Gadget /Komputer

Pengertian Mikrokontroler Beserta Penjelasannya

Jangan Lupa Share ya

Setelah lebih dari 40 tahun sejak pertama kali mikrokontroler diperkenalkan ke publik, benda yang satu ini telah mengalami banyak sekali perubahan. Sejumlaht eknologi, fungsi dan feriferal yang sudah diterapkan pada komponen yang satu ini, menjadikan mikrokontroler yang saat ini beredar di pasaran punya banyak sekali variasi. Perkembangan mikrokontroler ini pun diimbangi dengan banyaknya aplikasi yang telah dibuat untuk menggunakan mikrokontroler ini, mulai dari digunakan untuk kehidupan sehari-hari, sampai digunakan untuk kegiatan industry.

Pengertian Dari Mikrokontroler

Mikrokontrole sendiri adalah satu benda dengan bentuk chip yang punya banyak sekali fungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik yang pada umumnya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan suatu program. Mikrokontroler sendiri ada beberap bagian komponen yang menyusunnya seperti, I/O tertentu, memori, CPU dan juga komponen lainnya yang beruba analog to digial converter yang pasti sudah terintegrasi dengan baik di dalam microkontroler tersebut.

Dalam benda yang satu ini pun sudah tersedia RAM dan peralatan I/O pendukung yang membuat ukuran dari board yang mikrokontroler ini lebih ringkas. Keringkasan benda ini menjadi salah satu kelebihan utama yang dimilikinya.

Mikrokontroler MCS51 adalah mikrokomputer CMOS 8bit yang telah dilengkapi dengan Flash PEROM atau kepanjangan dari Programmable and Erasable Only Memory dengan kapasitas 4KB. Kita bisa menghapus dan menulisnya sebanyak seribu kali.

Tak hanya soal komponennya yang sangat lengkap, mikrokontroler pun melalui proses produksi yang sangat luar biasa karena menggunakan teknolog high density non-volatile memory. Flash PEROM on-chip yang merupakan salah satu komponen mikrokontroler MCS51 ini memungkikan memori program dengan tujuan deprogram ulang dalam sistem atau pun in-system programing atau juga dengan menggunakan programamer non voltalite memory konvensional. Kombinasi antara CPU 8 bit yang serbaguna dnegan Flash PEROM, tentu membuat mikrokontroler MCS51 sebagai microcomputer yang handal dan fleksibel.

Bentuk Fisik dari Mikrokontroler Keluarga MCS51 40 Pin

Desain yang diusung oleh perangkat keras mikrokontroler MCS51 memiliki 40 kaki, 32 kaki yang dipakai untuk keperluan 4 buah port pararel. 1 portnya terdiri atas 8 kaki yang bisa dihubungkan untuk interfacing ke pararel device, seperti misalnya ADC, sensor dan lain sebagainya. Atau kamu juga bisa menggunakan secara sendiri tiap bitnya untuk interfacing single bit seperti contohnya, switcth, LED dan lain-lain.

Karakteristik Lain yang Dimiliki Mikrokontroler MCS51

  • Low-power
  • 32 jalur masukan/keluaran yang dapat diprogram*
  • Dua timer counter 16 bit
  • RAM 128 byte
  • Lima interrupt

Mikrokontroler berbeda dengan sistem komputer yang mampu menangani sejumlah program aplikasi, misalnya saja pengolahan kata, pengolahan angka dan lain sebagainya. Sebab, mikrokontroler yang satu ini hanya dapat digunakan untuk satu aplikasi yang dikhususkan saja. Ini artinya, dalam mikrokontroler ini hanya bisa mengyimpan satu program saja, tidak bisa dua apalagi tiga.

Perbedaan lain yang bisa kamu lihat pada perbandingan RAM dan ROM. Di sistem komputer, perbandingan RAM dan ROM-nya terbilang sangat besar, ini artinya program-program pengguna nantinya akan disimpan pada ruang RAM yang relative lebih besar. Sementara rutin-rutin antarmuka perangkat keras disimpan pada ruang ROM yang lebih kecil.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan mikrokontroler, di mana perbandingan ROM dan RAM-nya besar, itu artinya program control akan disimpan di ROM atau bisa Maksed ROM atau Flash PEROM, yang berukuran lebih besar, sementara untuk RAM dimanfaatkan hanya untuk tempat penyimpanan sementara sama, termasuk register-register yang dipakai pada mikrokontroler yang bersangkutan.

Kelebihan Sistem Dengan Mikrokontroler

Mikrokontoler menggunakan penggeram dalam bahasa pemograman assembly yang berpatokan pada kaidah digital dasar. Hal ini menyebabkan pengoperasian sistemnya menjadi lebih mudah dikerjakan sesuai dengan logika sistem atau bahasa assembly, di mana bahasa ini lebih mudah dimengerti karena parameter input dan juga outputnya secara langsung dapat diakses tanpa harus menggunakan banyak perintah. Tidak hanya itu, desain dari bahasa assembly ini pun tidak menggunakan banyak syarat penulisan dalam bahasa pemograman seperti huruf besar dan juga huruf kecil untuk bahasa assembly ini lebih diwajarkan.

Mikrokontroler ini hanya terdiri dari satu chip saja, di mana dalam chip tersebut terdapat prosesor, memori dan I/O. Komponen-komponen yang ada di dalam mikrokontroler telah terintegrasi dalam satu kesatuan control sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem.

Mirkrokontroler memiliki sistem running yang bersifat dapat berdiri sendiri tanpa harus tergantung dengan komputer, sementara parameter komputer hanya akan digunakan untuk download perintah intruksi atau pun program. Adapun langkah-langkah untuk download komputer dengan mikrokontroler sangatlah mudah saat digunakan karena tidak perlu banyak perintah.

Para mikrokontroler sendiri terdapat fasilitas tambahan. Fasilitas ini dalam rangka pengembangan memori dan I/O yang telah disesuaikan dengan kebutuhan sistem.

Harga untuk memperoleh alat ini juga lebih murah dan mudah didapat.

Itulah sejumlah informasi terkait dengan mikrokontroler. Semoga bermanfaat. (elevenia)

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply