Fashion

Sejarah Singkat tentang Brand Besar Adidas

Jangan Lupa Share ya

Merupakan jenis merk wardrobe atau perlengkapan sport yang diciptakan oleh Adolph Dassler. Diambil gabungan dua nama itu, dan jadilah Adidas. Mengaku paling tahu apa yang laki-laki mau. Lantas dibikinkahlah jam, contreng sedikit logo adidas itu, dan tak ada satu anak laki-laki pun di dunia yang berani menolaknya.

Berdiri di tahun 1924, dan sempat menservice Jerman di perang dunia kedua sebagai pemasok Bazoka antitank, Adidas kini menjadi salah satu merk yang paling mapan dan disegani dalam memberikan satu cita rasa di lapangan olah raga. Jam digital dari Adidas, bukanlah berkenaan dengan sport. Melainkan menjadi sporty.

Produk Sepatu Asal Jerman, Adidas!


Adidas dengan lambang tiga garis ini keberadaannya memang tak lekang oleh waktu. Jenis produknya pun berbagai macam, mulai dari sepatu, kaos, jaket, tas, hingga aksesori juga parfum, dan termasuk salah satu brand yang paling populer di kalangan remaja dan orang dewasa, baik untuk pria maupun wanita. Kenyamanan serta tampilannya yang unik memang menambah nilai prestigious tersendiri bagi pemakainya. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang begitu fanatik dengan loyalitas tinggi, sehingga tampilannya dari atas ujung rambut hingga ujung kaki menggunakan Adidas.

Gimana sih Awal Mula Terbentuknya Adidas


Jika dilihat sekilas, nama “Adidas” merupakan akronim dari pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, dan muncul pertama kali pada tahun 1920-an di Herzogenaurach, Bavaria. Awal pembuatannya pun cukup sederhana, berawal di dapur ibunya, yang ia kerjakan dengan bantuan sang kakak, Rudolf (Rudi) Dassler.

Keuletan Adolf dalam membuat sepatu berbuah hasil saat pelari cepat asal Amerika keturunan Afrika-Amerika, Jesse Owens, mengenakan sepatu Adidas pada Olimpiade Musim Panas di tahun 1936. Kala itu, Owens memenangkan empat medali emas dan dalam waktu singkat, pamor Adidas meroket dengan penjualan hingga 20 ribu pasang tiap tahunnya.

Saat perang dunia II merebak, kedua kakak-beradik ini bergabung dengan Nazi dan terjadi perselisihan di antara mereka. Bahkan saat Rudi tertangkap oleh sekutu, ia yakin bahwa adiknya lah yang melaporkan keberadaannya. Konflik yang makin panas tersebut berimbas pada lini sepatu yang telah mereka rintis bersama. Setelah berujung perpecahan, Rudi kemudian menciptakan lini sepatunya sendiri, Ruda, yang kini lebih dikenal dengan nama Puma.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Adidas atau dikenal juga dengan sebutan Adidas-Salmon AG, merupakan sebuah merk sepatu dari Jerman yang sangat dikenal. Pendiri dari brand sepatu ini adalah Adolf Dassler, yang memulai produksi sepatunya pada tahun 1920-an.

Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya menggunakan satu logo yang berupa tiga garis  paralel dengan warna yang sama menjadikan logo tersebut resmi dipakai oleh Adidas pada waktu itu. pada Agustus 2005, Adidas mengakuisisi rivalnya, Reebok dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike, brand yang juga sama-sama kuatnya.

Selama lebih dari 80 tahun, brand Adidas telah menjadi bagian dari dunia olahraga di segala bidangnya. Brand ini menawarkan sepatu, pakaian, serta beragam aksesoris pelengkap olahraga yang bernilai seni pada setiap produknya. Strategi dari brand Adidas sangatlah sederhana, yaitu memperkuat brand secara terus menerus dan mengimprovisasi posisi kompetitif. Selain itu, aktivitas perusahaan dan lebih dari 150 cabangnya dipantau langsung oleh pemimpin di Herzogenaurach, Jerman.

Pada awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi selop sebagai produk awalnya. pada tahun 1925, Adi berhasil merancang sepasang sepatu olahraga, dan sejak saat itu usaha perbaikan dan pengembangan dalam bidang sepatu pun terus berkembang.

Setelah berbagai inovasi terus dilakukan, pada tahun 1927, Adidas sudah berhasil merancang sepatu khusus untuk berbagai keperluan olahraga. Kemudian, pada tahun 1928 perusahaan Adidas pun memberikan sepatu yang dibuat oleh mereka secara gratis kepada atlet-atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Amsterdam.

Dengan begitu, Adidas pun mampu menikmati keuntungan dari event olahraga seperti Olimpiade atau sepakbola karena brand Adidas mudah dikenali dengan bantuan media pertelevisian dan penyiaran.

Kesuksesan brand Adidas seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya memang tidaklah mudah. Setelah krisis pada awal 80-an, ditambah lagi dengan berjayanya produk Nike di pasar Internasional, Adidas berhasil mengembalikan kepopulerannya pada tahun 1986.

