Elektronik

Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara Kerjanya

Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara Kerjanya

Jangan Lupa Share ya

 Agar tidak salah mengartikan perangkat listrik yang ada di dalam sebuah pabrik, kamu harus mengetahui beberapa jenis perangkat yang ada di dalamnya tersebut. Salah satunya adalah kontaktor listrik. Apa sih kontaktor listrik itu? Kontaktor listrik merupakan perangkat elektronik yang berfungsi untuk membawa arus litrik agar bisa mengalir ke sebuah tembaga penghasil medan magnet.

Jenis kontaktor listrik yang sering di gunakan pada sehari-hari adalah sistem 3 fasa. Pada setiap kontaktor biasanya memiliki jenis normally open dan normally close. Namun apabila kamu menemui jenis bukan keduanya berarti adalah model kontaktor listrik jenis R-S-T. Untuk mengetahui lebih dalam, berikut ini adalah penjelasan fungsi kontaktor listirik beserta cara kerjanya.

Fungsi Kontaktor Listrik


Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara KerjanyaFungsi kontaktor listrik adalah untuk menggerakkan sebuah motor tiga fasa yang ada di dalam sebuah pabrik atau industri yang memiliki tegangan ampere sangat tinggi. Dengan menggunakan kontaktor, maka motor bisa berputar atau berjalan sesuai dengan kontrol yang di berikan. Kontrol tersebut biasanya lebih di kenal dengan nama DOL (Direct On Line). Kontaktor juga merupakan perangkat elektronik yang saat ini paling banyak di gunakan pada insudtri.

Cara Kerja Kontaktor Listrik


Setelah mengetahui fungsi dari penggunaan kontaktor listrik, kamu juga harus mengetahu bagaimana cara kerja dari kontaktor tersebut. Nah, prinsip kerja dari sebuah kontaktor adalah memiliki arus dan tegangan sebear 220 VAC atau DC yang sesuai dengan karakter dari coil yang akan di hubungkan. Agar arus bisa mengalir sempurna, maka harus ada coil di dalam kontaktor tersebut.

Coil hanya akan bekerja apabila terdapat arus yang masuk dan memuat magnet menarik kontak. Kontaktor akan berubah dari normally close ke normally open apabila ada arus yang melewati medan magnet. Nah, keluar masuknya arus tersbeut tentunya harus di kontrol menggunakan kontrolling sebelum adanya wiring.

Semakin besar jenis kontaktor, maka semakin keras juga bunyi yang akan di hasilkan. Jadi kamu nggak perlu kaget jika mendengar bunyi tak-tek di sebuah pabrik industri karena hal tersebut sudah biasa. Untuk mengembalikan kepada kondisi semula, maka coil yang bisa menarik tadi harus di lepas dan menjadikan kontaktor kembali ke posisi awal. Hal tersebut tentunya juga bisa di lakukan dengan mengguankan kontrolling program.

Bagian-Bagian Kontaktor


Fungsi Kontaktor Listrik dan Cara KerjanyaDi dalam sebuah kontaktor tentu memiliki bagian-bagian penting yang harus kamu ketahui dan pahami. Karena berhubungan dengan sumber daya listrik, untuk melakukan perbaikan pada kontaktor tidak boleh sembarangan karena bisa membahayakan diri sendiri. Bagian-bagian penting yang ada di dalam kontaktor ada tiga macam.

Yang pertama adalah coil, kontak utama atau R-S-T, dan kontak bantu (normally open/normally close). Ketiga bagian tersebut harus kamu pahami dan harus bisa bedakan.

Cara Perawatan Kontaktor


Tidak hanya mengetahui fungsi dan bagian yang ada di dalam kontaktor, kamu juga harus mampu mengatasi permasalahan yang sering terjadi di dalamnya. Tidak jarang tentunya di dalam sebuah perusahaan mengalami kerusakan kontaktor yang membuat semua orang panik. Nah, berikut ini adalah cara melakukan perawatan kontaktor dengan benar.

  1. Kontaktor bau terbakar

Mencium bau-bau gosong atau sangit karena kabel terbakar tentunya sudah bukan menjadi hal luar biasa lagi jika kamu mengetahui penyebabnya. Ya, tidak jarang bau sangit tersebut muncul dari sebuah kontaktor. Langkah yang paling baik ketika mendapati keadaan tersebut adalah dengan cek kabel bautan dan pastikan semuanya tertutup rapat.

Apabila sudah tertutup rapat, kamu bisa cek pada bagian coil. Apabila di temukan short circuit maka segera ganti dengan kontaktor baru.

  1. Kontaktor bergetar lebih cepat

Penyebab dari sebuah kontaktor bergetar sangat cepat biasanya adalah dari sbeuah coil yang lemah. Apabila kamu mendapati sebuah coil yang rusak, sebaiknya ganti kontaktor tersebut dengan yang baru agar tidak berdampak kepada motor.

  1. Kontaktor tidak bisa kontak

Apabila kamu menemui kontaktor yang tidak bisa mengkontak, cek pada bagian coil menggunakan avometer. Cara cek adalah dengan menggunakan skala ohm. Apabila terdapat nilai hambatan, maka coil tersebut masih bisa di gunakan. Namun apabila tidak memiliki nilai hambatan maka sudah dipastikan kontaktor tersebut sudah rusak dan perlu di ganti.

Jika masih memiliki nilai hambatan namun tetap saja tidak bisa mengkontak, lepaskan daya listrik dan tunggu hingga beberapa menit. Hal tersebut bisa saja terjadi karena overheat yang di hasilkan coil. Nah, apabila sudah di dinginkan namun masih saja macet, berarti kontaktor tersebut dalam keadaan rusak.

Sedikit informasi mengenai fungsi kontaktor listrik di atas semoga bisa membantumu untuk mengatasi permasalahan yang ada di dalam industri.

Baca Juga! Apa Saja Kegunaan Stop Kontak? Ini Dia Jawabannya!

Jangan Lupa Share ya

Putri

SEO Content
"Wherever life plants you, bloom with grace."
Putri

Leave a Reply