Babies /Kids

4 Bahan Alami Pengganti Gula dan Garam Pada Makanan Bayi

Jangan Lupa Share ya

Sebagai seorang ibu tentunya Anda sudah mengetahui tentang penambahan gula dan garam pada makanan bayi dibawah satu tahun yang sebaiknya dihindari. Mengapa perlu dihindari? Karena ginjal bayi masih belum kuat untuk mencerna asupan garam dan gula yang berlebih. Tetapi, dalam sebuah penelitian sendiri telah menemukan bahwa 63 persen produk makanan bayi mengandung natrium tinggi atau gula. Tidak hanya itu, garam pun sering dijadikan tambahan pada olahan makanan bayi untuk membantu meningkatkan rasa, tekstur dan umur penyimpanannya. Padahal apabila makanan ini dikonsumsi oleh bayi secara berkepanjangan dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan bayi ke depannya.

Asupan garam harian untuk bayi tidak boleh melebihi 370 miligram per hari, sedangkan asupan gula untuk bayi seharusnya hanya sekitar 100 kalori setiap harinya. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang dapat memainkan peran dalam penyakit jantung dan juga dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal bayi Anda. Begitupun terlalu banyak gula dapat memberikan dampak tidak baik pada gigi bayi dan dapat memicu risiko terhadap perkembangan diabetes. Ditambah lagi di dalam gula mengandung kalori yang dapat menaikan berat badan secara tidak sehat. Lantas apakah sebaiknya makanan bayi dibiarkan menjadi hambar? Tentu tidak, Anda dapat menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti gula dan garam pada makanan bayi Anda.

4 Pengganti Gula dan Garam Pada Makanan Bayi

  1. Rempah-rempah

Dibandingkan dengan menambahkan garam pada makanan bayi Anda, cobalah Anda menambahkan bumbu, rempah-rempah atau bawang putih sebagai pengganti garam dan gula pada makanan bayi Anda. Perasa alami ini benar-benar mampu menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi diri bayi itu sendiri.

Tapi perlu Anda ingat juga, Anda harus memperlakukan atau memberikan tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah dan bawang putih kepada bayi dengan secara terpisah, setidaknya empat hari terpisah. Hal ini dilakukan untuk membantu Anda untuk mengidentifikasi dan menghindari potensi alergi makanan atau masalah pencernaan pada bayi Anda. Tidak hanya itu, pengenalan makanan baru apapun pada bayi harus didiskusikan dengan dokter anak Anda.

  1. Pure Apel

Apel dapat diperkenalkan kepada bayi semenjak 6 bulan pertama. Apel sendiri kaya akan serat, kalium, fosfor, magnesium, vitamin A dan Vitamin C yang apabila dikonsumsi tentunya baik untuk tubuh si kecil. Tidak hanya bergizi, pure apel juga memiliki rasa manis yang pas sehingga bayi tidak mungkin untuk menolak untuk mengonsumsinya.

Cara membuat pure apel cukuplah mudah, yaitu dengan mengukus apel selama 10 menit, kemudian haluskan apel dengan garpu kecil atau food proccesor. Lalu Anda dapat menyajikannya dengan hangat atau disimpan dalam wadah kaca tertutup dalam kulkas. Pure apel ini dapat bertahan dalam 2 sampai 3 hari.

Cara menyajikan pure apel sebagai pengganti garam dan gula pada makanan bayi cukup dengan mencampurkan pure apel dengan pure sayuran lainnya yang memiliki rasa hambar seperti baby buncis, brokoli atau sayur lain.

  1. Brown Rice Syrup (Sirup Beras)

Brown rice syrup merupakan pemanis alami yang terbuat dari kombinasi barley malt dan beras coklat (brown rice). Nah,  kedua bahan-bahan tersebut nantinya difermentasi oleh enzim dari karbohidrat untuk menjadi maltosa. Namun jika dibandingkan dengan gula, brown rice syrup memang tidak memiliki rasa yang terlalu manis.

Penyajiannya yaitu dengan mencampurkan brown rice syrup ke dalam makanan bayi seperti puding, bubur beras, maupun snack ringan lainnya. Dalam industry makanan, brown rice syrup di klaim sebagai pemanis yang aman dan mudah untuk dicerna menjadi energi oleh tubuh. Anda dapat mendapatkan brown syrup ini di supermarket. Oya, selain brown rice syrup, Anda juga bisa memakai sirup maple atau sirup pemanis alami lainnya yang banyak mengandung kalsium yang aman untuk bayi Anda.

  1. Pure Kurma atau Tepung Kurma

Pengganti gula dan garam untuk makanan bayi selanjutnya adalah pure kurma atau tepung kurma. Penggunaan kurma untuk bayi dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya seperti kalori,  serat,  besi , kalsium, kalium dan sejumlah trace niasin, vitamin A dan folat. Tenang saja, kurma aman untuk dikonsumsi oleh bayi asalkan tekstur kurma dapat Anda sesuaikan dengan bayi.

Anda juga sebaiknya jenis kurma segar bukan manisan kurma, hal ini harus Anda lakukan untuk menghindari adanya bahan tambahan lain yang memiliki dampak kurang baik untuk bayi. Cara mengonsumsi kurma untuk dijadikan sebagai pemanis makanan bayi yaitu dengan menjadikannya pure kurma, yaitu kurma dicincang untuk kemudian ditaburkan pada makanan bayi, atau Anda juga dapat menjadikannya tepung kurma. Jika tidak ingin repot, Anda dapat membeli langsung tepung kurma alami yang dijual di beberapa tempat.

Jangan Lupa Share ya

Leave a Reply