WHAT'S HOT

Harta Karun itu bernama UKM

Jangan Lupa Share ya

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Yogyakarta? Gudeg? Kota Pelajar? Bakpia? Borobudur? Dan kami yakin, pasti masih banyak lagi kuliner, tempat wisata bahkan budaya yang Anda ingat ketika mendengar kata Yogyakarta. Tapi apa Anda tahu bahwa Yogyakarta juga menyimpan harta karun berupa UKM? Iriel Parmato menuliskannya untuk Anda langsung dari Yogyakarta.

Hari Rabu, 16 April 2014 lalu, merupakan hari yang spesial bagi elevenia. Pasalnya, hari ini kami diundang oleh Kementrian Koperasi & Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, untuk menjadi bagian dari acara Bimbingan dan Sosialisasi bagi KUMKM Industri Kreatif Melalui e-channel (e-payment dan e-marketplace). Mengambil tempat di Hotel Ina Garuda, Malioboro, Yogyakarta, acara tersebut dihadiri oleh sekitar 40 rekan UKM lokal.

Acara yang digagas oleh AsDep Urusan Pengembangan Sistem Bisnis Kementrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUMKM) RI, bapak Syarial.S,MM, bertujuan untuk memaksimalkan potensi bisnis UKM yang ada di daerah di Indonesia, melalui channel digital. “Saat ini jumlah UKM di Indonesia lebih dari 17 juta, namun baru sekitar 70 ribu yang memanfaatkan ranah digital untuk mengembangkan usaha mereka,” ujar Syarial. Lebih lanjut lagi ditambahkan bahwa kesulitan yang dialami oleh para UKM yang ingin terjun ke lahan digital adalah keterbatasan pengetahuan mereka mengenai ranah digital. Tak hanya itu, apa yang selama ini dipahami oleh para pelaku UKM bahwa mereka harus memproduksi barang dalam jumlah tertentu. Hal ini lah yang juga menyebabkan keterbatasan mengenai dunia digital semakin besar.

elevenia berpartisipasi dalam acara Kementrian Koperasi dan UKM di Yogyakarta

¬†Ditambahkan lagi oleh Syarial bahwa untuk saat ini sangat diperlukan bimbingan dan edukasi bagi UKM untuk masuk ke ranah digital. “Untuk saat ini, kami meminta rekan-rekan UKM untuk tetap berkonsentrasi pada produksi barang, namun ada institusi yang membantu untuk memasarkan dan mempromosikan di ranah digital. Tentunya ini harus diawali dengan edukasi mengenai pemanfaatan ranah digital kepada rekan-rekan UKM, terutama UKM lokal,” ujar Syarial.

Dalam acara ini, elevenia mengemban tugas untuk memperkenalkan ranah digital kepada rekan-rekan UKM di Yogyakarta. Sambutan hangat langsung terasa dari rekan-rekan UKM yang hadir, ketika iklan televisi elevenia mulai diputar. Lebih dari setengah peserta di Kalasan Room, Hotel Ina Garuda, sudah pernah menonton iklan televisi tersebut. Namun masih banyak dari mereka yang bertanya-tanya: “Apa sih elevenia?”

Roni Irawan dan Eunho Park  dari elevenia sedang memberikan pengarahan

 

Roni Irawan, Sales Planning Manager dan Eunho Park, General Manager Sales Division elevenia perlahan tapi pasti mulai menjelaskan detil elevenia. Ketika sesi ini berlangsung, terlihat sekali bahwa sebenarnya ketertarikan UKM lokal pada ranah digital sangatlah besar, namun seperti yang diceritakan di atas bahwa banyak sekali keterbatasan yang mereka alami. Keterbatasan paling besar adalah melakukan penetrasi internet kepada para rekan-rekan UKM lokal.

“Saya mau gabung dengan elevenia, tapi saya ndak paham internet itu opo. Ini gimana, mas?” tanya Ngatijo, salah seorang peserta yang memiliki usaha Gula Kelapa Organik. Sedikit cerita mengenai usaha Ngatijo, Gula Kelapa Organik ini ternyata sudah lebih dulu merambah dunia internasional daripada nasional. Terbukti dengan lebih dulunya mendapatkan sertifikasi untuk pelegalan di Belanda, Jepang, Amerika dan Australia. Barulah setelahnya menyusul di Indonesia. “Pada saat awal dan sampai sekarang juga, penjualan kami memang lebih besar di luar negeri. Di Jepang, Amerika, terutama Belanda,” Ujarnya dengan logat jawa yang kental.

Memasuki ranah digital mau tidak mau harus paham bagaimana cara bekerja internet. Satu yang dijadikan poin penting bagi para rekan UKM tadi adalah tidak terbatasnya waktu dan tempat bagi para (calon) pembeli produk mereka. “Di elevenia, kami siap membantu bapak Ibu 24 jam sehari, 7 hari seminggu melalui Customer Service kami,” ujar Roni menjelaskan. Lebih lanjut lagi ditambahkan bahwa untuk bergabung menjadi seller di elevenia sangatlah mudah. Hanya tinggal mengisi data di website dan menyertakan kartu identitas melalui foto. Satu hal lain yang sangat menarik minat para rekan UKM tadi adalah fasilitas Seller Zone yang disediakan oleh elevenia. Ternyata beberapa dari para rekan UKM tadi sudah memiliki kios di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, sebut saja Sarinah, Tanah Abang dan Thamrin City. “Nanti kalau saya sedang main ke Jakarta untuk cek stok toko, saya boleh untuk foto produk di Seller Zone elevenia?” tanya Liant, seorang pengusaha Kain Nusantara yang juga memiliki kios di Pasar Ubud, Bali. Tentu saja elevenia menyambut senang kehadiran para seller yang hendak menggunakan studio foto di Seller Zone.

“Bagi kami, kehadiran bapak ibu di Seller Zone sangat kami nantikan. Kalau bapak ibu bingung soal bagaimana upload produk, mengoperasikan toko bapak ibu di elevenia, kami siap membantu bapak ibu sekalian,” ujar Roni sambil menutup sesi tanya jawab. Di sesi tanya jawab ini, elevenia memberikan voucher belanja dan juga goodie bag kepada 10 rekan UKM yang bertanya.

Para peserta yang bertanya mendapatkan hadiah berupa voucher belanja dan goodie bag dari elevenia

 

Berbicara produk dari rekan-rekan UKM lokal Yogyakarta yang hari itu berpartisipasi, sungguh beragam. Mulai dari Kain Nusantara (yang memadukan dua macam kain dalam satu potong pakaian), Gula Kelapa Organik, Batik Kayu, hingga Kayu Gelondongan. Diharapkan dengan adanya seminar dan workshop singkat mengenai pengenalan ranah digital, terutama elevenia, bisa mengembangkan usaha para UKM lokal Yogyakarta di kemudian hari.

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply