Religi

Tata Cara dan Doa Shalat Hajat Lengkap yang Disunnahkan

Salah satu amalan yang dapat kita kerjakan ketika kita sedang memiliki keinginan atau hajat adalah shalat hajat. Shalat ini dapat kita kerjakan saat kita memiliki hajat, baik yang berhubungan dengan dunia maupun dengan akhirat.

Ketentuan hukum untuk melaksanakan shalat hajat bersumber dari hadist yang menceritakan tentang seseorang yang buta yang datang pada Nabi Muhammad Saw, lalu ia mengeluh tentang kebutaan yang dialaminya.

Lalu Nabi Muhammad bertanya pada orang buta tersebut apakah ia mampu untuk bersabar, maka seseorang itu menjawab bahwa ia merasa sangat berat karena sudah tidak ada yang menuntunnya lagi. Lalu Nabi Muhammad meminta orang tersebut untuk pergi ke masjid dan melaksanakan shalat. Hadist ini diriwayatkan oleh At-Thabarani.

Berdasarkan hadist tersebut Rasulullah Saw mengajarkan kita agar senantiasa meminta kepada Allah melalui shalat apabila kita sedang mempunyai keinginan.

Waktu Shalat Hajat

Sesungguhnya, dalam melaksanakan shalat hajat tidak ada waktu yang dikususkan. Kita bisa melaksanakan shalat ini pada waktu siang maupun malam.

Akan tetapi, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat hajat adalah di sepertiga malam terakhir. Keutamaan waktu tersebut sudah sering disampaikan oleh Allah yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah.  Shalat hajat tidak boleh dilakukan pada waktu dilarangnya shalat, seperti setelah subuh sampai terbitnya matahari serta setelah ashar dan yang lainnya.

Niat Shalat Hajat

Berikut merupakan niat shalat hajat dalam Bahasa Latin

“Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat salat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Hajat

Shalat hajat terdiri dari dua rakaat, akan tetapi Iman Ghozali berpendapat dalam kitabnya bahwa shalat hajat dapat dilaksanakan sebanyak 12 rakaat. Berikut rincian tata cara shalat hajat yang disunnahkan.

Tata Cara Shalat Hajat

  • Membaca niat shalat hajat
  • Membaca takbiratul ihram
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Pada rakaat pertama, membaca QS.Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca QS. Al-Kafirun sebanyak 10 kali. Pada rakaat yang selanjutnya, setelah membaca QS. Al-Fatihah dilanjutkan dengan surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali.
  • Ruku’
  • ‘Itidal
  • Sujud dua kali
  • Duduk diantara dua sujud
  • Tasyahud akhir
  • Membaca sholawat kepada Nabi
  • Salam yang pertama
  • Tertib

Setelah salam melakukan sujud dengan maksud tadzallul (merendahkan diri pada Allah). Doa yang dibaca pada sujud ini dilakukan masing-masing sebanyak 10 kali yang berbunyi:

“subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.”

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad”

“Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’ahirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannar.”

Doa Shalat Hajat

Apabila kita telah selesai mengerjakan shalat ini, kita bisa membaca doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah selesai shalat hajat sambil mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita. berikut merupakan tata cara berdoa setelah melakukan shalat hajat:

  • Duduklah dengan posisi yang paling tawadu’,
  • Alangkah baiknya apabila kamu bertawassul terlebih dahulu kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, guru, orang tua, dan semua muslim dengan membacakan QS. Al-Fatihah,
  • Kemudian baca surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq, Surat An-Naas dan Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali
  • Shalawat Nariyyah
  • Doa shalat hajat

“Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbul ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaati rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birrin wassalaamata ming kulli itsmin. Laa tada’ lana dzanban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”

Artinya:

“Tidak ada tuhan melainkan Allah yang maha Penyantun dan pemurah. Maha suci Allah, tuhan pemelihara ‘Arasy yang Maha Agung. Segala Puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu aku memohon sesuatu yang mewajibkan Rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu Hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang.”

Setelah selesai mengerjakan shalat hajat beserta dzikir dan doanya, kamu bisa menyampaikan segala keinginanmu dengan Bahasa yang kamu mengerti, karena sebaik-baiknya doa adalah doa yang yang dilakukan dengan Bahasa yang kita mengerti.

Manfaat Shalat Hajat

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat. (HR Ahmad)”

Dari hadist tersebut dijelaskan bahwa manfaat dari shalat hajat akan selalu menyertai setiap muslim yang selalu melaksanakannya. Selain itu, Allah juga akan mengabulkan keinginan tersebut baik dalam waktu yang cepat maupun lambat.

Demikian pembahasan mengenai tata cara dan doa shalat hajat yang disunnahkan. Jangan lupa untuk selalu meminta segala sesuatu yang kamu inginkan kepada Allah. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Leave a Reply