Uncategorized

Perubahan Desain Mata Uang Indonesia Dari Masa Ke Masa yang Harus Kamu Tahu

Jangan Lupa Share ya

Kamu pasti sudah tahu bahwa baru-baru ini Bank Indonesia resmi mengeluarkan desain terbaru untuk sebelas seri uang Rupiah. Sekarangpun kamu pasti sudah memiliki kesebelas seri uang tersebut bukan? Jika kamu lupa, seri uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 ini terdiri dari tujuh uang kertas dan 4 uang logam. Peresmian dari uang-uang tersebut juga dihadiri oleh Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia dan Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Memang apa sajakah yang berubah dalam uang tersebut? Apa alasan dibalik penggantiannya? dan bagaimana nasib uang yang sebelumnya telah dicetak? Jujur saja pertanyaan tersebut pasti pernah terlintas dikepalamu bukan. Berikut ini penjelasan lengkap dari penggantian uang Rupiah ini.

Perubahan Desain Mata Uang Indonesia Dari Masa Ke Masa yang Harus Kamu Tahu

  1. Pecahan nominal pada uang terbaru masih sama. Hanya saja desain uang dan gambar tokoh-tokoh pahlawan Indonesia-nya mengalami perubahan.

Uang Rupiah keluaran seri TE 2016 ini tidak mengubah nominal, tetapi hanya desain uangnya saja. Semua desain uang kertas mengalami penggantian termasuk perubahan tokoh pahlawan pada uang tersebut, selain uang pecahan Rp 100.000 yang masih tetap menggunakan tokoh pahlawan Soekarno-Hatta. Selain uang selembaran, uang logam juga mengalami perubahan desain. Perubahan tersebut terletak pada tokoh pahlawan yang pada awalnya tidak terdapat pada uang logam, sekarang dalam uang logam sudah terdapat gambar tokoh pahlawannya.

  1. Alasan dibalik penggatian para tokoh pada uang Rupiah merupakan salah satu wujud kebhinekaan dan keragaman Indonesia. Hal ini dilakukan karena pahlawan lainnya pun juga memiliki jasa yang besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

Selain bertujuan untuk menunjukkan keberagaman Indonesia, ternyata penggantian gambar tokoh pahlawan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan pahlawan lainnya yang sama-sama berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia. Pahlawan-pahlawan yang menempati gambar pada uang Rupiah seri TE 2016 ini berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, Frans Kaisiepo yang berasal dari Papua pertama yang muncul pada uang Rupiah. Beliau merupakan salah satu wakil Papua yang mengikuti Konferensi Milano untuk pembentukan Republik Indonesia Serikat pada tahun 1946. Penggantian gambar tokoh pahlawan ini mungkin juga bertujuan agar seluruh pahlawan-pahlawan dari Sabang hingga Merauke dapat diabadikan dalam Uang Rupiah yang digunakan oleh Bangsa Indonesia.

  1. Selain bertujuan untuk mengenalkan para pahlawan yang berjasa lainnya, uang seri TE 2106 ini juga telah diberikan sistem keamanan yang lebih baik untuk menghindarkannya dari permasalahan banyaknya peredaran uang palsu.

Seri baru dari uang yang tentunya sudah kita miliki ini mempunyai tingkat keamanan yang lebih baik untuk mencegah terjadinya kasus uang palsu. Jika dilihat dari segi color shifting dan kita lihat pada sudut pandang tertentu, maka kita akan melihat adanya perubahan warna pada uang tersebut. Begitupun pada rainbow feature yang akan memunculkan bayangan nominal uang jika kita melihatnya dari sudut pandang tertentu. Fitur UV yang disematkan pada uang baru ini akan memunculkan bayangan saat kita melihatnya di bawah sinar matahari serta fitur blind code yang semakin kuat. Dengan begitu, uang ini dapat dibedakan dengan mudah oleh para tuna netra karena sifatnya yang ramah rabaan.

  1. Berbicara tentang uang Rupiah, apakah kamu tahu bagaimana perkembangan sejarahnya di Indonesia?

Perubahan yang dilakukan pada desain uang rupiah ini bukan merupakan hal yang baru. Kamu yang dilahirkan pada tahun 90-an pasti masih ingat bahwa dulu ada uang pecahan kertas bernilai Rp 500 yang desainnya bergambar orang utan. Ternyata sebelum itupun, uang Rupiah ini sudah mengalami beberapa kali perubahan desainnya.

Mata uang Indonesa pada masa itu diawali dengan Oeang Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan ORI, yang merupakan alat pembayaran yang sah pada awal masa kemerdekaan.

Pencetakan uang ini dilakukan pertama kali pada tangga 17 Oktober 1945 dan mulai beredar satu tahun setelahnya. Meskipun peredarannya bisa dibilang sangat singkat, namun mata uang ini bukan hanya sekedar alat pembayaran yang sah saja. Uang ini ternyata juga merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang sudah merdeka dan bebas dari penjajahan negara manapun.

Masa transisi yang terjadi pada pemerintahan mandiri membuat sistem pembayaran di Indonesia sempat mengalami simpang siur. Hal ini dikarenakan selain ORI ternyata juga beredar Oeang Republik Indonesai Daerah atau ORIDA.

Selain ORIDA ternyata masih ada mata uang daerah lainnya yang beredar, seperti ORIPS atau Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatera dan ORIKA atau Oeang Republik Indonesia Pulau Asahan

Pada tahun 1950, sebagai pengganti ORI dan ORIDA yang merupakan mata uang yang terdiri dari banyak stempel dan tanda tangan orang yang memiliki kekuasaan, maka terbitlah Oeang Republik Indonesia Serikat.

Sebagaimana bentuk pemerintahannya yang singkat, uang RIS ini juga diberhentikan peredarannya setelah sistem pemerintahan di Indonesia berubah menjadi Negara Kesatuan Indonesia.

Pada tahun 1952, pemerintah Indonesia menasionaliasai De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS dan mengubah nama bank tersebut menjadi Bank Indonesia. Hal inilah yang menjadi sejarah awal dari mata uang Rupiah dan untuk pertama kalinya uang negara diurus oleh Bank Indonesia.

Inflasi besar-besaran yang terjadi pada masa orde lama menuntutnya untuk melakukan devaluasi nilai uang secara berulang-ulang.

Selama masa bertahtanya orde baru yang cukup lama yaitu 32 tahun, uang Rupiah juga mengalami beberapa kali perubahan desain bahkan nilainya.

Pada masa reformasi, Bank Indonesia menerbitkan seri terbaru dari hampir semua pecahan uang yang masih kita gunakan hingga saat ini.

Pada tahun 2004, Bank Indonesia kembali mengubah desain uang Rp 100.000 tanpa mengubah desain uang yang lainnya.

Selama hampir 73 tahun kemerdekaan Indonesia, ternyata sudah sangat banyak sekali perubahan nilai ataupun desain yang dilakukan pada uang. Lantas, bagaimana nasib dari uang-uang yang lama? Kamu tidak perlu khawatir karena uang yang lama masih bisa kita gunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Itulah penjelasan mengenai perubahan desain pada mata uang Rupiah yang harus kita tahu sebagai anak bangsa. Semoga bermanfaat. (elevenia)

 

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply