MEDIA ROOM

Peran E-Commerce dalam Pengembangan Pekalongan Menjadi Smart City

elevenia-pekalongan-2

Elevenia Turut Ambil Bagian dalam Seminar Elektronifikasi “Smart Creative Business Menuju Smart City” pada Pekan Batik Nusantara Ke-8 di Pekalongan

 

Pekalongan, 5 Oktober 2016 – elevenia mendukung program Pemerintah Kota Pekalongan untuk mengembangkan Pekalongan menjadi kota pintar (smart city) melalui seminar elektronifikasi “Smart & Creative Business melalui Smart & Creative City” di sela-sela perhelatan Pekan Batik Nusantara ke-8 di Pekalongan.

Seminar yang mengambil tema “Strategi, Tantangan, dan Peluang Bisnis serta Pemasaran di Era Digital” ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang merupakan para pelaku UMKM Batik dari kota Pekalongan dan sekitarnya. Elevenia sendiri mendapatkan kehormatan untuk bisa ambil bagian menjadi narasumber dalam seminar tersebut untuk memberikan edukasi mengenai peran e-commerce sebagai alternatif media yang menjanjikan untuk promosi dengan jangkauan yang luas dan biaya yang murah.

“Kita harus sadari bahwa pengembangan sebuah kota untuk bisa mencapai predikat smart city, tidak bisa lepas dari peran teknologi di dalamnya. Pekalongan, sebagai kota batik, perlu untuk mengawinkan antara teknologi dengan kekayaan budaya yang telah dimiliki. Selain melaksanakan event seperti Pekan Batik Nusantara ini, e-commerce juga bisa menjadi alat untuk mengembangkan dan mempromosikan ekonomi kreatif yang ada di Pekalongan”, jelas Regi Pratama – Manager seller support & activation elevenia.

Hal ini sejalan dengan semangat yang dimiliki oleh Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid, yang berharap Pekan Batik Nusantara bisa menjadi daya ungkit ekonom kreatif masyarakatnya. “Pekan Batik Nusantara diharapkan menjadi daya ungkit ekonomi kreatif khususnya di bidang batik, kerajinan, seni rakyat, dan sebagainya,” kata Achmad pada pembukaan Pekan Batik Nusantara yang juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Drs Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf yang berlangsung Selasa (4/10/2016) di kawasan GOR Jatayu, Pekalongan.

Melalui e-commerce berbasis market place seperti elevenia, pelaku UMKM difasilitasi secara lengkap untuk memasarkan produknya secara online. Dengan adanya 102.8 juta pengguna internet di Indonesia, maka sebesar itulah peluang yang bisa dimiliki oleh pelaku UMKM. Elevenia menyampaikan alasan mengapa para pelaku UMKM diajurkan untuk mulai berjualan online:

  1. Jangkauan pemasaran yang luas se-nasional
  2. Tidak ada batas waktu operasional (kontrol 24 jam 7 hari)
  3. Biaya minimal
  4. Bebas menentukan biaya
  5. Fleksibel (dapat dikerjakan di rumah)
  6. Biaya internet yang semakin murah

Melalui e-commerce, maka para pelaku UKM dimudahkan untuk berjualan online karena cukup bergabung tanpa harus membangun lagi dari awal untuk membuka toko online mereka. Di sisi lain, sistem ini menjadi menjanjikan karena tren penggunaan perangkat mobile yang semakin meningkat, biaya internet yang murah, situs jejaring sosial yang semakin banyak, dan meningkatnya masyarakat ‘kelas menengah’ di  Indonesia.

Elevenia sebagai open market place yang kerap membuka pintu kerjasama yang lebar untu para pelaku UMKM juga memaparkan fasilitas yang bisa mereka kepada para seller yang bergabung, yakni:

  1. Sistem tracking online
  2. Dukungan aktivitas marketing & sales yang kuat
  3. Seller promotion
  4. Kategori produk yang lengkap
  5. Aplikasi mobile untuk handphone dan tablet
  6. 24/7 call center
  7. Metode pembayaran lengkap
  8. Partner logistic terpercaya

E-Commerce bisa juga menjadi pintu untuk “menduniakan batik” agar batik bisa diperhitungkan sampai kemudian pasarnya bisa menjangkau level nasional dan internasional. Dengan demikian UMKM di Pekalongan juga bisa terus berkembang. Namun hal ini tentunya tetap memerlukan dukungan pemkot agar melakukan “branding” batik, misalnya dengan memberikan fasilitas belajar membatik, membeli batik , museum batik, dan pengetahuan batik Pekalongan.

Pekan Batik Pekalongan menghadirkan sekitar 260 stand batik dan 90 stand kuliner selama 6 hari berturut-turut (4 – 9 Oktober 2016). Selain seminar mengenai “Smart City”, perhelatan ini juga dimeriahkan dengan fashion show batik, gelar seni & budaya tradisional & kontemporer Jawa Tengah, arak-arakan batik, lomba desain batik, dan lomba fotografi Wisata Kampung Batik. Pengunjung acara ini ditargetkan mencapai lebih dari seratus ribu  orang.

Share

Leave a Reply