Kepopuleran Adidas ini dibantu ketika Run D.M.C yang merupakan sebuah grup musik rap dari New York membuat lagu yang berjudul My Adidas. Grup musik rap ini juga memperkenalkan sepatu Adidas yang mereka pakai tanpa menggunakan tali. Hal tersebut menjadi sebuah gaya tersendiri yang banyak ditiru oleh para fans-fans Run D.M.C sendiri.

Pada dekade 90-an, terutama di Amerika Serikat dan Eropa, berkembang pikiran bahwa generasi muda cenderung menghindari apapun yang orang tua mereka pakai, termasuk dalam urusan sepatu. Pada saat itu, dominasi masyarakat memakai sepatu dari produk Nike dan Reebok, dan hal tersebutlah yang akhirnya mulai ditinggalkan oleh para kalangan muda di Amerika Serikat dan Eropa.

Dari sinilah kemudian, produk-produk Adidas yang sudah berumur 20 tahunan pun menjadi barang koleksi dan menjadi tren di kalangan banyak orang saat itu. hal ini pun dimanfaatkan oleh Adidas yang segera memproduksi dan mengeluarkan kembali beberapa model sepatu populernya, seperti Adidas Rom, Rekord, Athen, Dublin, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, status Adidas pun kembali meningkat, dari sekedar produk olahraga menjadi semacam lambang gaya hidup baru pada saat itu.

Filosofi Adidas


Berbicara mengenai lambang, Adolf pertama kali memperkenalkan logo Adidas di tahun 1949, dan digunakan untuk aparel (produk selain sepatu) di tahun 1967. Tiga garis yang menyerupai gunung tersebut juga memiliki nilai filosofi; bahwa tantangan dapat dilihat dari awal dan ini mesti dihadapi agar tujuan akhir bisa tercapai. Sejak awal diluncurkannya, Adidas telah mengganti logonya sebanyak empat kali sejak pertama kali diluncurkan, terakhir di tahun 2005. Meski begitu, esensi dari filosofinya sama sekali tak ditinggalkan.

Adidas Berkembang dengan Sangat Pesat


Merk dengan slogan “Impossible is Nothing” ini banyak mengeluarkan produk untuk berbagai macam jenis olahraga, seperti sepakbola, lari, tenis, golf, basket, skateboard, cricket, hingga rugby. Di akhir tahun 1990, Adidas memfokuskan dirinya di tiga bagian: Adidas Performance (untuk atlet dan penggemar olahraga), Adidas Originals (untuk gaya hidup dan penampilan), dan Style Essentials (untuk generasi Y-3). Meski pamornya terus meningkat, Adidas tak pernah lelah untuk memperkuat dan mempromosikan diri serta terus mengembangkan sayapnya.

Mulai dari mensponsori tim olahraga kenamaan dunia (tim nasional sepakbola Jerman dari tahun 1954 hingga setidaknya 2018) memilih ikon personal sebagai ambassador (Andy Murray—Tenis, Mark Gonzales—skateboard, hingga kerjasama dengan Stella McCartney dan banyak desainer ternama lainnya), serta mengakuisisi rivalnya di tahun 2005, Reebok. Merk Taylor-Made Adidas Golf serta Rockport juga berada di bawah naungan Adidas. Kini, saingan terbesar yang dimiliki Adidas adalah Nike.

Apasih yang Membuatmu Harus Memilih Adidas?


Beberapa alasan mengapa para olahragawan dan juga beberapa kalangan memakai produk Adidas adalah banyaknya kelebihan-kelebihan yang dibuat sengaja oleh perusahaan Adidas. Salah satu produk Adidas yang sering menjadi andalan para olahragawan adalah sepatu Adipower Predator Futsal.

Sepatu Adipower Predator Futsal ini memiliki teknologi yang disempurnakan, yaitu teknologi The Predator Element. Hal ini memungkinkan untuk pemakai sepau dapat menangani bola lebih sempurna.

Selain itu, karet silikon yang dipakai dalam setiap produk sepatu Adidas juga mampu meningkatkan putaran saat menggiring bola dan memastikan kontrol bola yang sempurna di segala kondisi cuaca.

Teknologi Sprint Frame and Powerspine juga memberikan kestabilan geometri dan juga mengurangi jumlah lapisan bahan serta berat keseluruhan dari sepatu hanya 25% atau 230 gram. Powerspine pada produk Adidas ini juga meminimalisir hilangnya tenaga pada saat menendang melalui pengurangan “kicking flex” pada area kaki depan.

Masih banyak kelebihan-kelebihan yang terdapat pada produk Adidas. Hal tersebut membuktikan bahwa loyalitas brand Adidas untuk produk olahraga dan gaya hidup terus diciptakan untuk memuaskan para pemakainya.

Demikianlah pembahasan mengenai produk Adidas yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Jangan Lupa Share ya

Putri

SEO Content
"Wherever life plants you, bloom with grace."
Putri

Leave a Reply