Home & Garden

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan Manusia berdasarkan Polutannya

Polusi udara saat ini menjadi masalah utama dari kesehatan lingkungan yang umumnya dialami oleh penduduk di negara maju maupun berkemban. Polusi udara luar ruangan yang terjadi di kota maupun di desa diperkirakan sudah menyebabkan kematian dini bagi warga di seluruh dunia tahun 2012. Sebenarnya, apa saja dampak polusi udara yang kian hari kian mengkhawatirkan ini pada kesehatan manusia.

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan Manusia berdasarkan Polutannya

Polutan udara memang berdampak tidak baik bagi kesehatan manusia. Polutan udara seperti sulful dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx) dan lainnya punya komposisi kimia, emisi, sifat reaksi, waktu disintengrasi dan juga kemampuan yang beda satu dengan lainnya untuk menyebar dalam jangka pendek maupun panjang.

Partikulat (PM)

Sulfat, amonia, nitrat, natrium klorida, mineral debu, karbon hitam dan air merupakan komponen utama dari PM. Bisa dibilang PM merupakan campuran kompleks dari padat dan cair yang berasal dari bahan organik dan anorganik yang melayang-layang di udara. Partikel yang paling berbahaya dan paling merusak kesehatan adalah partikel dengan ukuran 10 mikron atau kurang. Sebab, ukuran tersebut dapat menembus dan sampai jauh sekali ke dalam organ paru-paru.

Hubungan antara paparan tinggi partikular kecil (≤10 PM) dengan peningkatan kematian dan kesakitan sangatlah erat, baik itu dari hari ke hari maupun dari waktu ke waktu. Sebab, hal sebaliknya akan terjadi jika konsentrasi partikular kecil dan halus berkurang, maka angka kematian pun akan menurun. Partikel polusi kecil punya dampak buruk bagi kesehatan, bahkan saat konsentrasinya masih sangat rendah.

Pada negara yang masih berkembang, polutan biasanya berasal dari pembakaran rumah tangga dengan bahan bakar padat, seperti kompor tradisional, yang akan meningkatkan risiko infeksi pada saluran pernapasan akut dan juga kematian pada anak muda. Faktor utama risiko penyakit jantung pun timbul akibat dari polusi udara dari dalam ruangan yang diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar padat. Tidak hanya itu, polusi tersebut pun dapat menyebabkan kanker paru-paru pada orang dewasa dan penyakit

Ozon (O3)

Ozon pada permukaan tanah merupakan salah satu unsur utama kabut asap fotokimia. Hal ini diakibatkan oleh reaksi dari sinar matahari (reaksi fotokimia) dengan polutan, seperti halnya nitrogen oksida (NOx) dari kendaraan dan industry, dan juga yang dipancarkan oleh bahan pelarut, kendaraan, dan industri. Semua polutan tersebut dapat mengakibatkan polusi tingkat tertinggi ozon akan terjadi selama periode cuaca cerah.

Kandungan ozon yang berlebihan di udara akan berdampak pada kesehatan manusia. Hal ini menyebabkan sejumlah masalah pernapasan, kurangnya fungsi paru-paru, pemicu asma dan juga penyakit paru-paru. Hal ini sudah terjadi di Eropa, sebab ozon sudah dianggap sebagai polutan udara yang memprihatinkan. Akibat hal ini, sejumlah penelitian di Eropa telah melaporkan bahwa angka dari kematian harian mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen. Penyakit jantung pun mengalami kenaikan sebsar 0,4 persen, tiap 10 mikrogram per meter kubik peningkatan ozon di udara.

Saat ini di Eropa, ozon dianggap sebagai polutan udara yang paling memprihatinkan. Beberapa penelitian yang dilakukan di Eropa telah melaporkan bahwa angka kematian harian naik sebesar 0,3%, dan penyakit jantung sebesar 0,4%, setiap 10 mikrogram per meter kubik peningkatan ozon di udara.

Nitrogen dioksida (NO2)

Bila nanti terjadi konsentrasi jangka pendek NO2 lebih dari 200 mikrogram per meter kubik, maka NO2 bakal menjadi gas beracun yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan secara signifikan. NO2 merupakan sumber utama dari aerosol nitrat yang dapat membentuk pecahan kecil dari partikulat. Sumber utama dari emisi antropogenik NO2 sendiri merupakan proses pembakaran (pembangkit listrik, pemanas, kapal dan mesin kendaraan).

Sebuah studi epidemiologis mengungkapkan bahwa gejala bronchitis yang terjadi pada anak yang punya asma mengalami peningkatan usai paparan jangka panjang terhadap NO2. Tak hanya itu, pengurangan fungsi paru-paru pun dapat terjadi akibat dari NO2.

Sulfur dioksida (SO2)

SO2 merupakan gas yang tidak memiliki warna namun berbau sangat tajam. Gas yang satu ini biasanya dihasilkan dari bahan bakar fosil (minyak dan batu bara), dan peleburan bijih mineral yang terkandung sulfur di dalamnya. Sumber dari antropogenik utasa SO2, yaitu pembakaran bahan bakar fosil dengan kandungan sulfur untuk pemanasan domestik, kendaraan bermotor maupun pembangkit listrik.

SO2 sendiri tidak baik untuk sistem pernafasan dan fungsi paru-paru. Tak hanya itu, SO2 juta tidak baik bagi mata karena dapat menyebabkan iritasi. Radang pada saluran pernapasan akan menyebabkan sekresi lendir, batuk, bronchitis kronis dan dapat membuat orang lebih rentan akan infeksi pada saluran pernapasan. Saat tingkat SO2 tinggi maka pasien rumah sakit untuk penyakit dan juga kematian akibat jantung akan meningkat.

Karbon monoksida (CO)

Gas yang satu ini dapat mencegah penyerapan oksigen oleh darah. Hal ini tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan pasokan oksigen ke jantung dengan cukup drastis, utamanya pada orang yang menderita penyakit jantung.

Itulah sejumlah dampak dari polusi udara pada kesehatan manusia. Dengan informasi di atas, semoga kita lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar kita. (elevenia)

Leave a Reply