Beauty & Health

Sakit Kepala? Jangan Langsung Minum Obat

Sakit Kepala Jangan Langsung Minum Obat

Jangan Lupa Share ya

Banyak dari kita yang sulit untuk menahan rasa sakit. Dan selain sakit gigi, sakit kepala adalah salah satu yang langsung bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Ketika Anda mengalami sakit kepala, apa yang akan langsung Anda lakukan? Mencari obat sakit kepala, atau beristirahat terlebih dahulu?

Kebanyakan dari kita akan langsung mencari obat karena obat sakit kepala dijual bebas di pasaran, di minimarket, bahkan di warung. Memang betul pada saat sakit, kita membutuhkan obat, akan tetapi bahayanya adalah jika hal ini menjadi kebiasaan. Semakin sering Anda mengasosiasikan sakit kepala dengan obat, maka secara tidak sadar, Anda akan langsung beralih pada obat daripada mengistirahatkan tubuh.

Kebiasaan ini akan menjadikan tubuh kebal terhadap jenis kandungan atau dosis obat tertentu. Bila biasanya Anda akan minum satu butir bila mengalami sakit kepala, lama-lama satu butir tidak akan cukup, lalu dua butir, dan seterusnya. Tahukah Anda, apakah bahan zat aktif di dalam obat sakit kepala? Dan apa efeknya jika Anda minum terlalu banyak?

Obat sakit kepala memang dibuat untuk meredakan sakit, namun pemakaiannya haruslah dengan pertimbangan. Apabila harus bekerja atau dalam keadaan yang penting dan membutuhkan penanganan cepat, maka diperbolehkan untuk minum obat dengan dosis sesuai aturan pakai. Apabila sakit kepala di saat yang tidak terlalu mendesak, maka sebisa mungkin untuk istirahat lalu mencari penyebab sakit kepala Anda.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sakit kepala, salah satunya apabila Anda sedang tegang, atau kekurangan oksigen karena begadang, atau kadar Hb (darah merah) Anda sedang berkurang. Faktor-faktor tersebut sebenarnya tidak memerlukan obat sakit kepala. Dan bila obat tersebut dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang dan terlalu sering, maka yang akan menderita adalah liver atau organ hati Anda.

Kenapa sih, kita meminum obat sakit kepala itu tidak boleh sering-sering?

Yang utama adalah efek dari zat aktif di dalam obat sakit kepala. Pernahkah Anda membaca, apa zat aktif dari obat sakit kepala? Yang paling sering digunakan adalah paracetamol. Jadi apabila paracetamol dikonsumsi sesuai dosis, itu aman. Tetapi jika Anda terlalu sering, dosisnya melebihi dari 4000 mg, maka itu sudah masuk dosis toxic atau hati Anda akan keracunan.

Hal ini juga berbahaya apabila Anda teruskan sampai dosis di atas 10.000 mg, karena dapat menyebabkan kematian. Jadi, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat sakit kepala. Mencari tahu fungsi dari zat aktif dan efek sampingnya akan mengurangi ketergantungan kita terhadap obat.

Lalu seandainya saya sudah minum obat sakit kepala. Berapa hari batasnya sebelum saya konsultasi ke dokter?

Berilah waktu 2 sampai 3 hari. Jika sakit kepala masih belum berkurang, maka Anda harus ke dokter. Jangan meneruskan obat atau menambah dosis tanpa ada anjuran dari dokter.

Sedikit tips untuk meredakan sakit kepala:

Yang pertama, coba perhatikan jumlah air minum Anda. Yang kedua, coba kurangi stress Anda. Dan yang ketiga, coba perhatikan makanan Anda. Mungkin terlalu banyak goreng-gorengan dan kurang makan serat dan buah. Dan semua ini berdampak pada kesehatan Anda.

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply