Home & Garden

Ketahui Jenis-jenis Tanah yang Ada Di Indonesia

Dalam ilmu geografi, pasti kita akan menemukan bahasan tentang ilmu tanah. Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluruh tentang tanah dari mulai sifat fisik dan kimia tanah, struktur tanah, persebaran jenis tanah, dan lain sebagainya.

Salah satu hal utama yang dipelajari dalam ilmu tanah adalah tentng pedosfer. Pedosfer sendiri adalah lapisan tanah yang ada di permukaan bumi. Jadi, yang dipelajadi mengenai pedosfer adalah berbagai hal tentang lapisan tanah, terutama lapisan tanah yang ada di permukaan bumi seperti tentang jenis tanah.

Di bumi ini tentu ada banyak jenis tanah dan Indonesia merupakan negara yang kaya dengan jenis tanah. Banyak ditemukan di Indonesia berbagai jenis tanah dengan karakter dan ciri khas tersendiri. Terbentuknya tanah di Indonesia bisa dari berbagai hal, ada tanah yang muncul akibat dari retaknya bebatuan karena matahari, karena hewan-hewan kecil seperti cacing yang membuat lubang, atau ujung akar tumbuhan yang mengeluarkan cairah hingga menghancurkan batuan yang akar itu terobos. Selain itu, ada juga tanah yang berasal dari batuan yang sudah lapuk.

Jenis Jenis Tanah di Indonesia

Tanah Alluvial

Tanah alluvial adalah jenis tanah yang asalnya dari sedimen lumpur bawaan air sungai. Tanah jenis ini merupakan hasil erosi yang diendapkan bersama lumpur sungai. Tanah aluvial memiliki ciri khas diantaranya adalah warna yang kelabu dan bersifat subur. Kita bisa menemukan tanah alluvial di wilayah Jawa bagian utara, timur Sumatera, bagian selatannya Kalimantan, Papua utara, dan Papua selatan.

Tanah Vulkanis

Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari material letusan gunung api yang sudah mengalami pelapukan. Di dalam jenis tanah satu ini ada banyak unsur hara, jadi jenis tanah ini merupakan tanah yang sangat subur.

Karena tanah vulkanis sangat subur, maka banya orang memanfaatkannya sebagai lahan pertanian. Tanah jenis ini banyak kita temukan di wilayah jawa, terutama Garut dan Bandung, ada juga di daerah Bali, dan Sumatera tepatnya di sekitar danau Toba.

Terdapat dua kelompok tanah vulaknis, yaitu tanah latosol dan regosol. Tanah latosol memiliki warna yang merah hingga kuning serta mengandung bahan organik dan sifat yang asam. Tanah ini cocok untuk ditanami tanaman karet, padi, kelapa, kopi, dan palawija. Kamu bisa temukan tanah ini di wilayah Sumatera Utara, Bali, Sumatera Barat, Minahasa, Jawa dan Papua.

Sedangkan tanah regosol memiliki butir kasar dan warnanya kelabu hingga kuning serta mengandung sedikit bahan organik. Tanah ini cocok untuk ditanami tanaman palawijaya, buah-buahan dan tembakau. Kita bisa temukan di wilayah Jawa, Nusa Tenggara, dan Sumatera.

Tanah Humus (Bunga Tanah)

Tanah humus atau disebut juga bunga tanah merupakan salah satu jenis tanah yang sangat subur. Hal itu karena jenisa tanah ini berasal dari pembusukan tumbuhan sehingga tanah memiliki banyak unsur hara. Biasanya tanah humus dapat ditemukan di pulau Sulawesi, Jawa Barat, Papua, Kalimantan, dan Sumatera. Dalam penggunaannya, tanah ini bagus dan cocok untuk menanam tanaman nanas, kelapa, atau padi.

Tanah Podzolik

Tanah Podzolik merupakan tanah yang bersifat basa jika terkena air, tidak subur, meiliki kandungan unsur hara yang sedikit, mengandung kuarsa, serta berwarna merah hingga kuning. Dalam pembentukan tanah jenis ini, curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah sangat mempengaruhinya. Tanah podzolik cocok ditanami dengan tanaman karet, teh dan kopi. Jenis tanah ini tersebar di daerah pengunungan tinggi Sumatera, Jawa Barat, Maluku, Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

Tanah Kapur

Tanah kapur adalah jenis tanah yang terbentuk dari batuan kapur. Sifat dari tanah jenis ini adalah tidak subur, sehigga tidak banyak tumbuhan yang dapat hidup bertahan dalam tanah tersebut. Namun walaupun demikian, tanah ini bisa ditanami pohon jati. Tanah kapur dapat kita jumpai dia daerah pegunungan Kendeng, Blora, dan Pegunungan Seribu Yogyakarta. Ada dua kelopok dari tanah kapur, yaitu tanah mediteran dan renzina. Tanah mediteran adalah tanah kapur yang berasal dari pelapukan batuan kapur yang keras dan batuan sedimen. Tanah mediteran berwarna kemerahan hingga coklat dan sifatnya kurang subur. Namun tanah ini masih bisa ditanami tanaman Palawija, Jambu mete, tembakau, dan jati.

Sedangkan tanah renzina berasal dari pelakukan batuan kapur, hal itu terjadi di daerah yang memiliki curah hujan tinggi. Ciri khas dari tanah renzina adalah warnanya yang hitam dan sedikit kandungan hara. Tanah renzina sebagian besar tersebar di daerah Gunungkidul Yogyakarta.

Tanah Pasir

Tanah pasar merupakan tanah yang tidak asing lagi untuk kita. Tanah jenis ini tidak memiliki kadar air yang banyak dan unsur haranya pun sedikit. Tanah ini muncul dari pelupukan batuan pasir dan tersebar di wilayah pantai yang disebut sand dune atau bukit pasir. Contoh tanah pasir yang ada di Indonesia ada di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta.

Tanah Laterit

Sifat dari tanah laterit adalah tidak subur, bahkan tanah ini tidak memiliki kesuburan. Hal ini karean tanah laterit mengandung banyak zat alumunium dan besi. Unsur hara yang terkandung dalam tanah laterit hilang karena terlaru curah hujan yan tinggi.

Selain itu, tanah laterit juga tandus dan kering. Tanah laterit juga terkadang disebut dengan tanah merah karena memang warnanya kekuningan hingga merah. Tanah laterit tersebar di beberapa daerah seperti daerah Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi tenggara.

Nah demikianlah jenis-jenis tanah di Indonesia. Sebetulnya masih banyak lagi jenis tanah yang ada di Indonesia. Namun tujuh jenis tanah di atas mungkin sudah cukup untuk menambah pengetahuan dan wawasan kamu. (elevenia)

Leave a Reply