Pertanyaan Populer

Teori Belajar Kognitif dan Cara Penerapannya

teori belajar

Anda tentu pernah dengan tentang Teori Belajar Kognitifteori ini tentu berbeda dengan dengan teori behavioristik. Karena, Teori kognitif pada dasarnya lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang tidak hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons saja.  Melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajar Yang tengah dilakukan. Tak sebatas itu, teori kognitif juga menekankan bahwa bagian dari suatu suatu situasi yang saling berhubungan dengan keseluruhan konteks situasi tersebut.

Menurut teori kognitif ini, belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. sedangkan Belajar itu sendiri  merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Teori belajar kognitif mulai berkembang di akhir abad. Kognitif muncul sebagai alat protes terhadap teori yang telah berkembang sebelumnya. Model belajar kognitif ini memiliki pandangan bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya menyimpan, mengorganisir dan menemukan relasi antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana sebuah informasi diproses.

Pengertian Teori Kognitif

Selanjutnya kita akan memahami arti dari Teori Kognitif itu sendiri. Kognitif menurut bahasa merupakan kata yang berasal dari bahasa latin cogitare yang artinya berpikir. Selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi sangat populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia. Teori ini  secara luas adalah sebuah konsep umum yang mencakup semua ragam pengenalan setiap perilaku metal yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, pertimbangan, penyangka, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, memperkirakan, berpikir, membayangkan, dan keyakinan di dalamnya.

Sedangkan kognitif menurut istilah adalah salah satu teori belajar, yang mana proses belajar tersebut Merupakan pengorganisasian aspek-aspek kognitif dan persepsi untuk mendapatkan pemahaman. Menurut teori ini, tingkah laku manusia ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya mengenai situasi yang berhubungan dengan tujuan, dan perubahan tingkah laku, dan perubahannya sangat dipengaruhi oleh proses belajar berpikir internal yang terjadi selama proses belajar tengah berlangsung.

Beberapa tokoh psikologi mengatakan bahwa istilah cognitif berasal dari kata cognition yang  berarti pandangannya knowingyang artinya menge­tahui. Dalam Pengertian luas, kognisi adalah perolehan, penggunaan dan penataan pengetahuan. Selanjutnya, dalam perkembangannya, istilah kognitif menjadi populer dan menjadi salah satu Bagian dari psikologis Seorang manusia yang meliputi setiap perilaku mental.

Perilaku mental inilah yang berkaitan dengan Keyakinan,  pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah Dan kesenjangan. Kejiwaan yang berpusat di dalam otak ini juga sangat berhubungan dengan konasi atau kehendak  serta afeksi (perasaan), selanjutnya ranah ini juga Sangat berkaitan dengan rasa (Chaplin, 1972).

Kognitive dalam pembelajaran

Istilah cognitive of theory learning yakni suatu bentuk teori belajar yang Menyatakan bahwa belajar merupakan proses pemusatan pikiran (kegiatan mental). Teori belajar tersebut Berpendapat bahwa individu yang belajar itu memiliki kemampuan potensial, sehingga tingkah laku yang bersifat kompleks bukan hanya sebatas jumlah tingkah laku yang sederhana. Melainkan, dalam konteks belajar menurut pendapat aliran ini Yakni lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajar. Karena, proses Belajar tidak hanya sekedar melibatkan stimulus dan respon. Melainkan juga melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Yang kemudian menjadi prioritas perhatian adalah tentang bagaimana  proses suatu ilmu yang baru bisa berasimilasi dengan ilmu yang telah muncul sebelumnya dikuasai oleh setiap individu.

Dalam konteks praktik belajar, teori kognitif terwujud dalam tahap-tahap perkembangan belajar, belajar bermakna dan belajar penemuan secara bebas free discovery learning. Hal Ini Menjadi dasar ilmu pengetahuan yang menurut kognitifist dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi dengan lingkungan yang sekitarnya.  Tahapan ini merupakan sebuah proses yang saling berkaitan dan saling berkesinambungan. Proses ini melingkupi proses membaca, yang mana bukan Hanya menggabungkan alfabet-alfabet yang terpisah-pisah. Melainkan, menggabungkan kata, kalimat atau paragraf yang di­serap dalam pikiran. Melainkan  semuanya menjadi satu dan Berjalan secara bersamaan.

Belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan infor­masi, emosi dan sebagainya. Sedangkan belajar itu sendiri, melingkupi pengaturan stimulus yang diterima dan disesuaikan dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran sesorang yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Penyebab munculnya Teori Kognitif

Teori belajar kognitive ini hadir dan muncul disebabkan para ahli psikologi belum puas dengan penjelasan yang teori-teori yang terdahulu. para ahli menyatakan bahwa tingkah laku seseorang didasarkan pada kognisi, yakni suatu perbuatan yang digunakan untuk mengetahui perbuatan pikiran terhadap situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Teori ini lebih menekankan mengenai belajar yang merupakan sebuah proses dalam akal pikiran manusia.

Seperti yang dinyatakan oleh Winkel (1996) bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif dan berbekas. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, keterampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas. (elevenia)

Leave a Reply