Religi

9 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh yang Sangat Luar Biasa

Bagi umat muslim, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan kecuali dalam keadaan tertentu. Selain memberikan banyak pahala, puasanya juga ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Hal ini terbukti dengan dilakukannya sejumlah penelitian medis dan juga modern yang menunjukkan bahwa puasa tak memberikan efek yang merupgikan bagi organ tubuh. Apa saja manfaat puasa bagi kesehatan tubuh, simak ulasannya di bawah ini:

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

Baik untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa puasa Ramadhan tak akan berpengaruh terlalu banyak pada metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Ternyata, dalam bulan puasa terjadi penurunan LDL dan peningkatan HDL. Penurunan LDL memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Menurunkan Glukosa dan Berat Badan

Di liat dari pandangan ilmiah, puasa memiliki dampak yang baik untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena usus dalam tubuh akan terbebas dari sisa – sisa makanan yang mengendap. Makanan yang mengendap tersebut adalah penyebab utama menumpuknya lemak di perut. Tak hanya mampu menurunkan berat badan, puasa pun sangat baik dan cukup mempengaruhi tekanan darah dan kadar gula darah di dalam tubuh.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Meski masih banyak yang beranggapan jika puasa bisa menyebabkan tubuh mudah sakit dan lemas, tapi puasa justru mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Penelitian yang satu ini menunjukkan, saat melakukan puasa, terjadinya peningkatan limfosif sampai sepuluh kali lipat. Kondisi yang satu ini sangat berpengaruh besar atas sistem imunitas tubuh.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir yang Lebih Tajam

Puasa ternyata sangat baik dampaknya untuk pikiran. Hal ini karena tanpa disadari puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang tapi di sisi lain juga melambat. Yang unik adalah, dari sejumlah penelitian, menunjukkan bahwa pikiran yang melambat ini justru yang membuat kita berpikir lebih tajam. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah kelompok mahasiswa di University of Chicago. Mereka diminta berpuasa selama tujuh hari. Hasilnya adalah, mereka mampu melakukan sejumlah tugas kampus dan mendapatkan nilai yang memuaskan.

Menyehatkan Ginjal

Fungsi dari ginjal adalah untuk menyaring zat berbahaya yang ada di dalam tubuh. Zat berbahaya tersebut berasal dari makanan dan juga minuman yang dikonsumsi. Orang yang berpuasa memiliki ginjal yang lebih sehat. Kenapa? Ternyata fungsi dari ginjal ini akan semakin optimal bila kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Ini artinya, larangan mengkonsumsi air selama puasa membuat kinerja ginjal lebih optimal dan efektif.

Membakar Lemak Jahat Dalam Tubuh

Saat berpuasa, kalori yang terbakar akan lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang dikonsumsi. Terlebih saat berpuasa, aktivitas sehari-hari tetap dilakukan. Puasa akan membuat tubuh membakar habis Gula dan juga karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh saat hari itu. Setelah itu tubuh akan memanfaatkan lemak guna mendapatkan energi. Namun yang harus diingat adalah, kamu harus mengkonsumsi makanan yang sehat saat buka dan sahur agar protein lemak dan karbohidrat yang dibutuhkan terpenuhi.

Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Manusia

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Collage of Cardiology di New Orleans membuktikan bahwa puasa intermitten dapat memicu kenaikan hormone pertumbuhan manusia (HGH). Pada wanita meningkat 1300 persen, sementara pada pria 2000 persen. Kenapa hal ini penting? Sebab, HGH mampu membantu dalam menurunkan berat badan tanpa harus kehilangan otot. Hormone ini pun bisa membuat manusia panjang umur dan dapat mengatur metabolisme.

Trigliserida, Kolesterol dan Resistensi Insulin

Puasa intermitten sudah terbukti dapat mengurangi tekanan darah, mengatur trigliserida dan juga kolesterol jahat, serta dapat mengatasi resistensi insulin. Ini merupakan faktor risiko dari penyakit jantung, penyakit nomor satu yang menyebabkan kematian dini pada manusia. Resistensi insulin ini mampu meningkatkan risiko diabetes dan juga puasa yang sehat dapat membantu mengatur kadar gula dan juga kadar insulin dalam tubuh kamu.

Mengurangi Resiko Penuaan dan juga Penyakit Berbahaya

Stress oksidatif yang diakibatkan oleh jumlah radikal bebas yang melampaui batas di dalam tubuh akan menyebabkan proses oksidasi sel-sel normal menjadi makin tinggi. Hal ini akan menimbulkan kerusakan. Kondisi ini pun memicu penyakit kronis seperti kanker, stroke, diabetes, Alzheimer dan juga Parkinson.

Lebih lanjut lagi, puasa di bulan yang penuh keberkahan ini dapat menjadi ajang untuk melatih diri berpuasa intermitten yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun kamu harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau pun ahli gizi sebelum kamu memulai puasa intermitten. Selama puasa di bulan Ramadhan ini jangan lupa olahraga ringan untuk membakar lemak jahat dalam tubuh dan untuk mendetoksifikasi tubuh dan pikiran. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa. (elevenia)

Leave a Reply