Home & Garden

Inilah Jenis-Jenis Tanah Liat yang Harus Kamu Tahu!

Jangan Lupa Share ya

Manusia memanfaatkan tanah liat untuk bahan dasar pembuatan keramik maupun gerabah. Tanah liat ternyata punya beberapa sifat bahan, dan tiap sifat tersebut sesuai dengan kondisi yang pernah dialaminya. Apabila kondisi tanah liat tersebut mengandung banyak air maupun basah, maka bisa dipastikan tanah liat tersebut punya sifat yang elastis. Sementara jika tanah liat tersebut kering, maka bisa dipastikan tanah liat tersebut akan menjadi keras dan memadat serta kuat saat dilakukan pembakaran.

Apa kamu tahu dari mana asalnya tahan liat? Tanah liat ini terbentuk dari proses pelapukan kerak bumi. Kerak bumi sendiri sebagian besar terdiri dari batuan feldspatik, atau bagian yang terdiri batuan beku dan granit. Biasanya tanah liat berwarna hitam keabu-abuan. Bila dilihat lebih jelas, maka tanah liat terbagi menjadi dua jenis, seperti di bawah ini:

Jenis – Jenis Tanah Liat

Tanah Liat Primer

Tanah liat primer merupakan jenis dari tanah liat yang dihasilkan dari pelapukan batuan feldspatik yang sebabkan oleh tenaga endogen yang tak berpindah dari batuan induk atau dari asalnya. Dikarenakan tidak berpindah tempat, maka tanah ini punya sifat yang lebih murni atau dengan kata lain tidak bercampur dengan jenis tanah yang lainnya atau pun dengan bahan yang lainnya.

Ciri dari tanah liat primer adalah berwarna putih kusam. Tanah ini biasanya bisa ditemukan di tempat tinggi. Tanah ini pun terkenal tanah panas dan punya butiran yang cukup besar. Untuk membakar tanah liat primer ini, suhu matangnya sekitar 1300 sampai 1400 derajat celcius. Bahkan, beberapa ada yang mencapai 1750 derajat celcius. Hal ini tentu membutuhkan banyak sekali bahan bakar untuk menghasilkan api yang besar supaya tanah ini benar-benar matang. Ada sejumlah ciri-ciri dari tanah liat primer, seperti di bawah ini:

  • warna putih sampai putih kusam
  • cenderung berbutir kasar,
  • tidak plastis,
  • daya lebur tinggi,
  • daya susut kecil
  • bersifat tahan api

Tanah Liat Sekunder

Tanah liat ini bisa dibilang kebalikannya dari tanah liat primer. Tanah ini merupakan hasil dari pelapukan batuan feldspatik, namun dilakukan oleh tenaga oksogen, sehingga partikel-partikel dari tanah liat ini terbawa ke tempat lain dan biasanya mengendap di tempat yang lebih rendah, seperti danau, rawa, atau pun aliran sungai. Dikarenakan hal tersebut, tanah ini akan tercampur dengan tanah maupun bahan yang lainnya.

Warna tanah liat sekunder pun sangat bertolak belakang dengan tanah liat primer yang berwarna putih. Ya, tanah liat sekunder cenderung berwarna cokelat, kuning, kemerahan, krem sampai berwarna hitam. Tak hanya itu, suhu matang tanah ini pun cenderung lebih rendang dibandingkan tanah liat primer, hanya sekitar 900 sampai 1180 derajat celcius saja.

Tanah liat sekunder pun terbagi menjadi beberapa jenis, seperti tanah liat tahan api/ Fireclay, tanah liat Stoneware, ballclay, tanah liat Earthenware, dan tanah liat Monmorilinit. Jenis tanah liat sekunder yang berbeda tersebut tentu memiliki sifatnya masing-masing. Di mana, masing-masing dari jenis tanah liat sekunder tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda. Selain itu secara umum ciri-ciri dari tanah liat sekunder seperti di bawah ini:

  • Kurang murni
  • cenderung berbutir halus,
  • plastis,
  • warna krem/abu-abu/coklat/merah jambu/kuning, kuning muda, kuning kecoklatan, kemerahan, kehitaman
  • daya susut tinggi,
  • suhu bakar 12000C–13000C, ada yang sampai 14000C biasanya di suhu ini untuk pembakaran tanah liat jenis fireclay, stoneware dan ballclay.
  • suhu bakar rendah 9000C–11800C, ada yang sampai 12000C biasanya suhu bakar ini untuk jenis earthenware.

Dua tanah liat tersebut sama-sama digunakan. Namun kamu harus tahu, bahan bakar dan suhu saat pembuatan tanah liat dapat menghasilkan produk akhir yang berbeda juga. Ada sejumlah hasil dari tahan liat, seperti gerabah, tembikar, keramik batu sampai porselen. Tak hanya itu, tanah liat pun digunakan untuk pembuatan genting, bata merah, tempuyangan atau gentong air.

Dari segi jumlah, bisa ditebak bukan jika tanah liat primer lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan tanah liat sekunder. Tidak heran jika dari nilai keindahan hasil akhir kedua bahan tersebut, tanah liat primer lebih banyak digunakan untuk menghiasi dalam rumah. Umumnya tanah liat sekunder sangatlah sensitif alias mudah pecah sehingga kita harus hati-hati dalam memperlakukannya.

Hal ini berbeda dengan tanah liat sekunder yang banyak digunakan untuk peralatan dalam membangun rumah seperti batu-bata dan genteng. Hasil dari tanah liat sekunder ini terhitung lebih kuat dibandingkan dengan hasil dari tanah liat sekunder, sehingga tidak heran jika hasil akhir dari tanah liat sekunder digunakan sebagai bahan bangunan karena memang bahan bangunan harus memiliki sifat yang kuat dan tahan terhadap serangan cuaca. (elevenia)

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply