Hobby

9 Gereja Tertua Di Indonesia yang Paling Terkenal

9-Gereja-Tertua-Di-Indonesia-yang-Paling-Terkenal[1]

Jangan Lupa Share ya

Indonesia memiliki berbagai macam agama dan kepercayaan. Salah satunya adalah kristen atau nasrani. Seiring perkembangan zaman, ajaran nasrani pun ikut andil dalam sejarah-sejarah di Indonesia. Bukti-buktinya ada pada gereja-gereja yang masih berdiri kokoh di berbagai pelosok di Indonesia.

Tidak hanya nilai sejarah, gereja-gereja yang berusia cukup tua ini juga memiliki arsitektur yang khas. Banyak bangunan gereja yang masih kokoh berdiri dan memancarkan pesona keindahannya. Gereja mana sajakah itu? Ini dia 9 gereja tertua di Indonesia yang paling terkenal.

  • Gereja Katedral Santo Petrus

Gereja ini dikenal dengan nama Gereja Katedral yang berada di Bandung. Gereja ini mempunyai gaya arsitektur neo-gothic yang mengesankan. Gereja ini juga termasuk gereja yang tua di Indonesia, yaitu dibangun pada tahun 1895. Pada tahun 1921, Ir. Charles Prosper Wolff selaku pendiri gereja ini memerintahkan untuk memperluas area gereja.

  • Gereja Fidelis Sejiram

Gereja ini terletak di Seberuang, provinsi Kalimantan Barat. Gereja ini tidak kalah tua dengan Gereja Katedral Bandung, hanya berselisih 3 tahun, yaitu sejak 1892. Gereja ini menjadi saksi bisu Pastor Looymans yang menyebarkan ajaran nasrani kepada masyarakat di Kalimantan Barat. Ciri khas yang ada pada gereja ini adalah adanya patung ayam di atas gereja.

  • Gereja Blenduk

Jika kamu orang Jawa, kamu pasti tahu arti dari blenduk. Kata itu berarti melembung. Itu digambarkan oleh masyarakat yang melihat bentuk arsitektur dari gereja ini. Gereja ini terletak di Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 1753 oleh masyarakat Belanda, gereja ini masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Baca juga: Daftar Masjid Terkenal Di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Gereja Blenduk memiliki kubahnya besar berlapis perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini sempat direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini. Hingga saat ini gereja Blenduk masih beroperasi sebagai gereja.

  • Candi Hati Kudus Yesus

Gereja ini sedikit unik, karena bangunannya seperti tempat ibadah umat Hindu. Itu disebabkan ornamen-ornamen candi dan ukiran khas candi yang ada di seluruh area gereja candi hati kudus Yesus ini. Gereja ini didirikan oleh keluarga Schutzer, sebuah keluarga Belanda pada tahun 1930.

  • Gereja Katedral Jakarta

Gereja-Tertua-Di-Indonesia[1]Gereja ini dibangun pada 1901 oleh para kolonial Belanda. Uniknya, gereja ini pernah digunakan untuk tempat berkumpul para pemuda yang nantinya akan berunding tentang Sumpah Pemuda di tahun 1928. Gaya arsitekturnya menganut neo gotik dan bernuansa Eropa. Jadi selain menjadi tempat ibadah, gereja ini termasuk bangunan bersejarah.

  • Gereja Katedral

Ini juga disebut dengan gereja katedral, tapi berbeda dengan gereja sebelumnya. Gereja ini dibangun lebih dulu pada tahun 1807. Pembangunan gereja dimulai saat Paus Pius VII mengangkat Nelissen sebagai prefek apostolik Hindia Belanda. Beliau diberi misi untuk menyebarkan ajaran katolik di seluruh penjuru Indonesia, termasuk Jakarta.

  • Gereja Berastagi

Gereja ini memiliki nama panjang Gereja Katolik Inkulturatif Karo Santo Fransiskus Asisi. Gereja ini gereja yang luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan suku. Gereja ini unik karena dibangun dengan memadu padankan budaya di kota Berastagi. Gereja Berastagi dibangun berdasarkan arsitektur khas Karo yang unik, artistik, religius dan kokoh.

  • Gereja Merah

Gereja ini terletak di salah satu kota yang terkenal di Jawa Timur, yaitu Kediri. Gereja yang mempunyai nama asli Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Immanuel ini didirikan pada tahun 1904 oleh kolonial Belanda. Lantas mengapa disebut dengan gereja merah? Jawabannya terletak pada warnanya yang merah karena di cat ulang pada tahun 2005.

  • Gereja Ayam, Jakarta

Tadi gereja merah, sekarang gereja ayam. Gereja ini adalah salah satu gereja yang terkenal di Jakarta. Disebut dengan gereja ayam karena di atas gereja terdapat alat penunjuk arah angin yang berbentuk ayam.

Berlokasi di kawasan Pasar Baru, Gereja yang dibangun antara 1913 – 1915 oleh Ed Cuypers dan Hulswit ini merupakan salah satu peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Melihat bangunan gereja ini, terasa kental perpaduan arsitektur Italia dan juga Portugis.

Itulah 9 gereja tertua di Indonesia yang paling terkenal. Sebenarnya masih banyak bangunan gereja tua yang bersejarah dan masih berdiri kokoh, namun 9 gereja di atas adalah yang paling menonjol. Gereja-gereja ini bisa kamu kunjungi sebagai tempat wisata religi yang tidak kalah keren dengan tempat-tempat wisata lainnya.

 

Jangan Lupa Share ya

William

Seorang penulis dan pemain kartu Tarot. Suka hilang di antara lamunan dan keanehan yang jamak.
William

Leave a Reply