MEDIA ROOM

Produk Masa Lalu, Rezeki Masa Kini

Jangan Lupa Share ya

Jakarta, 23 Oktober 2015 – Cokelat Ayam Jago dan Permen Karet Yosan. Masih ingatkah Anda dengan produk tadi? Jika Anda memiliki senyum lebar ketika melihat nama produk tadi, maka sudah dipastikan Anda punya kenangan tersendiri di masa kecil. Namun bagaimana cara untuk menikmati cemilan masa lalu dulu di dunia digital sekarang ini?

Beragamnya situs dagang yang bermunculan di Indonesia, menghadirkan fenomena baru. Digipreneur atau yang dikenal dengan istilah digital entrepreneur, mereka yang mencoba platform digital untuk mengembangkan usaha sendiri. Bukan hanya terkait dengan berjualan di website sendiri, namun juga bergabung ke dalam situs dagang atau pun marketplace.

Menjadi teman ngemil. Itu cita-cita sederhana seorang Suci Lestarini Nurhayati. Bersama sang suami yang kebetulan juga memiliki hobi yang sama, ngemil, perempuan yang biasa disapa Leni ini pun mengembangkan hobi menjadi sebuah bisnis. Bukan sembarang bisnis, Leni dan sang suami menjatuhkan pilihan kepada bisnis cemilan jaman dulu alias cemilan jadul. Sebut saja Coklat Ayam Jago, Coklat Choyo-Choyo, Mie Jadoel Anak Mamee, Coklat Coin, Permen Karet Yosan dan masih banyak lagi cemilan jadul lainnya yang menggugah selera. “Melalui bisnis yang saya kelola, selain ingin memudahkan akses bagi mereka yang ingin mencari cemilan lama, juga menjadi sarana bernostalgia,” ujar Leni panjang lebar.

Diceritakan lebih lanjut bahwa bisnis ini telah dijalaninya selama 3 tahun, dalam bentuk toko fisik. Setahun terakhir ini, Leni mulai mencoba peruntungannya merambah ke dunia e-commerce, dengan membuka toko di marketplace. Baginya, berjualan di marketplace bukan hanya memperlebar konsumennya, namun juga memperkaya dirinya dalam pengetahuan digital. Dikatakan lebih lanjut oleh Leni bahwa berjualan di marketplace memberikan kenyamanan bagi dirinya sebagai penjual, karena ia selalu dituntun jika memiliki berbagai pertanyaan. Tak hanya itu, sebagai seller pun Ia juga dihubungi jika pihak marketplace memiliki program promo yang menarik.

“Bagi saya, bergabung di elevenia bukan hanya menambah khazanah saya tentang berjualan online, namun juga menaikkan omzet saya 100% dibandingkan dengan berjualan secara offline. Belum setahun saya bergabung di elevenia, penjualan saya melesat sangat tinggi,” ujar Leni panjang lebar. Lebih lanjut lagi dikatakan oleh Leni bahwa sebagai penjual di elevenia, Ia tidak dipaksa untuk terus berjualan, namun juga dibantu dari segi strategi dan promosi.

Nada yang sama juga disampaikan oleh Madeleine Ong de Guzman, Vice President Marketing elevenia, bahwa elevenia sebagai salah satu pemain marketplace di Indonesia sangat mendukung para digital entrepreneur yang bergabung di situsnya. “Kami berusaha memberikan akses semudah mungkin kepada teman-teman yang ingin bergabung berjualan melalui platform elevenia. Ketika mereka sudah bergabung, selanjutnya akan menjadi tugas elevenia untuk membantu mempromosikan produk dan toko para seller,” jelas Madeleine panjang lebar.

Dilanjutkan lagi oleh Madeleine bahwa sebagai marketplace, elevenia terus mengembangkan diri, guna membantu para teman-teman seller untuk memiliki pengalaman berjualan di marketplace. “Kami memiliki Seller Zone dan juga training khusus untuk mereka yang ingin bergabung bersama elevenia. Bukan hanya berbelanja, namun elevenia juga memiliki perhatian khusus untuk membantu masyarakat menciptakan peluang baru dalam berkarya” ujar Madeleine menutup pembicaraan.

 

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply