Mother & Baby

5 Trik Mudah Mengatasi Asi Berlebihan

Jangan Lupa Share ya

Tak bisa dipungkiri jika banyak sekali para ibu yang merasa cemas jika bayi mereka tidak bisa memperoleh hasil yang cukup dikarenakan produksi ASI yang tidak optimal. Namun ada juga sebagian ibu yang mempunyai ASI berlebih pada minggu pertama setelah melahirkan. Dikarenakan aliran ASI yang cukup deras apalagi sangat susah untuk mengontrolnya bisa saja mengakibatkan bayi tersedak sehingga bayi pun akan kesulitan bernafas ketika tengah menyusu.

Mengalami produksi ASI yang berlebihan pastinya akan merembes bocor pada baju yang dikenakan oleh para ibu. Yang tentunya ibu pun tidak akan merasa nyaman ketika melakukan aktivitas di luar rumah. umumnya kondisi yang seperti ini memang kerap kali dirasakan oleh ibu yang baru saja melahirkan di mana produksi ASI dapat dilakukan secara natural. Namun secara bertahap sistem dari persediaan serta pengeluaran ASI pun akan bisa beradaptasi dan lama-kelamaan ASI yang keluar mampu disesuaikan dengan keperluan bayi dan tidak akan keluar secara berlebihan.

 

Hiperlaktasi merupakan sebutan dari produksi ASI yang berlebihan. Hiperlaktasi ini memang ditandai dengan aliran ASI yang sangat deras walaupun tidak dihisap oleh bayi. Sebetulnya hiperlaktasi dapat terjadi apabila ibu mempunyai jumlah alveoli maupun kelenjar ASI yang diatas 100.000 hingga 300.000 dari masing-masing payudara. Itulah mengapa, para ibu juga harus segera mengatasi asi berlebihan tersebut.

Perlunya Penghentian Pemberian ASI pada Si Kecil


Banyak sekali para ibu yang bertanya apakah perlu dilakukan perhentian pada pemberian ASI untuk si kecil. Sebetulnya tidak perlu melakukan perhentian ASI eksklusif untuk buah hati sebab makanan utama bagi bayi adalah air susu ibu. Lalu apakah ada waktu untuk melakukan pemberhentian pemberian ASI? Tentu saja ada, yakni ketika bayi berada di kondisi terengah-engah ketika menyusu.

Hal yang seperti ini harus segera untuk dihentikan secara sementara sebab aliran air susu cukup deras sehingga dia saja mengakibatkan bayi tersedak. Lalu memberikan ASI eksklusif bisa dilanjutkan kembali apabila kondisi dari air susu sudah melambat.

Apakah Perlu Pemijatan pada Bagian Areola?


Areola ini adalah bagian gelap yang melingkari puting payudara. Umumnya bentuk serta warna juga berbeda pada setiap wanita hal itu memang tergantung pada jenis kulit serta warna kulit yang dimiliki sejak lahir. Untuk mengatasi ASI berlebihan bisa menggunakan cara pemijatan pada bagian areola.

Pemijatan pada bagian areola ini nantinya dapat membantu untuk mengendalikan aliran dari ASI ibu, sehingga ASI yang berlebihan tidak akan terjadi kepada kamu. Bukan hanya itu saja untuk bisa mengatasi asi berlebihan Anda dapat mengubah posisi bayi saat menyusui, yang biasanya terlentang menjadi posisi duduk.

Sebaiknya Melakukan Perah ASI


Untuk cara yang selanjutnya agar ASI yang berlebihan dapat diatasi ialah dengan melakukan perah ASI terlebih dahulu dengan kecepatan yang rendah. Untuk ASI yang sudah di perah akan disimpan pada botol penyimpan susu sehingga ASI pun dapat terjaga kualitasnya. Jika sudah maka bayi pun bisa menyusu dengan tenang tanpa merasa kewalahan karena aliran susu yang deras. Apabila telah terasa berkurang kecepatannya maka anda dapat memulai untuk menyusui kembali dari si kecil.

Usahakan Hanya Menyusui pada Satu Payudara


Maksudnya ialah kamu tidak perlu menyusui si kecil secara berpindah-pindah dari payudara yang gini ke payudara yang kanan, dan akan jauh lebih baik jika anda menyusui dengan menggunakan satu payudara saja dalam satu waktu.

Mencari yang seperti ini nantinya ASI dari ibu pada satu sisi akan jauh lebih terkuras dan bayi pun tidak akan kewalahan dikarenakan berpindah pada sisi yang lain.

Lebih Baik Menyusui ketika Bayi sudah Mulai Lapar dengan Posisi Bayi Menghadap ke Ibu


Ketika kamu ingin menyusui bayi anda maka akan jauh lebih baik jika sudah mulai lapar. Jika memang si kecil tengah lapar, maka hisapan akan lebih kuat sehingga asi pun bisa keluar lebih banyak. Hisapan yang lembut dan juga pernah memang akan meminimalisir dari banyaknya aliran ASI tersebut.

Ketika menyusui akan lebih baik jika memposisikan bayi duduk menghadap pada ibu bersandar agak miring ke belakang. Posisi yang seperti ini nantinya dapat mengatasi aliran ASI yang berlebihan sehingga bayi pun tidak akan tersedak pada saat menyusu.

Itulah sekilas info yang bisa diberikan kepada kamu para ibu mengenai 5 trik mudah mengatasi asi berlebihan. Dengan adanya penjelasan diatas sangat diharapkan bisa memberikan manfaat kepada kamu yang ingin mengatasi masalah ASI yang berlebihan secara.

Jangan Lupa Share ya

Putri

SEO Content
"Wherever life plants you, bloom with grace."
Putri

Leave a Reply