MEDIA ROOM

GENERASI MILENIAL DI TEMPAT KERJA: Trik elevenia Menjawab Tantangan Pengembangan SDM di Perusahaan Startup

Jangan Lupa Share ya

Jakarta, 27 Oktober 2016Market place elevenia, bukan lagi pemain baru di industri belanja daring dalam negri. Dalam hal pengembangan sumber daya manusia, elevenia termasuk perusahaan dengan perkembangan karyawan yang bisa dikatakan perlahan tapi pasti. Industri start-up merupakan industri yang dinamis dan muda, dimana mayoritas orang yang bekerja di dalamnya adalah generasi muda yang belakangan ini terkenal dengan sebutan generasi Y atau generasi milenial[1]. Memasuki tahun ketiganya beroperasi, elevenia mencatat pertumbuhan karyawan hampir tiga kali lipat lebih besar. Saat ini, tercatat 88% karyawan elevenia berusia di bawah 33 tahun atau dengan kata lain, mayoritas pekerja di elevenia adalah para generasi milenial.

Sebagai sebuah perusahaan, elevenia berpedoman pada 3 nilai, yakni: challenging, innovation, dan happiness, dimana ketiga nilai ini disusun termasuk juga untuk menjawab tantangan pengembangan SDM perusahaan yang kebanyakan adalah para generasi milenial. “Mayoritas karyawan kami adalah para generasi milenial, dan salah satu tantangan yang kami hadapi saat ini adalah bahwa mereka sangat haus dengan hal baru, sehingga kami harus pintar-pintar membuat suasana kerja yang menyenangkan dan tidak rutin”, Jelas Fernandi Mahendrasusila, GM Human Resources and General Affairs elevenia.

Hal ini bisa jadi sesuai dengan hasil survey yang baru-baru ini dirilis oleh JakPat, mengenai “Gex X dan Sudut Pandang Generasi Y Mengenai Pekerjaan”[2]. Dengan total responden sebanyak 618 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, JakPat mendapatkan beberapa fakta yang terjadi di lapangan, di antaranya:

  1. Sebagian responden berharap agar mereka bisa memiliki lebih dari 10 atasan (bos) selama masa bekerja mereka dengan alasan untuk mengembangkan karier.
  2. Tujuh dari sepuluh responden menyatakan jika mereka tidak merasa bahagia dengan pekerjaannya, maka mereka akan keluar. Begitu juga dengan pandangan mereka akan pendapatan (uang) yang dianggap menjadi faktor penting ketika mereka mencari pekerjaan.
Suasanakerja para karyawan elevenia di ruang Break Out.
Suasana kerja para karyawan elevenia di ruang Break Out.

Menyikapi hal ini, elevenia berbagi trik mengenai cara mereka untuk membuat karyawan mereka hepi, yakni dengan collaborative working area, openness, dan fun. Elevenia mengaplikasikan suasana open office, dimana interaksi antara karyawan bisa terlaksana dengan mudah tanpa sekat. Selain itu, pelaksanaan birokrasi juga dibuat tidak kaku. Terakhir, elevenia senantiasa memperhatikan keseimbangan antara dunia kerja dan keseharian karyawannya (work-life balanced) dengan berbagai kegiatan santai dan menyegarkan di kantor, seperti penyelenggaraan kelas yoga, badminton, dan lain-lainnya.

“Kerja di elevenia menyenangkan. Perpaduan antara santai, bebas, dan bertanggung jawab. Antara atasan dan teman kerja juga tidak ada gap yang terlalu besar, jadi semua terasa seperti keluarga”, kata Sangalian Jato (Sali), dari tim Sales & Management elevenia.

Saat ini elevenia sendiri mempekerjakan sekitar 250 karyawan untuk seluruh divisinya. Dari jumlah ini, elevenia masih menargetkan adanya perkembangan di dalam tubuh organisasi mereka untuk mendukung tumbuh kembang perusahaan.

 

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply