Edukasi, Fashion

Macam-Macam Peralatan Membatik Tulis

Peralatan-Membatik[1]

Jangan Lupa Share ya

Batik merupakan warisan budaya khas dari Indonesia yang kini telah diakui dunia dan masuk kedalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO sejak tahun 2009. Di Indonesia banyak jenis batik yang khas berasal dari berbagai daerah. Setiap motif pada batik memiliki nilai dan perpaduan seni yang tinggi serta memiliki makna filosofis yang dalam dan khas.

Dalam proses pembuatannya ada tiga macam jenis batik yaitu batik tulis, batik cap, dan batik printing. Batik tulis merupakan jenis batik dengan proses pembuatan yang tidak sebentar, diperlukan kesabaran dan ketelitian sehingga memiliki harga yang lebih tinggi dan kualitas yang baik. Kali ini, akan membahas macam-macam peralatan membatik jenis batik tulis yaitu sebagai berikut:

Kain Mori


Bahan utama dalam pembuatan batik tentunya adalah kain. Dalam batik tulis menggunakan kain jenis mori yaitu kain yang berasal dari bahan katun, polyester, rayon dan juga mori yang telah mengalami proses pemutihan dan memiliki klasifikasi khusus. Kain yang digunakan untuk membatik harus memiliki daya serap warna yang baik seperti kain mori.

Semakin bagus kualitas kain, semakin halus dan tekstur benangnya pun semakin rapat sehingga semakin bagus batik tulis yang dihasilkan. Ada berbagai jenis kain mori yaitu kain mori primisima dengan kualitas tertinggi, kain mori jenis prima dengan kualitas sedang dengan susunan benang sedikit kasar, dan kain mori biru dengan kualitas rendah dan tekstur benang kasar.

Canting


Macam-Macam-Peralatan-Membatik-Tulis[1]Salah satu alat utama dalam membuat motif batik selain kain mori adalah canting yang berfungsi seperti pulpen dengan mengeluarkan cairan lilin panas dari ujungnya (cucuk). Canting terbuat dari tembaga (pada bagian nyamplung) dan kayu atau bambu sebagai gagang atau pegangannya. Ada berbagai jenis canting berdasarkan ukuran, fungsi, dan banyaknya cucuk.

Malam atau Lilin Batik


Dalam proses pembuatan batik malam berfungsi untuk menutupi bagian agar tidak terkena pewarna. Malam merupakan salah satu bahan utama pembuatan batik baik batik tulis maupun cap. Malam juga bisa disebut sebagai perintang yang merintangi agar bagian tertentu tidak terkena pewarna lain. Ada beberapa jenis malam yaitu malam batik klowong, tombokan dan tutupan.

Zat Pewarna Batik


Pada umumnya zat pewarna terbagi menjadi dua yaitu pewarna alami dan sintetis atau buatan yang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan pembuatan batik. Bahan pewarna sintetis mudah didapat, praktis dan memiliki harga yang lebih rendah serta lebih tahan lama sehingga saat ini banyak digunakan para pembatik.

Namun, ada beberapa pembatik yang masih menggunakan pewarna alami pada pembuatan batik. Pewarna alami ini digunakan karena mempertahankan tradisi jaman dahulu ramah lingkungan dan memberikan nuansa berbeda pada batik yang dihasilkan. Pewarna alami dihasilkan dari berbagai tumbuhan dan buahan misalnya mengkudu, kunyit, daun mangga, dan soga tegeran.

Gawangan


Gawangan memiliki fungsi sebagai penyangga kain saat proses menulis motif batik yang terbuat dari kayu ataupun bambu. Biasanya pada zaman dahulu, para pengrajin menambah motif hiasan pada bagian atasnya sehingga terlihat lebih menarik. Hiasan itu biasanya berbentuk motif tertentu seperti naga atau tumbuhan dan bunga.

Dingklik atau Kursi Kecil


Dingklik adalah bahasa jawa dari kursi yang dalam hal ini pada proses pembuatan batik menggunakan dingklik yang berukuran kecil yang terbuat dari kayu, plastik, atau lainnya sebagai tempat duduk pengrajin di saat melukis batik. Pada proses pembuatan batik tulis, pembatik duduk di dingklik menggambar batik di kain. Berbeda dengan pembuatan batik cap yang pengrajin berdiri dan melakukan pengecapan.

Bandul dan Taplak


Bandul atau bandulan berfungsi untuk pemberat menahan kain agar tidak mudah bergerak ketika sedang dilukis dengan malam. Bandul berasal dari kayu, besi, atau pun batu bersih yang dapat berfungsi sebagai pemberat. Sedangkan taplak adalah selembar kain berfungsi sebagai alas saat membatik agar tidak mengotori pembatik saat menggambar motif dengan malam.

Meja Kayu, Wajan, dan Kompor Kecil


Meja kayu berfungsi untuk meluruskan atau meratakan permukaan kain sebelum dilukis atau dibatik menggunakan malam. Selain itu, berfungsi sebagai tatanan saat menggambar pola motif yang biasanya menggunakan pensil Sedangkan wajan dan kompor kecil berfungsi untuk memanaskan atau mencairkan malam atau lilin batik.

Baca juga: Pilih Mana Batik Tulis atau Batik Cap?

Itulah macam-macam peralatan membatik khususnya batik tulis, bagaimana menurut kamu? Ingin mulai mencoba membuat batik tulis dengan alat tradisional di atas? Karena merupakan warisan budaya, kita harus melestarikannya dengan cara mengenal dan mempelajarinya bahkan lebih baik dipraktekkan. Semoga bisa menambah wawasan budaya dan bermanfaat.

Jangan Lupa Share ya

William

Seorang penulis dan pemain kartu Tarot. Suka hilang di antara lamunan dan keanehan yang jamak.
William

Leave a Reply