Uncategorized

Lebih Sulit Mana? Inilah Perbedaan TOEFL PBT dan TOEFL iBT

Jangan Lupa Share ya

TOEFL merupakan sebuah test bahasa inggris yang dibuat oleh ETS (Educational Testing Service), yang merupakan sebuah lembaga di US. Tes TOEFL ini diwajibkan sebagai salahs atu persyaratan masuk kuliah di hampir semua universitas yang ada di Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Australia.

Sejauh ini terdapat tiga jenis TOEFLE, yaitu iBT atau internet-based test, PBT atau paper based test, dan CBT atau computer-based test. Namun yang paling banyak digunakan untuk test TOEFL adalah iBT dan PBT. Fungsi dari kedua jenis TOEFL tersebut terbilang sama dan standar, meski sejumlah orang menilai jika iBT lebih sulit. Memang, tipe soal keduanya berbeda.

iBT memang hadir untuk menggantikan CBT dan PBT. Namun ada beberapa negara yang masih menggunakan PBT. CBT sendiri sudah dihentikan sejak September tahun 2006, sebab sudah dianggap tidak valid.

Banyak orang yang bertanya-tanya, sebenarnya apa perbedaan antara iBT dan PBT mengingat CBT sudah tidak valid lagi. Seperti yang sudah dijelaskan, keduanya memiliki kesamaan tapi memang ada sejumlah perbedaan di antara keduanya. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini:

Sesi Test


iBT sendiri terdiri dari empat sesi, antara lain reading, listening, speaking dan writing. Sedangkan untuk PBT terdiri atas listening, structure and written expression, reading, and writing. Ya, perbedaannya pada iBT tidak diujikan structure and writeen expression atau kemampuan gramatikal. Dalam hal ini bukan berarti dalam IBT kemampuan gramatikal tidak penting. Justru bila kamu menguasai gramatikal maka akan lebih mudah dalam menyelesaikan test iBT dengan baik.

Reading


Baik itu iBT dan PBT sama-sama memberikan pertanyaan berdasarkan dengan daftar bacaan yang sudah disediakan oleh soal tersebut. Biasanya satu daftar bacaan terdiri dari 12 sampai 14 pertanyaan. Pertanyaan yang dikeluarkan akan berkaitan dengan bacaan tersebut. Bacaannya sendiri berupa akademik yang berisi tentang hal-hal yang ada di dalam buku-buku kuliah.

Di sesi ini kamu dituntut untuk punya pemahaman bahasa Inggris dengan tingkat mahir bila ingin mendapatkan nilai yang baik. Hal ini berlaku untuk iBT maupun PBT. Jika kamu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasangan, mungkin akan sedikit kesulitan untuk memahami bacaan yang panjang. Dalam iBT, sesi reading biasanya berlangsung sekitar 60 sampai 80 menit. sementara dalam PBT sesi reading biasanya berlangsung sekitar 55 menit.

Listening


Di iBT sesi listening terdiri atas dua percakapan ditambah dengan empat kuliah atau diskusi akademik. Sementara di PBT terdiri atas tiga bagian. Pada bagian pertama, peserta akan diberikan 30 pertanyaan dan disampaikan dalam bentuk percakapan pendek. Di bagian ke dua memiliki 8 pertanyaan dan disajikan dalam bentuk percakapan namun dengan durasi yang lebih panjang. Di bagian ketiga, memuat 12 pertanyaan berdasarkan pada sebuah ceramah atau kuliah.

Speaking


Pada iBT sesi ini biasanya terdiri dari 6 latihan, yang terdiri dari 2 latihan bersifat independen dan sisanya latihan yang saling berkaitan satu sama lain. Sementara untuk PBT tidak terdapat test speaking. Dalam iBT speaking sendiri akan berlangsung sekitar 20 menit.

Writing


Sesi writing dalam iBT maupun PBT dilakukan untuk mengukur kemampuan peseerta dalam menulis menggunakan bahasa Inggris. Dalam iBT biasanya terdiri dari dua latihan. Latihan pertama adalah latihan yang berkaitan dan latihan yang kedua merupakan latihan independen. Hal ini berbeda dengan PBT, dalam PBT sesi writing merupakan sebuah latihan, di mana peserta harus menulis sebuah esai, kurang lebih 250 sampai 300 kata.

Structure and Written Expression


Structure (15 numbers) Objective: Able to identify and make a well structured sentence by choosing one appropriate answer (a, b, c, or d). Example: The lecturer the class yesterday. A. teach B. teaches. C. taught D. she teaches.

Dalam iBT tidak ada sesi yang satu ini. Namun pada PBT test yang satu ini harus dilalui peserta. Biasanya test ini berupa latihan yang mengharuskan peserta mengisi kalimat-kalimat dengan tepat sebanyak 15 latihan. Sementara itu 25 latihan lainnya meminta peserta untuk mengidentifikasi bagian yang keliru.

Dalam tes TOEFL iBT peserta akan diberikan nilai antara 0 sampai 120 poin. Dari masing-masing sesi tersebut memiliki nilai sekitar 0 sampai 30 poin. Keempat nilai tersebut akan digabung untuk menentukan nilai dari seluruh test TOEFL iBT yang sudah dilakukan peserta. Di bagian speaking, tiap pertanyaan memiliki nilai 0-4, sementara untuk writing memiliki nilai 0-5. Nantinya nilai tersebut akan diubah menjadi 0-30.

Sementara untuk nilai tes PBT sendiri antara 310 sampai 677. Hal ini didasarkan pada tiga penilaian, yaitu listening (31-68), structure (31-68) dan juga reading (31-67). Nilai untuk sesi writing tidak akan digabung di nilai akhir. Nantinya nilai hasil writing ini akan dilaporkan secara terpisah yang memiliki nilai antara 0-6. Cara untuk menghitung score sendiri tidak didasarkan pada test tidak berdasarkan persentasi jawaban yang benar pada sesi listening, structure dan reading. Sebab nantinya nilai tersebut akan diubah hingga akhirnya dihitung kembali sesuai dengan kenyataan bahwa tes yang satu ini lebih sulit dibandingkan tes yang lainnya. (elevenia)

BACA JUGA! 5 PERBEDAAN TOEFL DAN IELTS YANG HARUS DIKETAHUI MAHASISWA

Jangan Lupa Share ya

Putri

SEO Content
"Wherever life plants you, bloom with grace."
Putri

Leave a Reply