Media Room

Studi Perilaku Belanja Online: 6 Dari 10 Orang Membuat Perencanaan Sebelum Melakukan Pembelian

12

Jakarta, 10 Februari 2017 – Perkembangan industri e-commerce di Indonesia sangatlah menggeliat. Mengutip hasil riset Center for Human Genetic Research yg disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri, menyebutkan bahwa setidaknya ada 2000 start-up lokal di Indonesia pada tahun 2016. Pada tahun 2020 diproyeksikan pertumbuhan start-up bisa mencapai 6,5 kali lipat atau 13.000 startup. Dengan demikian, di tengah persaingan yang begitu ketat, pelaku industri bisnis digital harus pintar-pintar menyusun strategi demi memenangkan hati pelanggan. Langkah utama yang perlu dilakukan sebelum menyusun strategi tersebut adalah dengan mengenal perilaku konsumen mereka dalam berbelanja. Elevenia bersama dengan lembaga survey IPSOS melakukan riset berkaitan dengan perilaku konsumen sebelum berbelanja di platform online. Hasilnya menunjukkan bahwa 6 dari 10 orang (sekitar 65% responden) membuat perencanaan sebelum akhirnya berbelanja.

“Angka pertumbuhan bisnis start-up di Indonesia memang tinggi, begitu juga dengan penetrasi internetnya, namun hanya 13,3% pengguna internet Indonesia yang membeli barang secara online. Keadaan ini menuntut pelaku industri harus pintar-pintar menyusun strategi marketing demi meyakinkan dan memenangkan hati pelanggan untuk berbelanja di platform yang mereka sediakan.” Jelas Bayu S. Tjahjono, General Manager Strategy & Communication elevenia. Bayu menambahkan, dengan mengamati dan mempelajari perilaku belanja konsumen, e-commerce bisa menyusun strategi terbaik yang cocok dengan perilaku mereka sehingga tetap loyal berbelanja di platform yang telah disediakan. Riset perilaku pelanggan pun perlu dilakukan secara berkala mengingat tren digital yang berubah dengan cepat juga mempengaruhi perilaku konsumen dalam berbelanja dalam waktu yang cepat.

Suvey ini dilakukan terhadap 1000 orang dari rentang usia 18-44 tahun di wilayah Jabodetabek, yang rutin mengakses internet dan juga melakukan belanja online selama 3 bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa 6 dari 10 orang (sekitar 65% responden) membuat perencanaan sebelum akhirnya berbelanja. Mereka menyatakan kalau mereka akan memeriksa promosi dan ketersediaan barang sebelum memutuskan berbelanja. Kemudian, sekitar 77% reponden pun mengaku bahwa setelah melakukan pengecekan, mereka akan mengambil waktu untuk berpikir-pikir, sebelum akhirnya kembali ke platform e-commerce pilihan mereka lalu berbelanja.

Selain mengecek promosi dan ketersediaan barang, ada beberapa perilaku lain yang dilakukan oleh konsumen sebelum berbelanja, seperti:

  1. Mengecek variasi produk
  2. Membuat perbandingan harga dengan toko online lain
  3. Mengecek kemudahan sistem pembayaran
  4. Mendalami review yang diberikan konsumen lain
  5. Menimbang layanan dan durasi pengiriman

Masa pikir-pikir ini yang menjadi waktu penting bagi e-commerce untuk meyakinkan pembeli agar kembali berbelanja ke toko mereka. Demi memanfaatkan waktu berpikir tersebut, elevenia berusaha memenuhi ekspektasi pelanggan dengan terus melakukan inovasi dan membuka berbagai kerjasama dengan banyak partner.

Terkait dengan kelima perilaku yang disebutkan di atas, Toko Beauty Korea, seller elevenia yang berhasil mendapat predikat The Best Seller in Beauty/Health category-elevenia idol 2016 menyatakan, “Maintain stock menjadi kunci utama, termasuk juga menyediakan berbagai pilihan produk kepada buyer. Mengenai produk kecantikan, setiap pembeli pasti memiliki selera yang berbeda-beda, baik itu warna, tekstur, atau ukuran, jadi sebagai penjual harus bisa menyediakan berbagai pilihan untuk memenuhi selera para buyer”. Hal ini juga diamini oleh Retno Wahyuningtyas, penjual The Olive House, yang fokus menjual produk furniture bergaya Scandinavian dari Malang. Retno menambahkan, “Setiap bulan jika perlu kita keluarkan satu atau dua furnitur model baru, agar memberikan efek kejut dan menarik perhatian pembeli untuk berbelanja”.

Elevenia memberikan jaminan harga paling murah untuk produk-produk yang mereka jual. Jika buyer menemukan harga produk yang lebih murah di platform lain, elevenia memberikan ganti rugi 110% dari selisih harga produk. Kemudian, sehubungan dengan sistem pembayaran, elevenia pun menyediakan sebanyak 24 pilihan metode pembayaran untuk buyer-nya. Semua metode pembayaran ini diharapkan bisa mengkomodasi berbagai cara pembayaran yang nyaman dan terpercaya bagi mereka. Sedangkan untuk menarik minat buyer memberikan review produk, elevenia kerap memberikan program pancingan yang menarik, seperti halnya memberikan voucher potongan sebesar 10% yang bisa digunakan untuk pembelian berikutnya. Terakhir, mengenai layanan pengiriman, elevenia menjamin durasi pengiriman yang semakin cepat dengan menjalin kerjasama dengan 4 layanan logistik besar di Indonesia, seperti JNE, TIKI, First Logistic, dan RPX.

Semua program dan inovasi ini dilaksanakan demi menjadikan elevenia e-commerce paling hepi di Indonesia. Elevenia percaya diri akan terus berkembang di masa yang akan datang. Saat ini saja dalam sehari elevenia dapat melakukan sebanyak lebih dari 45.000 transaksi, meningkat dari sebelumnya hanya ada 20.000 transaksi di awal tahun 2016. Dalam sebulan pun sebanyak 60 juta orang mengunjungi elevenia. “Kami melaksanakan riset ini untuk mendengarkan masukan dari konsumen secara langsung, dengan demikian elevenia bisa serius meningkatkan pelayanannya demi memberikan pelayanan yang terbaik”, Jelas Digo Alanda, Research Director dari Ipsos.

 

Share

Leave a Reply