebaiknya dilakukan antara jam 7 sampai dengan 10 pagi. Hal ini dikarenakan, sinar mataharinya belum terlalui menyengat.

Nah, dari informasi di atas bisa disimpulkan, suaranya yang merdu menjadi daya tarik tersendiri Burung Decu bagi para pecinta burung.

 

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply