Media Room

Ekspektasi Konsumen Ketika Berbelanja Online sebagai Tantangan dan Peluang demi Mencapai Keberlangsungan Bisnis Online

elevenia

Jakarta, 3 Februari 2017 – Sejak akhir tahun 1990-an hingga sekarang, perkembangan bisnis daring berkembang dengan sangat pesat. Data dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di medio 2016 menyatakan bahwa setidaknya hingga saat ini total jumlah e-commerce di Indonesia mencapai 26,2 juta. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari sensus ekonomi 2016 yang dilakukan pihaknya, dalam kurun waktu 10 tahun (2006 -2016), jumlah e-commerce di Indonesia meningkat sekitar 17%. Elevenia sendiri mulai ikut meramaikan pasar e-commerce Indonesia sejak Maret 2014.

Namun demikian, sejak awal tren usaha digital ini masuk ke ranah ekonomi Indonesia hingga saat ini, tantangan untuk memenuhi kepuasan konsumen yang dihadapi tetaplah sama. Berdasarkan hasil riset[1] yang dilakukan terhadap perilaku konsumen e-commerce di akhir 2016 lalu, kepraktisan, kualitas produk, harga, diskon dan promosi, pengiriman, dan pembayaran menjadi ekspektasi konsumen ketika berbelanja online. Keenam poin ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku bisnis online yang apabila bisa dipenuhi, maka kepuasan pelanggan berujung dengan kesetiaan berbelanja di online platform bisa didapatkan.

Elevenia hendak berbagi infomasi dan tips berdasarkan hasil survey yang dilakukan kepada 1000 orang dari rentang usia 18-44 tahun, yang rutin mengakses internet dan juga melakukan belanja online selama 3 bulan belakangan. Berikut hasil survey yang didapatkan:

  1. Kepraktisan

Sebanyak 40% responden manyatakan bahwa yang mereka harapkan dengan berbelanja daring adalah kepraktisan (easier shopping). Pengalaman belanja yang tidak ribet di aplikasi atau web, menjadi salah satu faktornya. Rasa praktis ini dimulai sejak konsumen mengetik alamat e-commerce yang hendak dituju, hingga akhirnya dia selesai melakukan pembayaran.

  1. Produk

Karena buyer hanya bisa memeriksa barang belanjaan mereka melalui gambar dan keterangan yang dipasang di laman toko, maka buyer hanya bermodal keyakinan dan kejujuran penjual hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengeluarkan duit untuk berbelanja. Dengan demikian, penting sekali menyediakan produk dengan kualitas terbaik dan benar-benar sesuai dengan yang dipajang di halaman toko. Di sisi lain, banyaknya variasi produk juga menjadi pancingan untuk buyer dalam berbelanja. Poin ini disetujui oleh sebanyak 33% responden.

  1. Harga

Bisnis online memang menjamin harga jual yang lebih murah dibanding dengan bisnis offline. Hal ini disebabkan karena pebisnis online tidak perlu membayar sewa tempat atau biaya SDM. Untuk itu, memberikan harga yang terjangkau kantong buyer, menjadi magnet lain yang tidak kalah kuat untuk menarik pembeli. Namun demikian, banyak juga buyer yang tidak serta merta langsung berbelanja walaupun harga yang diberikan oleh toko online tersebut sangatlah murah. Salah satu kebiasaan buyer adalah melakukan perbandingan antara toko online yang satu dan yang lain, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk berbelanja. Sebanyak 33% buyer berharap bisa berbelanja dengan harga lebih terjangkau di toko online.

  1. Diskon dan promosi

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa di belahan dunia manapun, diskon dan promosi selalu diminati oleh banyak orang. Demikian juga 25% responden survey ini. Berbagai diskon promo selalu menjadi alasan mereka untuk berbelanja daring.

  1. Pengiriman

Pengiriman menjadi faktor yang paling sulit dikontrol oleh pebisnis online karena ada keterlibatan pihak ketiga, yakni partner logistisik sebagai penyedia jasa pengiriman. Di sisi lain, demografi Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri terutama dalam menjangkau daerah-daerah terpencil. Maka menjadi sangat penting bagi pebisnis online untuk menjalin kerjasama dan kepercayaan dengan perusahaan logistik. Pengiriman cepat dan gratis menjadi harapan 14% responden dalam berbelanja di online platform.

  1. Transaksi dan pembayaran

Poin terakhir yang sangat perlu diperhatikan oleh pebisnis online adalah mengenai sistem pembayaran. Sebanyak 14% hasil survey menyatakan bahwa dengan berbelanja online mereka berharap bisa melakukan pembayaran yang cepat, mudah, dan bervariasi. Perlu diingat, jumlah masyarakat di Indonesia yang sudah menyimpan uangnya di bank baru mencapai 34,8%. Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga lainnya di Asia Tenggara yang sudah mendekati angka 50%[2]. Dengan demikian, pelaku e-commerce perlu cermat menyediakan sistem pembayaran yang bisa digunakan oleh banyak masyarakat, baik yang sudah memiliki rekening bank maupun tidak.

[1] Riset dilakukan oleh lembaga riset IPSOS di akhir tahun 2017.

[2] Data lebih lengkap mengenai pergeseran perilaku konsumen dalam melakukan transaksi online: http://elv11.co/wdf

Share

Leave a Reply